Sabtu, 29 November 2008

TAK KUINGKAR

TAK KUINGKAR
IBRANI 11:8-19.
Pembahasan 21 November 2008



Konteks pembicaraan surat Ibrani 11 berbicara mengenai iman dan saksi-saksi iman, menurut Ibrani “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Perkataan ini merupakan deskripsi apa itu iman dan bagaimana iman itu bekerja, iman yang benar itu bukan optimisme yang membabi buta atau perasaan yang dibuat-buat dengan berharap semoga terjadi demikian. Warren Wiersbe mengatakan” Iman yang benar ialah ketaatan yang penuh keyakinan kepada firman Allah bagaimanapun keadaannya dan apapun akibatnya.
Iman bekerja dengan cara yang sangat sederhana, Allah berbicara dna kita mendnegarnya, kita mempercayai firmannya dan kita mentaatinya. Penulis surat Ibrani memberikan contoh-contoh saksi-saksi iman, diantaranya adalah Abraham yang kita kenal sebagai bapa orang percaya, bebrapa contoh iman Abraham:
1. ketika ia berangkat ketempat yang tidak ia ketahui.
2. Peristiwa janji Allah akan keturunan Abraham seperti bintang dilangit dan pasir ditepi pantai. Mission Imposible,
3. Peristiwa Abraham diminta untuk mempersembahkan Ishak.

Permintaan ini bukanlah mudah, tetapi Abraham taat . dalam iman mereka telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa-apa, tetapi dari jauh melihatnya dan melambai-lambai dangan iman.
1. iman mereka adalah a Visionary Faith. Oswald Sanders berkata “Iman menyanggupkan jiwa orang yang belum percaya untuk memerlakukan masa depan seperti masa sekarang dan yang tidak kelihatan seperti kelihatan.
2. iman mereka adalah a growing faith. Iman mereka bertumbuh dalam realita hidup mereka sebagai orang asing dan pendatang di bumi.
3. iman mereka adalah an enduring faith. Meskipun apa yang mereka alami mereka tidak pernah ingin kembali. Sebuah titik yang disebut “point of no return”. Artinya titik dimana orang sudah tidak mungkin kembali.
Ketika pasukan romawi ribuan thaun lalu menyerbu Inggris, ada kisah yang terkenal, ketika mereka mendarat kapal mereka dibakar habis, mengapa? Sebab mereka sudah tiba pada “point of no return” kemungkinan hanya satu: maju, kemungkinan lain mati. Mengikut Yeus tidak ada istilah mundur, yang ada hanya maju, maju dan maju.

Salah satu hal yang membuat kita tenang adalah Tuhan selalu beserta kita, yang kita butuhkan adalah taat. Namun tantangan besar sehingga kita tidak taat. Petrus pernah menyangkal , tetapi Tuhan menerima kembali, sehingga merasa malu. Ketika menerima hukuman baru tahu betapa besarnya anugerah Tuhan dan tidak mau berbalik ke belakang. Pemeliharaan Tuhan yang menguatkan panggilkan kita.

Banyak orang Kristen frustasi, karena keinginan mereka tidak terpenuhi sehingga mereka banyak yang ingkar janji dalam mengikut Tuhan, bahkan ada yang meninggalkan iman (pengalaman pelawatan) ada yang menghadapai tantangan takut dan akhirnya pindah agama (kerusuhan di Kalimantan) bukti orang krietn yang meninggalkan imannya. Isu penulis surat Ibrani.
1. Tujuan penulisan surat ini;orang Kristen keturunan Yahudi, orang yang meninggalkan imannya. Da indikasi meninggalkan imannya karena beratnya penganiayaan.
2. Mendorong umat percaya bertumbuah
3. Mendorong jemaat ikut aTuhan sampai mati. Penulis memperingatkan pembacanya untuk setia dan ntidak ingkar janji.
Bagaimana supaya tidak ingkar mengikut Tuhan?
1. Harus memiliki iman yang benar. Iman yang bersandar pada karakter Allah, Dia yang setia focus pada karakter Allah.
2. Percaya akan janji-janji Allah, Dia setia dan mampu menjawab setiap janjiNya, jangan iman yang berfokus pada berkat.
3. Harus memelihara iman dan mentaati firmanNya “karena iman Abraham taat” mengapa Abraham taat, karena dai percaya kepada perkataan Allah. Ada unsure ketaatan: “Melihat dari jauh, pengharapan, merindukan tanah surgawi”Bagaimana komitmen jemaat Tuhan mengikut Tuhan?
4. Mengikuti teladan iman dari tokoh-tokoh iman, ada 16 tokoh iman sebagai model untuk kita teladani.

Kisah yang menarik tentang iman, kareakteritik Allah.
1. Karya Tuhan yang indah, bagaimana kita harus hidup ketika Dia melepaskan AnakNya.
2. Bagaimana Dia mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
3. Allah Roh Kudus menunjukkan kepda kita bagaimana harus hidup bagi Dia dan tidak akan ingkar lagi. Mengajak jemaat untuk setiad an tidak ingkar janji.


Tak ku ingkar lagi, Pernyataan ini adalah sebuah komitment atas pengalaman perjalanan dalam beriman kepada Tuhan. Abraham pernah meragukan Tuhannya ketika ia menghampiri Hagar pembantu Sarah, ia pernah 2 kali mengaku bahwa Sarah itu saudaranya karena ia takut di bunuh karena ternyata Sarah cukup cantik untuk menyebabkan ia dibunuh. Maka komitment untuk tidak ingkar lagi adalah sesuatu yang sangat penting.
1. Banyak orang berpikir bahwa ia cukup beriman dan percaya kepada Tuhan. Dalam berpegang pada janji berkat dari Tuhan.
2. Banyak orang berpikir bawha ia cukup beriman kepada Tuhan, Dalam aman dan sukses.
3. Banyak orang berpikir bahwa ia cukup beriman kepada Tuhan. Dalam sehat dan serba ada.
4. Tidak banyak orang menemukan bahwa ia beriman dan cukup percaya kepada Tuhan ketika: janji indah tidak sama dengan kenyataan, ketika.ekonomi tidak mencukupi, ketika penyakit yang berkepanjangan tidak kunjung sembuh, ketika rasa aman terusik dan ketika segala sesuatu tidak sesuai dengan harapan.

Maka ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak anak yang paling dikasihinya, anak yang di janjikan oleh Tuhan dan harapan satu-satunya itu, bukan karena Tuhan tidak tahu iman Abrahamn, bukan juga karena Tuhan sedang bermain-main dengan anugerah janji Nya. Tetapi supaya Abraham sendiri tahu kualitas imannya kepada Tuhan, supaya abraham menemukan inilah iman kepada Tuhan, yaitu tidak ada yang lebih dikasihi selain Tuhan, tidak ada yang menempati hidupnya lebih dari pada Tuhan dan tidak adalagi yang dapat menggoyahkan imannya.

Karena iman adalah: kepercayaan penuh dalam kondisi apapuna?