Sabtu, 29 November 2008

Tema : Impian jadi Nyata (Kejadian 41:39-43, Ayat Mas; Efesus 3:20)

Tema : Impian jadi Nyata (Kejadian 41:39-43, Ayat Mas; Efesus 3:20)


Tujuan : Rancangan Tuhan lebih indah dari impian manusia karena jalanNya lebih tinggi dari jalan kita, impian dapat menjadi nyata bila Tuhan memimpin dan memberkatiNya, bagi Yusuf demikian bagi kita juga


Gen 41:39 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Gen 41:40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
Gen 41:41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
Gen 41:42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.
Gen 41:43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Ada rencana dan pimpinan Tuhan dalam diri Yusuf, dalam pandangan manusia nasib Yusuf sangat buruk, dimusuhi saudara, dijual ke Mesir, difitnah masuk penjara dan dilupakan juru minuman yang melupakan dia. Dalam pergumulan yang berat, Yusuf tidak mengeluh, tetapi dalam setiap perubahannya dia tetap tabah dan bertanggung jawab.
Apa mimpi bisa jadi sarana pernyataan Allah kepada manusia? Mimpi menurut psikolog muncul dari alam bawah sadar (subsconcious) sesuatu yang merupakan keinginan manusia di alam sadar. Dari Alkitab ada mimpi yang merupakan penyataan Allah: mimpi Yusuf, Nebudkadnezar, mimpi Yusuf di PB. Bagi Allah, Allah dapat memakai apa saja untuk menyatakan kehendak-Nya, semua ini bersifat anugerah bagi setiap orang yang percaya dan taat kepadaNya.
Penderitaan yg dialami Yusuf adalah cara Allah untuk meneguhkan Yusuf.
Ada 3 point bahwa melalui mimpi Tuhan berencana:
1. Yusuf bersandar kpd Allah u memahami makna mimpi Firaun, Yusuf tidak menganggap dirinya sebagai orang pandai. Bukan sekali2 aku tetapi Allah yang akan menyatakan segala sesuatu yang rahasia. Yusuf juga menjelaskan langkah2 yang harus diambil. Perlu mencari seorang yg bijaksana untuk menjadi penguasa atas tanah Mesir u kumpulkan gandum di masa kelimpahan, lalu harus bangun gudang.
2. Yusuf tidak berambisi/merencanakan bagi dirinya sendiri untuk sesuatu keuntungan, tetapi justru dia diberi kesempatan oleh Firaun, Firaun melihat: orang ini penuh dengan Roh Allah. Yusuf low profile dan telah belajar banyak hal, belajar administrasi, belajar hubungan dengan orang lain, belajar teguh dan kuat dalam masa sulit. Tuhan menggenapi impian Yusuf.
3. Mimpi Firaun di dalam rencana Allah u menyelamatkan manusia. Dalam keselamatan bagi manusia Allah bisa memakai siapa saja. Firaun biasa memakai magician, mimpi Firaun berasal dari Allah,maka magicians tidak bisa memahami mimpi itu. Allah superior dibandingkan dengan dewa2 Mesir, Allah ingin menyatakan: bahwa Allahlah yang melindungi, yang memberi makan, yang memelihara umat manusia. Manusia tidak bisa bersandar kepada kelimpahannya sendiri, tapi harus bersandar kepada Allah.


1. MIMPIKANLAH YANG BAIK à mimpi/harapan/cita-cita yang baik selalu lahir dari diri seseorang yang memiliki karakter, jati diri dan iman yang sehat. Kalau di dalam diri orang itu jahat/buruk semata-mata maka mimpinya selalu yang jahat/buruk. Oleh karena itu untuk memiliki pribadi, jati diri yang baik, kita perlu mimpi bersama Allah, bukan atas angan dan impian kita. Supaya ketika mimpi itu menjadi kenyataan kita akan menemukan suatu sukacita yang luar biasa. Untuk mewujudkan mimpi itu seseorang tidak akan menyerah karena mimpinya itu baik bersama Allah.

