Sabtu, 25 Oktober 2008

KU DAN SEISI KELUARGAKU (Yosua 24:14-15)

Ku dan Seisi Keluargaku (Yosua 24:14-15)
Pembahasan 24 Oktober 2008
Tujuan:
Rangsangan, godaan, dan pencobaan dapat mengalihkan perhatian orang beriman ke jalan yang sesat, namun bila Tuhan menjadi kepala keluarga, keyakinan yang mantap akan membuat kita terpelihara dengan utuh dan sempurna, karena iman bagaimana perisai untuk melawan panah api dari segala penjuru.
A. Di dalam Yosua pasal 24 kita berbicara tentang seluruh keluarga melayani Allah. di dalam gerakan Injil yang lalu kita melihat banyak gerakan dari keluarga.
- Seluruh keluarga menjadi Kristen
- Satu suku percaya kepada Tuhan
Di dalam perikop ini percaya kepada Tuhan seisi keluarga merupakan hal yang penting, di dalam dunia modern ini menjadi urusan individu. Nilai kekeluargaaan menjadi hambar. Gereja zaman ini kurang menekankan kepercayaan seluruh keluarga. contoh: Zakeus: “Keselamatan datang kepada keluargamu.” Juga Kornelius dan Lidia.
Di dalam Yosua mencatat kepercayaan seluruh umat. Ini juga merupakan nasihat bagi kita semua. Di dalam pasal ini saya mlihat beberapa poin:
- Yosua ingin mengajarkan kebenaran. Pasal 23 Yosua mengumpulkan Israel dan menceritakan bagaimana perbuatan Allah. Dia menceritakan tentang anugerah Tuhan di antara mereka karena mereka masuk ke Kanaan bukan karena pedang atau kebisaan mereka. Kota2 tersebut juga bukan dibangun oleh mereka. Pohon2 anggur juga tidak ditanami mereka, tetapi anugerah Allah. Yosua mengajarkan kebenaran ini. Oleh karena itu kita juga mengajarkan ini kepada keluarga kita.
- Yosua menguatkan hati umat Israel. Penyembahan berhala masih eksis di tengah Israel. Dari Yakub sampai zaman Israel terdapat banyak penyembahan berhala. Tempat Yosua berdiri adalah tempat di mana penyembahan berhala berdiri. Dia menyerukan agar penyembahan berhala betul2 ditumpas. Artinya ia menginginkan mereka dengan sepenuh hati mengikut Tuhan. Ini sangat penting agar rohani dapat bertumbuh dan diberkati.
- Yosua dan keluarga memutuskan untuk mengikuti Tuhan. Kita harus meneladani Yesus. Kita harus mengalirkan apa yang harus dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib, yaitu ada perbuatan nyata di dalam pelayanan. Pertumbuhan yang paling baik adalah meneladani Yesus. Mereka yang memiliki kerohanian yang bagus pasti melayani Tuhan dengan seluruh keluarga. Orang yang percaya Tuhan tidak hanya menerima Kristus tetapi juga mengajar mereka menjadi murid sehinggga proses Inji mencaoai tahap yang tepat. Tanggung jawab keluarga adalah mengajar seluruh anggota keluarga melayani. Ini merupakan gerakan yang sangat penting. Bagaimana kita mendorong dan menggerakan jemaat masuk di dalam pelayanan dan membangun nilai keluarga dan memperkuat keluarga2 Kristen. Maka keluarga akan diberkati dan gereja akan bertumbuh.

B. Ada tiga hal penting yang menjadi tantangan yang diberikan kepada Israel oleh Yosus.
- Pilihan untuk kembali kepada Tuhan atau tidak
- Membuang ilah2 leluhur. Ini menyangkut tidak hanya menyembahan patung tetapi juga konsep budaya yang tidak sesuai dengan firman.
- Bagaimana mereka bisa takut dan melayani Tuhan di dalam kesetiaan.

Yosua sudah menantang dirinya sendiri sejak masa mudanya. Ia adalah Yosua yang baru dan berbeda yang sudah membentuk diri dan keluarga untuk masuk ke suatu level di mana ia bisa menantang orang lain. Sebagai pemimpin ia harus sampai kepada level itu.
C. Ini juga merupakan pilihan, suatu pilihan yang berat. Kita lihat dua hal yang sangat besar dari hati Yosua. Ada dua hal penting:
- Ia berani mengatakan aku dan keluarga. sekalipun mayoritas tidak mengikuti Allah Israel, tetap ia berani menentang arus
- Melayani. Tidak hanya sekedar percaya tetapi juga ada pengabdian. Status agama bisa menjadi anak2 Kristen, tetapi bagaimana menjadikan anak2 mengabdi kepada Tuhan ini persoalan lain.
D. John Duway di dalam lever belajar ada 4 level
- How to know
- How To do
- How To be
- How To live together
Di dalam Tuhan harus mencapai semua tahap ini. kita harus sampai kepada tahap membagiakan bagaimana Tuhan menyertai dan memelihara kita kepada anak-anak.

E. Saya melihat Komitmen ini sebagai Callenge, Decision, Experience (CDE). Ada sebuah tantangan kita harus memilih. Kita harus mengajak keluarga kita untuk beribadah mengikut Tuhan dengan tulus dan setia. Ini merupakan tantangan, keputusan yang harus diambil dan juga harus ada pengalaman bersama Tuhan. Tanpa hubungan dengan Tuhan yang baik sangat sulit untuk menghadapi tantangan zaman ini. menghadapi situasi glabal saat ini sangat sulit untuk mengadapi zaman ini.
F. Untuk remaja saya akan menekankan tentang keputusan yang diambil akan mempengaruhi lingkungan. Jika remaja berani mengambil keputusan untuk hidup didalam Tuhan maka Tuhan yang akan bekerja di dalam keluarganya. Tidak mustahil keluarganya akan dimenangkan dimulai dari keputusan yang diambilnya. Saya akan menekankan bahwa sekalipun tidak dimulai oleh orang tua yang percaya, mereka mampu berperan di dalam iman keluarga, karena Tuhan menyertainya.

G. Ini minggu penginjilan maka perlu membuat jemaat memilih Allah yang sejati kemudian dapat melayani. Yang pertama harus ada baru bisa maju ke tahap selanjutnya. Perlu diteliti lebih lanjut tentang ilah2 yang disebutkan baru menerapkannya bagi jemaat zaman ini. Baru kita bisa mengena.

H. Mengenai penginjilan dan kelaurga yang kita bicarakan, kita harus memberikan tantangan kepada mereka. Yosua menyadari bahwa nenek moyang mereka adalah penyembah berhala, tetapi semata-mata oleh anugerah Allah mereka manjadi umat Allah. Yosua mengingatkan mereka bahwa merkea berada di dalam perjanjian.
Pengalaman2 umat di dalam anugerah dialami oleh nenek moyang mereka. Ada banyak mujizat dan keindahan persekutuan dengan Allah. namun dalam kenyataannya kehidupan Israel naik turun. Umat kristen pun lebih suka dengan sensasional daripada mengenal Allah yang dengan sungguh. Yosua memberikan tantangan dengan umat. Ia tidak hanya ngomong tetapi ada relasi pribadi dengan Allah di dalam pengalaman hidupanya. Sebagai mantan pengintai, ia berani mengatakan kebenaran dan keyakinan akan penyertaan Allah.

Yosua telah menanamkan batu2 peringatan bagi seluruh keluarganya.

I. Ini merupakan pembaharuan perjanjian dan pengingatan kembali akan sejarah Israel. Yosua menyerukan agar mereka tidak beribadah kepada Allah lain mengingat perjanjian dengan Tuhan dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.

Kemudian Yosua memberikan mereka pilihan bukan untuk memberikan mereka kebebasan untuk beribadah kepada Allah lain. Melainkan menekankan agar mereka memiliki relasi yang pantas dengan Tuhan di dalam keikhlasan dan kesetiaan.

Terakhir keluarga sebagai tempat di mana perjanjian dipelihara. Kita harus mengambil keputusan mengikut Tuhan atau tidak. Perjanjian dipelihara dari generasi ke generasi melalui keluarga dengan pemberitaan mulut ke mulut

J. Di dalam konteks ini hanya 2 orang yang lahir di Mesir yang masuk ke tanah Kanaan. Ini merupakan khotbah terakhir Yosua. Ini bukan topik yang baru, tetapi mengingatkan mereka. Saudara, tempat di mana Tuhan banyak dihujat adalah di daerah mayoritas Kristen dan di sekolah telogia. Saya ingin menekankan tentang hubungan. Hnaya di dalam Kekristenan bahwa dengan percaya kepada Tuhan kita diubah menjadi serupa Tuhan. Relasi dengan Tuhan hanya sampai kepada “tahu”. Tetapi percaya kepada Tuhan itu harus ada relasi “aku-Engkau”. Waktu seseorang melihat gunung ia kita itu dekat pdahal masih jauh. Banyak orang seperti hubungannya dengan Tuhan. Survei membuktikan bahwa 85% orang yang ke gereja adalah orang2 yang tidak memiliki interaksi pribadi dengan Tuhan. Banyak orang rela mati demi agama tetapi tanpa relasi pribadi dengan Tuhan.

Transformasi dapat terjadi ketika kita tidak hanya mengetahui ajaran Alkitab tetapi juga harus adalah relasi pribadi dengan Tuhan.
K. Ada satu ayat yang sangat menarik kita telaah yaitu ayat 19. Yosua ingin menunjukkan kepada bangsanya ketidakmampuan dan ketidakberdayaan menyembah Tuhan. Yosua mengetahui kualitas bangsa itu di dalam berbadah keapda Tuhan sehingga khotbahnya yang terakhir itu sempat menyiratkan kekhawatirannya. “Tidakkah kamu sanggup beribadah kepada Tuhan?” Ay. 7b juga menyiratkan hal ini. “Matamu sendiri telah melihat apa yang dilakukan Tuhan.” Ay. 10b “Dimikianlah aku melepaskan kamu dengan tangannya.” Ay. 12 “Sesungguhnya bukan oleh pedangmu... kamu memperoleh semuanya.” Kita harus membandingkannya dengan Mzm. 127 “Tuhan memberikannya waktu tidur.” Yosua ingin menekankan tentang anugerah. Dengan kata lain, Aku memberikannya tanpa kamu bersusah-susah.

Dalam rangka minggu penginjilan dan bulan keluarga saya ingin mengingatkan jemaat terutama tokoh2 gereja. banyak di antara mereka keluarganya tidak pernah dibina. Kalau kita lihat di Kitab Hakim 1:27 “Mereka beridadah kepada Tuhan pada zaman Yosua dan tua2 yang hidup lebih lama darinya.” Diceritakan bahwa setelah angkatan yang lama habis maka orang Israel mulai melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka beribadah kepada Allah lain.

Setiap kali berkhotbah tentang Yosua ini saya ingat tentang kaluarga saya yang adalah mantan penyembah berhala. Saya dipersiapkan menjadi rahib/biksu. Tetapi Tuhan rubah menjadi boksu. Tadi semu mengingatkan hal yang penting. Di gereja2 Karismatik sangat ditekankan pemutusan rantai penyembahan berhala masa lalu.

Ketika nenek saya bertobat dan menerima Tuhan Yesus maka baru meja penyembahan berhala itu bisa disingkirkan oleh anugerah Tuhan. