Jumat, 12 Desember 2008

IA PENGAWAL DAN PENGGENAP IMANKU

NIA PENGAWAL DAN PENGGENAP IMANKU (Flp. 1:5, 6)
Pembahasan 12 Desember 2008

Paulus meyakini bahwa pada awalnya Tuhanlah yang memulai. Ia tahu bahwa Tuhan yang memanggil. Ia juga meyakinkan orang Filipi akan hal ini dan Ia akan memelihara terus. Khususnya mengenai persekutuan, mereka menunjukkan perbuatan baik berupa pemberian diri dan uang mereka yang membuat Paulus bersukacita.
Seorang Afrika yang baru pertama kali bertobat, dan pada malam misi pada waktu itu, orang Afrika itu memberikan 1 dolar, jumlah yang besar pada waktu itu. Namun misionaris ragu bahwa ibu ini jangan2 memiliki uang itu dengan tidak halal. Pada akhir pertemuan ia bertanya kepada ibu itu. Ibu itu berkata bahwa ia menjual dirinya menjadi budak kepada tetangga demi mendapat uang demi pekabaran Injil.

Bukan saja pasti akan terjadi tetapi pasti akan digenapi seluruh tujuan Tuhan. Setiap kali untuk melakukan panggilannya tidak akan pernah berhenti sampai tujuan itu tercapai. Seorang rekan saya mengalami banyak kesulitan. Saya meyakinkan bahwa Tuhan yang memanggil Ia juga yang akan menggenapinya. Ia menangis dan berterima kasih atas penguatan itu.

1. Allahlah yang pada prinsipnya memulai setiap pekerjaan baik melalui pemberitaan Injil
a. Pekerjaan yang baik itu adalah keselamatan yang dimulai dari pertobatan jemaaat Filipi
b. Jikalau Allah tidak mengaruniakan tidak seorang pun yang dapat percaya kepada pemberitaan Injil
c. Ini seharusnya mendorong kita kepada pengucapan syukur terbesar

2. Allahlah yang memelihara apa yang sudah Ia kerjakan di dalam jemaat
a. Paulus telah menyaksikan bagaimana Injil diterima oleh jemaat Filipi
b. Paulus telah menyaksikan mereka tetap memelihara Injil yang nampak di dalam pertumbuhan rohani dan kemurahan mereka dalam memberi
c. Namun demikian, Paulus tidak menggantungkan keyakinan akan kelanjutan “pekerjaan baik” (keselamatan) pada kesalehan jemaat, tetapi pada Allah sendiri yang telah memulai dan sanggup memelihara
d. Biarlah jaminan pemeliharaan Tuhan ini mendorong kita untuk giat melayani Tuhan. Tuhan sudah bekerja, mengapa kita tidak?

3. Pemeliharaan Allah bersifat kekal
a. Rasul Paulus menyatakan bahwa “pekerjaan baik itu” (keselamatan) akan diteruskan sampai hari Kristus Yesus
b. Ini tidak berbicara hanya kepada jemaat zaman itu, tetapi kepada kesinambungan atau estafet Injil dari zaman ke zaman. Tuhan juga memulai pekerjaan baik di Filipi maka Ia akan meneruskan dan memeliharanya hingga Tuhan Yesus datang kembali.

Tema dari pengawal dan Pengenap, memikirkan tentang garis akhir, untuk mencapai garis akhir, maka perlu;
1. Investasi Allah, berasal dari Allah, (1 kor 5:17) yang diperbaharui dari Allah
2. Destinasi (arah hidup) dulu cinta diri sendiri, maka sekarang arahnya kepada yang Allah inginkan (kisah Ayub, demikian saleh dan jujur menjauhi kejahatan).
3. Visualisasi, sasaran menjadi real dengan membuat sistem, metoda dan blue print
4. Kualifikasi, sesuatu keahlian yang diperlukan untuk membuat sesuatu (spiritulitas, mentalitas, moralitas, Integritas, sportifitas, dll)
5. Kolaborasi
6. Aksi, tidak hanya dipikirkan tapi dikerjakan.
7. Awasi, Memasang rambu-rambu perjalanan hidup (mengucap syukur kepada siapa, dan memelihara apa yang dilakukan)

Saya melihat ada tiga hal dalam hal ini. Ini merupakan surat dari penjara di mana penekanannya adalah sukacita. Di Filipi frase sukacita diulang berkali-kali. Surat ini ditujukan kepada jemaat Filipi untuk mensupport mereka dalam pelayanan.
Paulus mengucap syukur karena Allah yang memulai pekerjaan baik dalam jemaat. Pemberitaan Injil tidak lepas dari kuasa Allah yang bekerja.
Paulus beryukur karena keterlibatan jemaat di dalam pemberitaan Injil.
Paulus mengucap syukur karena Allah meneruskan/menyempurkan pekerjaan Injil dalam rasul Paulus. Paulus melihat bahwa Allah yang memulai juga akan menyempurnakannya. Inilah yang menjadi penghiburan Paulus sekalipun ia berada di dalam penjara karena Injil tidak terpenjara.