2. MENJALANI PROSES MENUJU KENYATAAN à setiap mimpi memerlukan waktu untuk menjadi nyata. Dan selama waktu itu berjalan proses membentuk sang pemimpi itu siap menerima impian yang menjadi kenyataan. Jalani semua proses tanpa berhenti karena mimpi bersama Tuhan itu pasti menjadi kenyataan. Kekuatan untuk melihat kenyataan mimpi itu adalah harapan/hope. Proses dream come ture:

- DI BUANG KE DALAM SUMUR KERING 37:23-24

- DI JUAL KEPADA ISMAEL 37:28

- DI JUAL BELIKAN SEBAGAI BUDAK 39:1

- DI GODA SECARA SEKSUAL 39:10, 12

- DI FITNAH 39:16-18

- DI PENJARA 39:20

- DI LUPAKAN 39:23

3. RAHASIA MIMPI MENJADI KENYATAAN à

- TIDAK MELAKUKAN KEJAHATAN 39:9

- TIDAK BERDOSA TERHADAP ALLAH Kej :39:9

- NEVER GIVE UP (Yusuf bermimpi pada usia 13 thn, dan menjadi kenyataan pada usia 30 thn)

- TUHAN MENYERTAI YUSUF 39:2 à APA SAJA YANG DIPERBUATNYA PASTI BERHASIL bahkan rumah Potifar diberkati oleh karena ada Yusuf.

- TUHAN MENYERTAI YUSUF 39:21àMENJADI NAPI YANG DIPERCAYAI

Mesir membutuhkan orang spt Yusuf (ayat 38), SDM yg baik pasti dicari. Syaratnya: 1. Orang yg penuh dgn Roh Allah, kedekatannya dgn Allah menghasilkan penyertaan Allah. Mimpi Yusuf adalah mimpi Allah sendiri bagi Yusuf. 2. Orang yang muda, Tuhan beri kesempatan, Firaun ini bukan Firaun pribumi, sehingga beri kesempatan pada Yusuf. 3. Sejarah hidup Yusuf memang sangat unik. Ini mirip Obama hari ini. 4. Dia orang yang berakal budi dan bijaksana. 5. Memberikan kemuliaan kembali kepada Allah: Yusuf menyatakan segala sesuatu dari Allah. Di Indonesia ada Sandiago Uno ketua HIPMI, memang bukan orang percaya tapi membawa perubahan. Skope pelayanan Yusuf bukan hanya keluarga tapi seluruh Mesir

Pidato Obama: negeri ini ada kebebasan untuk semua orang. American dream: setiap orang punya hak yang sama tapi harus menunggu 300 tahun. Tuhan mengatur Obama sbg presiden padahal ada orang berkata: nenek moyang orang-orang negro adalah tukang lap sepatu orang kulit putih. Orang yang berpikiran secara holistik: setiap narasi adalah penyingkapan Tuhan bagi hidup kita. Tuhan mempersiapkan setiap orang juga kita di HIT untuk memiliki mimpi.

Ada 5 point:
1. Bagaimana mimpi Yusuf ada terlaksana karena kesukaran, membawa mengarahkan dgn cara perjalanan yang tidak menyenangkan.
2. Karakter Yusuf: mencapai posisi puncak gampang, tetapi mempertahankan posisi yang sulit, Yusuf, tetap tulus, berbelas kasihan, tidak menghukum, penuh tanggung jawab, setiap orang langsung dengan cepat memberikan kepercayaan, terhormat: dia mempertahankan citra dengan takut akan Tuhan. Firaun memberikan kereta
3. Kemampuan. Yusuf memiliki kemampuan, mengatur (managerial), berbisnis, berpolitik, mengatur strategi u mendatangkan keluarganya dan menempatkan di tanah goshen
4. Kepercayaan: kej 45: 5 dan 7. Tetapi sekarang janganlah bersusah hati krn engkau menjual aku ke sini dst..maka Allah telah memerintahkan aku untuk mendahului engkau supaya untuk memeliharan kelanjutan hidupmu semua.
5. Yusuf bisa sukses karena kehidupannya, meyerahkan seluruh hidupnya sebagai manusia yang berlapang dada, tidak iri, cemburu, tamak. Menjadi manusia yang berprestasi selalu jadi orang pertama atau kedua. Dia tdk hanya duduk2 saja tapi selalu ingin jadi orang berguna bagi bangsa dan keluarganya.

