Jumat, 31 Oktober 2008

BILA TUHAN BERKEHENDAK

BILA TUHAN BERKEHENDAK
YAKOBUS 4 : 14 – 15
Jumat, 31 Oktober 2008
A. Ada 5 hal dalam ayat 13:
1. Hari ini atau besok
2. Ke kota anu
3. Setahun
4. Berdagang
5. Mendapatkan untung
Yakobus - Orang yang seperti ini adalah orang yang tidak tahu hari esok, orang yang lemah. Mereka tidak melibatkan Tuhan dalam kehidupannya, mereka menyingkirkan Tuhan, merekalah Tuhan sendiri.(maka Yakobus menyebut mereka congkak)
Menurut Yakobus: sikap orang ini salah (evil) dihadapan Tuhan.
Yang Ditegur oleh Yakobus bukan usaha mereka bukan merencanakan masa depan, tetapi kecongkakkan dan tidak melibatkan Tuhan.
Maka ada 3 poin, yaitu :
(1) Ayat 13, jadi sekarang, artinya berhenti, merenung
(2) Ayat 15, ingat segala sesuatu terjadi karena kehendak Tuhan
(3) Ayat 15, Allah menjadi pusat hidup kita

B..1 Manusia adalah ciptaan Tuhan yang dikaruniai bakat yaitu untuk berkehendak.
B..2 Ada kehendak manusia, ada yang kehendak Allah. Kedua kehendak ini seharusnya selaras. Kejatuhan manusialah yang menyebabkan kedua kehendak ini tidak selaras. Bahkan didalam diri orang percaya pun kehendak ini harus senantiasa disesuaikan.
B..3 Melihat kenyataan ini firman Tuhan mengajak kita melihat hakikat diri kita bahwa kita harus :
o Menyadari kesementaraan kita dan kefanaan kita serta keterbatasan kita.
o Hidup kita yang sementara ini akan menjadi berarti ketika berjalan dalam pimpinan-Nya.

C..1 Ada 2 tipe orang : sok tahu dengan masa depan (contoh : di TV ada yang mempromosikan tentang masa depan, lalu ketik REG…), orang yang tidak mau ambil pusing dengan masa depan.
C..2 Ayat 13, 16, orang congkak yang sombong akan perhitungannya sendiri.
C..3 Ayat 17, orang yang berdosa karena mengandalkan diri sendiri.
C..4 Yakobus – manusia seperti uap, hanya sebentar, beberapa detik, tanpa dikenai tindakan akan hilang. Menggambarkan akan kelemahan, kerapuhan manusia. Ini yang membuat manusia harus berserah pada Tuhan akan segala perencanaan, dan kehendak manusia dalam hidupnya.
C..5 Untuk merasa bahagia : berserah pada Tuhan, tidak boleh sombong.

D. Pendahuluan: Pada pasal 1, Yakobus berfokus pada iman yang diperhadapkan dengan tantangan dan kesulitan dalam kehidupan; pasal 2 dan 3 berfokus pada tindakan iman; pada pasal 4, ia berfokus pada apa yang terjadi ketika umat percaya gagal mempercayai Allah. Secara khusus pada 4:13-17, ia berbicara soal ketergantungan atau melibatkan Allah dalam perencanaan. Yakobus menulis surat ini ditujukan kepada orang Kristen Yahudi diaspora yang tersebar di seluruh kekaisaran Romawi. Karena itu, bagi mereka, membuat rencana bisnis dan melakukan perjalanan bisnis itu sesuatu hal yang sudah umum. Sehingga mereka mengandalkan diri sendiri dan membanggakan diri atas keberhasilan yang mereka capai. Dalam konteks demikian Yakobus menasihatkan mereka agar mengingat Allah dan kehendak-Nya. Apakah arti atau ungkapan “Jika Tuhan Menghendaki”?
1. JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI (4:13-14)
A. Eksposisi: à Ayat 13, Dalam rencana bisnis, orang Yahudi Kristen melibatkan dua hal: waktu (hari ini atau besok/ there’s a start time; today or tomorrow) dan tempat (ke kota anu dan di sana/ there’s a place; such and such a city). Istilah “Kami berangkat; kami akan tinggal; kami berdagang serta mendapat untung” mengindikasikan bahwa mereka mengandalkan hikmat, kekuatan dan kecakapan mereka sendiri dalam menjalani urusan bisnis mereka. Karena itu, melalui Yakobus, Allah memperingatkan mereka (termasuk kita hari ini) agar jangan menyombongkan diri (lih. Ayat 16 “Kamu memegahkan diri dalam congkakmu). Ayat 14à Kepada mereka yang membanggakan/ menyombongkan diri, Yakobus mengingatkan dua hal: 1) Bahwa manusia itu tidak tahu apa yang akan terjadi besok; 2) Manusia itu fana/temporer yang dilukiskan seperti uang yang sebentar lenyap.
Teks bdk.: Ams. 27:1à Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.
2. LIBATKAN TUHAN DALAM PERENCANAAN (4:1-165)
A. Eksposisi: à Ayat 15, Kunci untuk mengatasi kesombongan/kecongkakan adalah dengan memiliki sebuah perspektif Ilahi, yakni percaya kepada Allah. Ketika membuat rencana dan tujuan untuk masa depan, umat percaya harus mempertimbangkan Allah dan kehendak-Nya. Kita tidak boleh bertindak seperti orang bodoh (Luk. 12:16-21). Tetapi kita harus mengakui bahwa kebahagiaan sejati dan hidup bermanfaat sepenuhnya tergantung kepada Allah. Prinsip hidup yang harus kita pegang adalah “Jika Tuhan Menghendaki” (If it is the Lord’s will). Jika kita sungguh-sungguh berdoa, katakan: Jadilah kehendak-Mu (Mat. 26:42), maka kita memiliki kepastian bahwa hidup kita saat ini dan kelak ada di bawah perlindungan Allah (Kis. 18:2; 1Kor. 4:19; 16:7; Ibr. 6:3).
Teks bdk.: Yoh. 15:1-5à Yesus pokok anggur, kita rantingnya, bicara soal ketergantungan kita dengan pokok/sumber kehidupan.
B. Ilustrasi : John Calvin -> “Hidup manusia tidak lebih dari pada uap atau bayangan, karena itu kita harus mementingkan kekekalan dan mengerahkan segenap kekuatan kita untuk bebas dari jerat – jerat kesementaraan.”

E. Tiga hal yang akan kita pelajari dalam Kitab Yakobus :
- Hidup adalah sekarang – dituliskan seperti pedagang mencari keuntungan. Namun Yakobus mengatakan keamanan dan kenyamanan dengan cara ini adalah ilusi. Karena pada akhirnya semua ini tidak bisa diandalkan.
- Hidup ini singkat – seperti uap. Dalam Mazmur 90 : 10, Musa berkata dalam masa hidupnya 120 tahun ia menyadari betapa singkatnya hidup ini, tanpa ada perencanaan bersama Allah maka tidak akan pernah bermakna dalam hidupnya.
- Hidup adalah kedaulatan Allah – Allah berdaulat atas hidup kita. Kalimat “Jikalau Tuhan menghendaki” terlalu sering digunakan, sehingga signifikansinya menjadi terlalu umum, karena itu mereka harus mengakui Dia dalam segala perencanaan.

F. Pertanyaan bagi remaja : “Apa yang kita kehendaki dalam hidup kita ?”
Yakobus ini kitab singkat, tetapi salah satu menekankan jemaat agar dewasa dalam Kristus. Tidak bergantung pada usia, pada lamanya menjadi orang Kristen, tidak tergantung pada pelayanan, tetapi bergantung pada pengenalan Tuhan secara pribadi dalam diri.
Dewasa dalam Kristus :
1. Melibatkan Tuhan dalam perencanaan, misalnya dalam studi. Bagaimana menjadikan Tuhan nomor 1.
2. Mengisi hidup dengan hal – hal yang bernilai kekal.
3. Tidak Sombong.
4. Tahu yang baik dan mau melakukannya ( ay. 17 ).
Untuk melakukan semua ini membutuhkan pimpinan Tuhan.

G. Pengalaman dapat mengajarkan sesuatu yang bijak, tetapi tidak semua pengalaman menjadikan bijak. Film action – semuanya diatur dengan perencanaan A,B,C, tetapi ada sesuatu yang tidak dapat diprediksi, tetapi biasanya berakhir happy ending. Kenyataannya hidup ini tidak dapat diprediksi.

H..1 Bgmn mengerti akan kehendak Tuhan yang di sorga , manusia di bumi? Akhirnya pemahaman umum memang susah mengerti kehendak Tuhan.
H..2 Ada kehendak Tuhan tapi di Alkitab, pada jaman ini tidak mungkin.
Dalam Knowing God : lewat rasio dan lewat hati.
Lewat rasio : Berpikir – memikirkan kesudahannya ( sebab akibat) – meminta nasihat ( Ams 12 : 24) – mempertanyakan motivasi dalam keputusan – menunggu Tuhan ( membutuhkan hati – rendah hati dan takut akan Tuhan ) .
S. Ferguson – The Point contact between God’s revealed will and my personal obedience and walk in his will for my own life lies in the heart. C. Swindoll – bergerak dari tidak tahu menjadi tahu, belajar kehendak Tuhan dari tahu menjadi tahu kalau itu sulit.