Dua hal yang baik yang saya dapatkan di dalam perikop ini:
Mereka konsisten. Ia memiliki fokus dan tidak hilang tujuan semula
Mereka mempunyai komitmen yang baik. Sekalipun banyak tantangan yang dihadapi. Mereka mamandang grace itu yang memampukan mereka dan Tuhanlah yang akan menyempurnakannya kelak. Ini mendorong mereka untuk giat. Dalam mengemudi ada istilah blind spot, kita lost dari pengamatan kita sehingga bisa ada kecelakaan yang terjadi.

Di dalam beberapa terjemahan tidak hanya memakai kata fellowship tetapi juga partisipation. Allah yang memulai mereka berpartisipasi dan di dalam partisipasi ada fellowship.
Di dalam fellowship juga harus ada partisipasi
Ini penting untuk saya sendiri berpartisipasi di dalam pelayanan Tuhan tetapi tidak ada fellowship. Tetapi kadang2 saking fellowship tidak ada pemberitaan Injil
Allah yang meneruskan
Tuhan juga yang akan menolong menyelesaikannya sampai hari akhir
Orang Kristen bersukacita karena berkat2 Tuhan tetapi ini tidak membawa mereka kepada fellowship dengan Injil. Maka Paulus berkata Allah yang memulai akan meneruskannya sampai selesai.

Pada umumnya orang itu ketika menjalani kehidupan ada 4 hal
Awal yang baik belum tentu diakhiri dengan baik. Demikian juga sebaliknya. Awal yang baik yang Tuhan sudah lakukan di jemaat Filipi. Tetapi bukan awal yang baik yang Paulus tekankan, tetapi ada bagian tengah. Sehingga dalam ayat 6 Paulus berkata aku meneruskan, yang artinya setiap jemaat Filipi harus tahu bahwa apa yang diteruskan. Ada 2 kunci:
Konsistensi: ada persekutuan yang harus di dalam Tuhan. Selama kita ada di dalam Tuhan kekonsistenan akan nampak di dalamnya. Selama kita tidak ada di dalam Tuhan selama itu juga kekonsistenan menjadi musnah. Ketika kita ke supermarket kita harus mempunyai catatan supaya tidak terjadi penyimpangan pada tujuan awal. Kalau kita melihat kuda itu selalu diberi kacamata khususnya yang jantan. Tujuannya adalah suapaya dia tidak melirik sana-sini. Inilah yang mau dikatakan rasul Paulus supaya kita memiliki kekonsistenan
Perlu adanya komitmen. Ayat 7 dikatakan karena kamu semua mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku... Komitmen di sini dalam pegertian bahwa ketika Paulus memberitakan Injil, Paulus mengalami kesulitan tetapi ia tetap berkomitmen. Inilah yang menjadi penghiburan bagi jemaat Filipi. Jika pemimpinannya seperti itu maka ini memberikan dampak yang positif bagi jemaat.

Diawali dengan penderitaan, kedukaan, siksaan dalam penjara Paulus menuruti kehendak Tuhan sampai akhir dan ia menikmati kebahagiaan karena jemaat filipi menjadi mahkiota dan sukacita Paullkus. Dalam hal ini, jikalau kita mengetahui arah hidup segala hal menjadi sesuatu yang kecil. Gereja Filipi walapun masih ada selisih antara 2 orang wanita, tetapi mayoritas mereka adalah orang2 yang takut akan Tuhan. Paulus berkata: aku menghayati perasaan yang terkandung di dalam Kristus (Mandarin) (ay. 8). Artinya ada perasaan yang sangat mendalam. Dalam bahasa Inggris ada 2 istilah Pretty n beautiful. Pretty: inner beauty.

Paulus di dalam hal ini ada 7 hal:
Pemula
Pengiring
Pendamping
Pembimbing
Pelangkap
Penguat
Penggenap iman cinta kasih dan pengharapan yang ada pada kita

Karena dia bermula dan berakhir. Paulus berkata semua orang meninggalkan tetapi hanya Kristus yang menemaninya sampai akhirnya. Kristus lebih daripada teman yang baik.

Dalam hal ini orang Tionghoa bilang: kalau satu hari jadi suami istri utang budi seumur hidup. Satu hari kita mulai dengan baik kita harus menggenapi dengan sempurna.

Perikop ini berbicara beberapa hal
Kerinduan bertemu
Bersyukur selalu
Memanjatkan permohonan senantiasa
Bergembira karena dia ada. Orang itu hadir ada berkat daripada Tuhan.

Paulus dihargai kerena ia mencintai jemaat itu, ia bersyukur dan berdia bagi jemaat itu dan bersukacita kerena mereka ada di dalam karya Tuhan. Masih ada waktu sampai hari Kristus untuk menggenapi hal2 yang belum kita genapi. Paulus menegaskan ada orang2 yang bisa sama2 sengsara tetapi tidak bisa sama2 bersukacita, dan sebaliknya. Kita harus menjadi orang2 yang setia.