Bgmana mimpi Yusuf jadi kenyataan?
1. Tidak mengeluh/complain kepada Tuhan. Bayangkan kalau kita yang mengalami...mungkin kita sudah mengeluh luar biasa.
2. Setia melakukan pekerjaan yang kecil dengan baik, waktu dipenjara dia jadi anak kesayangan kepala penjara.
3. Mendapat posisi yang tidak pernah dia minta. Tuhan yang tahu kapan harus berikan krn Yusuf punya integritas.

Yusuf percaya kepada Tuhan, sharekan kepada papa dan saudaranya. Yusuf tidak pernah menyalahkan orang lain, Yusuf tidak menyalahkan Tuhan. Yusuf tidak menyalahkan ayahnya. Yusuf tidak menyalahkan saudara2nya. Tidak menyalahkan isteri Potifar. Yusuf mau dibentuk oleh Tuhan, selalu mau bekerja dengan baik, karena dia setia maka janji Tuhan tergenapi dalam diri Yusuf.

Berakit2 ke hulu, berenang ke tepian, bersakit dahulu, bersenang kemudian.
Satu karir puncak yang luar biasa yang dialami seorang budak. Impian Yusuf sungguh tergenapi, di pasal 37: ayat 5 melihat berkas gandum lebih tinggi dari saudara2nya. Ini adalah sarana Tuhan. Kamu memang telah merekakan yang jahat untuk aku, tetapi Allah telah merekakan untuk kebaikan. Pasal 41 adl rencana Tuhan agar Yusuf diangkat dan memelihara hidup bangsa.
5 T:
1. Tuhan menyertainya. Allah menyertai kita hari ini melalui janji Tuhan Yesus Kristus, ini sebagai semangat bagi jemaat.
2. Tekun bekerja. Kej 39. Yusuf adl pemuda yg tekun bekerja.
3. Terpercaya oleh tuannya. Tuannya menyerahkan semuanya kecuali isterinya.
4. Tahan menderita. Tiada mahkota tanpa salib
5. Takut akan Tuhan.

Mimpi dari Tuhan membawa efek pd manusia:
1. Membawa manusia pada kebenaran.
2. Bergantung pada Tuhan
3. Masuk dalam rencana Allah
4. Memuliakan Tuhan.
Ada orang Arab yang ayahnya bermimpi: untuk selamat pergilah ke gereja.

Setiap orang pasti punya impian/harapan dalam hidup. Ada mitos mimpi:
1. Bunganya orang tidur.
2. Orang buta juga bermimpi
3. Kita akan melupakan mimpi kita
4. Rangsangan dari luar akan mempengaruhi mimpi kita.
5. Saat bermimpi tubuh akan lumpuh.

Mimpi yang dialami Yusuf bukan sekedar mimpi tapi yang berasal dari Tuhan. Yusuf memiliki iman yang teguh. Baru saja bermimpi maka kehidupannya tidak menunjang mimpi tersebut. Kalau tidak punya iman yang teguh mungkin dia sudah mati dipenjara. Penulis Ibrani menyatakan karena iman dia bisa melewati masa2 yang sulit itu.
Apa bila sedang mengejar visi maka ada masa2 yang menimbulkan keheranan akan perbuatan Allah yang luar biasa. Iman adalah mata yang melihat, telinga yang mendengar, kaki yang melangkah
Yusuf mempunyai karakter hidup yg sangat baik, dgn seluruh penderitaan ujian tidak menggoyahkan imannya. Steven covey menyatakan: saat dalam belantara kehidupoan yg berubah, sebuah peta tidak bernilai tapi sebuah kompas moral akan mengarahkan hidup anda. Kompas moral yusuf selalu mengarah kepada Tuhan. ”Utara sejati” kiblatnya hanya pada Allah. Hidup yusuf adalah bersandar pada Tuhan, Tuhan mennyertai Yusuf di tengah krisis yang hebat yaitu di rumah Potifar dan di penjara. Karena penyertaan Allah maka Yusuf berhasil.
Jikalau jemaat bermimpi jangan hanya berpangku tangan tetapi mengusahakan.