I. Objek surat Yakobus kepada 2 kel: orang kaya dan org miskin. Pasal 4 berbicara kepada pedagang. Mereka merancang masa depan dengan melibatkan Allah.
Mengakui hak Allah atas hidup kita
Mengakui kuasa Allah
Mengakui limitasi manusia
Penekanan pada benefit dengan melibatkan Tuhan:
Menjadi real
Menjadi benar dalam perspektif Tuhan
Mendapat berkat dalam merencanakan dengan Tuhan
Mat 33- “Cari dahulu kerajaan Allah” - orang yang menempatkan Tuhan. Ketika yang lain hancur, ia tetap memiliki Tuhan.

J. Yakobus pada umumnya practical, dari segi teologisnya menyinggung soal man-centered atau God-centered. Manusia meskipun sudah percaya( ikut Tuhan) masih tetap mengutamakan diri( man –centered) seakan - akan bisa menyelamatkan diri karena melakukan rukun agama. Orang yang seperti ini tidak akan membawa kemuliaan Tuhan. Tidak melihat hasil tetapi tahu bahwa yang diutamakan adalah Tuhan, menjadi pusat dalam hidupnya.

K. Pedagang mempunyai indera ke 6 untuk naluri bisnis. Untuk mengambil atau tidak suatu peluang, biasanya diambil, karena kesempatan ini mendatangkan uang. Pedagang Kristen (mengutamakan Tuhan) & non Kristen (mengutamakan uang). Dalam Dollar dituliskan “In God We Trust”, tetapi saat resesi terjadi, maka mengembalikan pada Amerika bahwa dasar bangunan dan Negara adalah dalam Tuhan, tetapi sekarang banyak yang tidak kembali pada hal itu.
Ada 2 prinsip dalam Yakobus :
1. Segala sesuatu itu terbatas – menyadarkan bahwa suatu saat kita akan berhenti.
2. Kehendak Tuhan – apakah menjadi prioritas dalam hidup kita.
Reformasi – Sola Fide, Scriptura, Gratia, Christe, ini mengembalikan semuanya pada Tuhan. karena jika tidak akan mengakibatkan penyimpangan dan kemerosotan moral manusia.

L. Reformasi membawa transformasi bagi iman keyakinan kristiani, mengubah pola hidup antroposentris menjadi teosentris. Dalam teori Tulip total depretivy adalah dikarenakan kecongkaan manusia, maka dalam suasana surami ekonomi yang kini melanda dunia menghapus segala kecongkakan dan kebanggan manusia. Prediksi dalam succesfull bisnis, make money dan profit by trading (ayat 13) menjadi sangat tidak menentu, maka insya Allah (bila Tuhan berkendak) menjadi pokok tema untuk mengajak jemaat untuk lebih bersandar pada Allah, agar menyerah penuh pasrah, indah terarah supaya berencana tanpa kuatir, berjalan tanpa gelisah, tenang tanpa tegang, rindu tanpa kesusu (paksa).

Semata-mata adalah anugerah itu sebabnya insya Allah dalam konteks theosentris memiliki arti sebagai berikut :
1. Tuhan yang inisiatif
2. Hanya Dia sandaran kita
3. Ia yang menjadikan
4. Ada Tuhan ada jalan
5. Nyenyak sampai fajar
6. Indahkan hari ini
7. Berkat manfaat
8. Bebas bergerak
9. Tenang bahagia
10. Besar jiwa lapang dada

Kiranya Tuhan memberi hikmat keberanian, iman dan kemampuan agar kita dapat mengatasi segala yang bakal terjadi, karena Tuhanlah unsur penentu sumber hidup, hikmat dan pohon selamat kita satu-satunya.
Yakobus 4: 13 – 17
Bagian dari kebenaran yang meningatkan para jemaat tetang gaya hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Yak 4: 8 “orang berdosa” - mendua hati” pasal 4 :4 Org tidak setia, yg menjadi sahat dunia, ay 6 “ orang yg congkak” ay 11 “memfitnah” dan menghakimi” sesama, (dosa kesombongan kecongkakan). Ayat 13 “hari ini atau besok “ berdagang dan mendapat untung “ mereka berencana tanpa melibatkan Tuhan, beroretasi kepada “untung” Kesimpulannya adalah mereka tidak bergantung kepada Tuhan- optimis dengan dirinya. Ay 16 “Memegahkan diri dalam congkamu” ay 17 “tetapi kalau kamu tahu berbuat baik tetapi tidak melakukannya ia berdosa”
HIDUP HARUS BERGANTUNG PADA TUHAN ( Kalau Tuhan mnenghendaki dalam ARabnya insaallah- kalau Tuhan menghendaki.. bhs yg dipakai oleh orang Kristen di Arab.
RENDAH HATI ARTINYA SEMUA Hanya Anugerah dan
Ay 15. AGENDANYA TUHAN BUKAN AGENDA SAYA, dalam hidup ini.

