Senin, 22 Desember 2008

PENCARIAN YANG BERHIKMAT

PENCARIAN YANG BERHIKMAT ( Mat 2:1-12)
Pembahasan Firman Tuhan tgl. 21 Desember 08


Kelahiran kristus merupakan peristiwa besr sepanjang sejarah, tetapi tidak semua org tahu peristiwa itu. Herodes dan para ahli taurat itu tidak mengetahuinya. Allah hanya emmebritahukan kepada 2 golongan manusia, gembala dan majus melalui bintang, para epnafisr alkitab à org majus adalah asisten raja persia yg sangat pandai, astrologi, kedudukan tinggi dan ilmuan, mrk kaya. Setelah mereka thau mereka berangkat menempuh jln yg panjang. Harus megnhabiskan 2 thn baru tiba diYerusalem. Mrk dtg utk menyembah dan mempersembahkan kepada Yesus. Dalam pandangan manusia hal ini adalah perjalanan yang ideal. Apa sebenarnya yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus. Ada 4 berkat yang diperoleh dari pencarian itu:
1. Memuaskan roh dan jiwa mrk, krn kedudukan, kekayaan dan pengetahuan mrk miliki tetapi mrk membutuhkan berkat2 batiniah. Damai sejahtera, sukacita dll karn tidak dpt ditemukan dimanapun. Pencarian itu adalah mesias sanggup memberikan yang mrk perlu. Pertemuan dan percaya pd Yesus tidak dapat dimiliki di luar Yesus.
2. Petunjuk dari Tuhan, sebelum bertemu Yesus mrk mencari dari manusia, tetapi setelah bertemu dengan Yesus, Tuhan sendiri yang memimpin mereka. Belum pernah mereka dipimpin langsung dari Tuhan, biasanya melalui perbintangan dll, tapi kali ini mereka di tuntun lngsn oleh Tuhan.
3. Mereka dilindungi Tuhan. Herodes adalah keturunan bngs Edom, memiliki sifat yg penuh curiga, ia pernah membunuh istri, ibu dan anak2nya. Kaisar agung pernah berkata “menjadi babi herodes lebih aman dari pada menjadi anak2nya”. Tetapi Tuhan memperingatkan para Majus agar tidak kembali pada herodes.
4. Mengubah arah jalan. Setelah bertemu dgn yesus, mengalami perubahan, mereka tidak lagi bertemu dengan Herodes dan jalan yang panjang. Setelah seseorang bertemu dengan Yesus seseorang pasti dan harus mengalami perubahan di dalam hidupnya
3 kelompok orng yg mewakili manusia pada saat Yesus lahir:
1. Herodes pura2 mau menyembah tetapi sebenarnya mau membunuh
2. Para tokoh agama, mrk hanya memiliki pengetahuan dan tahu nubuat dalam PL, tetapi bersikap acuh dan masa bodoh, dan dari sisi aplikasi hidup mrk yang akhirnya membunuh Yesus di salib.
3. Orang majus: ada 3 teladan yg bisa kita ikuti.
Memiliki keingin tahuan ttg Yesus Mat 2:2. Ada interesting /daya tarik utk mengetahui (sense of knowing). b. Ada action untuk berangkat (not just knowing, but doing) aksi yang nyata dan konkrit untuk bertemu dengan Yesus. c. melakukan penyembahan kepada Nya dan memberikan persembahan mereka, realita penyembahan mereka adalah emas, kemenyan, mur. Roma 12:1 memberikan persembahan yg terbaik kepada Tuhan yaitu totalitas.
Ketika presiden Bush pidati, ada orang yg melempar sepatu kearahnya. Sepatu itu dihargai $. 100 thousand. Jika yg dilempar adalah orang biasa, maka sepatu itu tdk ada harganya. Maksud dari ini adalah jika kita memberikan sesuatu untuk Tuhan, maka semua menjadi bernilai.

Ketika para majus melihat bintang, mereka tekun mencari dan akhirnya menemukan. 2 thn naik onta, bukan sesuatu yg mudah. Pengalaman saya bolak-balik malang-bandung yg berjarak 1000 Km saja sudah sangat melelahkan, coba bandingkan dengan orang majus.
Menyembah (proskunio), mereka tiarap sampai menyatu dengan tanah. Wahyu 5:14 suatu sikap yang luar biasa.

Dalam pencarian yang berhikmat ada 2 jenis sehingga org terdorong untuk mencari.
1. Kebutuhan à perhatian dan harga diri
Nilai à sesuatu yang berarti. Secara ragawi dan kekal. Banyak org berjuang mencari nilai dalam hidupnya listrik, pesawat, dll tetapi sementara. Tetapi ada yang lebih itu adalah yang kekal. Jadi masa kini lihat kepada tanda-tanda kedatangan Yesus yg kedua kali..