Yusuf adalah the positive man, dalam falsafah Jawa ada istilah : ”nrimo”. The positif of journey, thinking, dreaming.
Down to earth spirituality: yusuf sejarar dgn Henokh, Musa, Dia berjalan bersama Allah.

Buku Chuck Swindoll: Yusuf diremukkan oleh penderitaan dan pengabaian, bahkan pengabaian yang terakhir adalah selama 2 tahun. Ketika manusia sedang menanti ternyata Allah terus bekerja krn Allah belum selesai, Dia sedang memproses untuk mewujudkan mimpinya melalui mimpi Firaun.
Ia membiarkan Tuhan melakukan caraNya dalam waktuNya demi tujuanNya, yg dalam akhirnya: Firaun melihat Yusuf adalah sebuah emas. Ayub: sekiranya ia menguji aku aku akan timbul seperti emas.
Yusuf dijual krn mimpi, dipromosikan krn mimpi, tukang mimpi. Bukan mimpinya sendiri tapi terkait dgn karakternya: dia orang yang trustworthy, dia orang yg terbuka tapi justru tidak disukai saudaranya. Dipenjara dia orang senior, dia menjawab mimpi: dia dapat dipercaya.
Yusuf God’s agent dalam skenario Allah yang begitu kompleks. Peranannya adalah interpreter. Mimpi itu adalah teks buat dia, Allah memberikan karunia khusus shg bisa discreening (melihat).
Yusuf memiliki horizon yg lain. Firaun punya mimpi tapi tidak tahu artinya. Hidup ini adalah interpretasi, Yusuf adalah interpreter yang terbaik, mampu melihat dengan mata hati.

Waktu baru merdeka, kita banyak laskar, setelah merdeka puluhan tahun juga hari ini banyak laskar jihad, tapi hari ini ada laskar pelangi. Ada anak2 yang berjuang spy sekolah tidak ditutup. Pelangi baru terbentuk pada saat ada badai, hujan dan ada matahari yang menyinari. Hidup Yusuf seperti Laskar pelangi ada kesulitan, sukacita dll. Yusuf juga yang menjadi laskar Kristus. Tuhan yang memulai dan yang mengakhiri dengan baik.

1. Exegese
i. Kontras status sosial:
Firaun, jabatan seorang raja atau 1-st man di Mesir sebuah bangsa yang terbesar pada jaman itu. Untuk menjadi seorang Firaun haruslah orang Mesir pada galur murni.
Para ahli terkemuka di Mesir, mereka yang terdidik dalam berbagai disiplin ilmu yang menjadi penasihat Firaun untuk pengambilan keputusan kenegaraan.
Yusuf, seorang Ibrani (bukan bangsa Mesir), seorang yang takut Allah bukan penganut agama mayoritas, pernah menjadi budak belian dan status saat itu narapidana karena kasus “sexual abuse” yang dituduhkan oleh istri Potifar.