M. v.4 dosa adalah suatu lifestyle, yaitu bersahabat dengan dunia; v.8 dosa adalah juga mendua hati; v. 11 suka menghakimi orang lain dan v. 16 congkak. Maka Yakobus menghendaki pembaca untuk rendah hati dan bergantung kepada Tuhan. Dosa yang paling besar adalah tidak bergantung kepada Tuhan. V. 15 à orang Kristen Arab pakai bahasa “Insya Allah”, ini yang diadopsi orang Islam. V. 17 kesimpulan: berbuat baik berarti agenda Tuhan lebih utama daripada kehendakku sendiri; hanya kehendak Tuhan yang jadi.

N. Pasal 4 merupakan satu kesatuan. Perikop2 sebelumnya berbicara tentang berbagai bentuk dosa dan perlawanan manusia kepada Tuhan. Perikop ini bicara tentang kesombongan manusia, tidak mengutamakan dan melibatkan Allah. Bukan berarti manusia tidak boleh membuat perencanaan2 ke depan, tapi jika dilepaskan dari hubungan dengan Tuhan menjadi kecongkakan, karena sebetulnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Misalkan: resesi ekonomi di mana tidak ada seorangpun yang tahu harga saham esok. We don’t know the future but we know who holds tomorrow. Ingat bahwa hidup adalah sementara. Mat 8: 24 ada satu kata penting “sekonyong2” à tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi, sehingga sangat penting untuk bergantung kepada Tuhan. Tidak ada seorangpun yang siap dengan sekonyong2.

O. Kontras antara v. 13 dan v. 14 à perencanaan sendiri padahal tidak tahu apa yang akan terjadi. Jadi kembali harus bergantung kepada Tuhan. Ini bertentangan dengan konsep dunia yang bersandar pada kekuatan dan menggali kemampuan diri (self confident) >< 2 Kor 11: 30; 2 Kor 12: 6 – 7 à Paulus sadar akan kelemahan dirinya sehingga bermegah di dalam kelemahannya itu.

P. Alkitab seringkali mengumpamakan hidup manusia seperti bunga rumput, uap, jaga malam (Mzm 103: 15) à begitu singkat dan hanya sekejap mata. Kita harus sadar bahwa hidup ada di tangan Tuhan, jadi apa arti hidup kita jika tanpa Tuhan? Maka penting untuk bersandar kepada Tuhan, seringkali merencanakan segala sesuatu terlalu buru2, langsung ambil keputusan tanpa bertanya kepada Tuhan.1
1. perlu menjadi catatan bagi gereja2 bahwa seringkali keputusan2 diambil tanpa menantikan Tuhan. Misalkan: pengutusan Paulus dan Barnabas di Alkitab melalui doa dan puasa, tidak langsung ditetapkan. Jadi usulan supaya di dalam konteks bergereja untuk memutuskan banyak hal perlu didoakan sungguh2. Memang secara natur manusia berdosa untuk bergantung kepada Tuhan sangat sulit.

Q. Waspadalah dengan dosa pasif. Bukankah kesombongan sering dikatakan sebagai dosa favorit Iblis, dan salah satu manifestasi kesombongan adalah tidak bergantung pada Tuhan.

R. Konteks jemaat saat itu adalah keadaan secara ekonomi yang cukup baik (sudah sukses). Kerohanian bukan hanya rajin doa, persembahan, tapi juga keseluruhan hidupnya. Berusaha untuk mencari untung adalah hal yang wajar, tapi secara spiritual ternyata terselip suatu kesombongan yang terselubung karena mengandalkan diri sendiri, terlalu pede. Mereka sama sekali tidak mengandalkan Tuhan, terlalu mengandalkan kepintaran, pengalaman sendiri. Di dalam overconfidence mereka juga ada unsur keserakahan. Jadi intinya adalah nasihat untuk tidak mengandalkan diri dan melupakan Tuhan à kesombongan yang Tuhan benci!1.
1. bisa jadi resesi ekonomi ini merupakan warning dari Tuhan untuk seluruh dunia à bahaya kemantapan, kemakmuran, dan kestabilan yang sebetulnya dalam dunia ini bersifat sementara.
2. hati2 juga kalau kehidupan hamba Tuhan yang sudah memasuki comfort zone dan segala sesuatunya stabil. Ada istilah black Thursday à banyak orang kaya di Wall Street yang karena resesi jatuh miskin mendadak.
3. ingat bahwa perikop ini ditujukan kepada orang dunia, tapi justru orang2 percaya yang mungkin merasa sudah sering datang ke gereja.