Bila melihat bagian ini dari sisi film ada 3 staring:
1. Majus
2. Herodes
3. Tuhan Yesus
Siapa fokus dalam bagian ini? Ayat 6. Dalam level kepemimpinan, masing2 mempunyai style yang berbeda. Org majus adalah leader melalui ilmu pengetahuan dan bijak. Herodes leader melalui kekuasaan dan jabatan (leader by power dan outhority). Tuhan Yesus leader adalah pemimpin yang melayani (leader by ministry and sacrifice)
Inilah yg menarik dari Matius pasal 2 ini. Apa fokus kita sebagai orang Kristen , science, power, or ministry. Matius psl. 20, anak manusia dtg bukan untuk dilayani tetapi untuk memberikan nyawanya bagi banyak orang. Ini adalah pesan natal ug indah bagi kita semua, yaitu pemimpin kita datang untuk melayani dan menggembalakan kita, umatNya
Fokus pada majus karena ini bagian dari tema yaitu mencari yang berhikmat. Herodes berkata “pergilah, carilah dengan seksama” bahasa sekarang à org yang berhikmat adalah orang yang bisa mengatasi masalah. Mengatasi masalah belum tentu dengan standart kebenaran. Maka sekarang bukan lagi sekedar mengatasi masalah (solving the problem), tetapi bergerak lebih dalam sampai kepada kebenaran. Fokus dari pencarian yg berhikmat, mrk tidak bergantung pada jawaban orang yang bertanya, tetapi mrk kembali kepada yg semula, yaitu bintang yang mereka ikuti sejak semula yang Tuhan berikan kepada mereka sejak semula.
Orang majus, herodes, para imam dan gembala. Semuanya cari tahu ttg Yesus. Orang majus sungguh2 cari tahu, herodes pura2 cari tahu, imam sekedar cari tahu, gembala percaya untuk cari tahu. Gembala percaya dahulu, baru cari tahu. Jadi anugerah Allah yg mendorong kita untuk cari tahu Bagaimana mencari tahu tanpa keinginan untuk tahu? Tanpa proaktif kita tidak akan menemukan kebenaran yang telah diberikan oleh Allah secara aktif. Jadi dua hal ini diperlukan.
Tanpa persoalan tidak ada yg membuat kita bertumbuh, tanpa pertanyaa kita tidak bisa maju.
Kalau kita hanya membaca bagian ini, maka kita akan melihat majus dan herodes sama2 antusias ingin menemukan Yesus. Ayt 2, 11. Walaupun sama2 tindakan tetapi tidak ada yg tahu motif dibelakang sikap dan tindakan itu. Hanya Tuhan yang tahu motif hati seseorang. Sama dalam ingin menemukan raja, tetapi motifasi itu berbeda. Orang majus menyembah ayat 2, sebagai raja. Tetapi ayat 3 herodes terkejut, dalam benaknya ini adalah ancaman. Manusia itu sering menjadi raja dalam diri kita. Segala keinginan kita seperti yang kita ingin, tetapi ketika kita bertemu dengan Yesus relakah kita menempatkan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita. Natal tidak akan bermakna bila kita masih menjadi raja bagi diri kita sendiri.

Matius memperkenalkan Yesus sebagai Raja, Mesias. Apa yang dicari orang di gereja saat ini? Apa yang dicari dalam emrayakan natal tahun ini. Ada banyak motivasi, tetapi apa yang mereka cari? Pencarian yg berhikmat.
1. Hati yang bermotivasi itu penting dalam pencarian. Orang majus bukan hanya sekedar ketemuan dengan orang2 tetapi sampai bertemu dengan Yesus dan menyembah kepada Dia. Mau diberkati Yesus tetapi tidak mau Yesus.
2. Hati yang bersukacita. Orang majus itu naik onta bertahun2, tetapi setiap kali mereka melihat bintang itu mereka selalu bersukacita.
3. Hati yang berani Memberi. Bukan hanya uang dan barang, tetapi hati dan diri untuk memberikannya kepada Tuhan. Banyak orang berani memebrikan dompet, uang dll tetapi hanya sedikit memberikan diri mereka kepada Tuhan.
Tidak ada seorang yang mencari Tuhan tanpa wahyu dari Tuhan sendiri. Pencarian yang berhikmat majus ini adalah poencarian melalui wahyu umum dan sampai kepada khusus. Dalam perjalan pencarian itu majus bertanya kepada manusia à herodes dan para ahli taurat, tetapi mereka tetap kembali kepada bintang yang memimpin ayat 9. Jadi Tuhan sendiri yang memimpin pencarian itu sampai bertemu dengan Tuhan Yesus. Setelah bertemu dengan Tuhan Yesus: Menyembah = mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Banyak orang mengakui Yesus itu Tuhan tetapi tidak menyembah dan tidak dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur, taat dan bersukacita.

Apa yang dicari orang dalam hidupnya menunjukkan siapa/nilai orang itu sendiri. Majus itu mencari Yesus bukan untuk tujuan yang lain tetapi apa yang mereka kerjakan adalah menunjukan sebuah pencarian yang paling berhikmat.

Banyak orang mencari segala sesuatu dalam hidupnya, dengan seluruh pengetahuan dan kemampuan dan menghabiskan segala waktunya tetapi para majus sebagai orang yang paling berhikmat, memiliki pengetahuan yang melebihi kemampuan manusia rata2, telah menemukan Tuhan Yesus melalui hikmat yang datangnya dari Tuhan. Sebab tanpa Tuhan yang memimpin hikmat manusia maka hikmat itu akan sia-sia. Dan hikmat itu akan sia2 tanpa menemukan Tuhan dalam kehidupan orang yang paling berhikmat sekalipun. Sebagai mana Amsal berkata “takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat”.