ii. Yusuf, M.Mim (magister mimpi) secara kronologis sbb:
- Kejadian 37:5-10, 19 mimpi tentang masa depan bahwa Yusuf akan menjadi pemimpin. Kehendak Allah untuk masa depan Yusuf dinyatakan dalam mimpi pada catatan Alkitab bagian ini.
- Kejadian 40 :5, mimpi juru minuman raja yang dapat diterjemahkan oleh Yusuf.
- Kejadian 41 :1, mimpi Firaun yang diterjemahkan sebagai masa depan Mesir. Durasi peristiwa pada Kejadian 37 dan 41 adalah 13 Tahun, sebuah rentang waktu yang tidak singkat dalam menantikan kehendak Allah.
iii. Kesimpulan:
- Yusuf menjadi Firaun adalah peristiwa yang unik dalam sejarah Mesir, ia satu-satunya Firaun yang tidak memenuhi syarat dimana ia bukan keturunan Mesir, bukan penganut agama Mesir, bukan caleg Mesir melainkan budak yang menjadi narapidana.
- Rencana Allah yang indah dan kekal (bdk Ibr 11:22) bukan melalui proses instant tetapi dinyatakan dalam sebuah proses yang panjang, melalui suka duka, dicampakkan ke dalam sumur, diperjual belikan sebagai budak, difitnah, dijebloskan dalam penjara (menderita 13 tahun). Namun rencana Allah tidak pernah gagal.
- Yusuf menjadi Firaun yang bijak, ada kasih dan pengampunan, penuh hikmat untuk membawa masa depan Mesir.

2. Kerangka Khotbah:
i. Pendahuluan: Sebuah hasil akhir yang baik, pasti melalui proses yang panjang. Kita kerap hanya melihat atau terpancang pada hasil akhir yang indah tetapi enggan melihat proses menuju hasil akhir itu.
ii. Berita : Allah menyatakan rencanaNya melalui kehidupan Yusuf.
iii. Exegese: V, I, P = vission, integrity, presence of God
iv. Konklusi : Apa yang kita impikan dalam hidup kita yang seturut dengan kehendak Allah, akan menjadi kenyataan yang indah.

9 step turun dan 1 step naik.
Hidup Yusuf sbg dreamer: 1. Di-iri, 2. Dibenci, 3. ditekan, 4. dibuang, 5. dijual, 6. dihamba, 7. difitnah, 8. dipenjara, 9. dilupakan, 10. dimuliakan
Konteks teologia: saat ini ada orang ingin mimpi karena ingin cepat berhasil, tp Yusuf tunggu 13 tahun, kita menganut teologi penderitaan.
Konteks ekonomi: mimpi kepada Firaun. Yusuf persis spt Daniel di dalam hatinya ada roh. Terang dalam roh-Nya. Hikmat tinggal di dalam roh yang terang. Waktu dia dipercaya maka Yusuf membuat mimpi menjadi kenyataan. 7 th kemakmuran dan 7 th kelaparan. 20 persen setiap tahun maka dapat 140 persen dibagi 5. waktu lapar, lalu rakyat mulai jual ternak, alihkan tanah kepada negara. Sampai hari ini rakyat Mesir setor 20% kepada negara.
Konteks kemuliaan Tuhan: mimpi bukan sesuatu yang sudahlalu tapi berkait dgn yang sekarang dan akan datang. Waktu sadar jadi visi, waktu tidur jadi mimpi. Bagaimana mimpi jadi visi bagi seseorang?
1. Mimpi dari Tuhan pasti tidak akan dilupakan, kalau dilupakan bisa dikejar mungkin oleh orang lain bukan olehnya.
2. Mimpi tersusun dengan rapi, tidak ngawur, ada storynya, ada awal dan akhir.
3. Mimpi bisa menyambung. Mimpi pertama: gandum, kedua sapi bisa disinkronkan. Mimpi Yusuf bulir gandum dan matahari bulan bintang ada hubungannya. Mimpi ini ada jawabannya. Ibu Pdt Caleb pernah mimpi dan meminta Tuhan menyingkapkan mimpinya. Daripada menyatakan Allah dalam sejarah lebih baik menyatakan: Allah mencipta sejarah.

Ada 3 garis dalam kehidupan manusia: biru, emas dan merah. Mimpi jadi kenyataan karena Yusuf yakin Tuhan tidak akan meninggalkan dia.

Waktu Daniel menguraikan mimpi bagi Nebudkadnezar. Kapan segala sesuatu akan terjadi? Hanya Tuhan yang tahu, tapi engkau lupa, tapi Tuhan juga memberikan mimpi kepadaku.
Ada American dream juga harus ada HIT dream dan kita harus meyakini ada dream dari Allah.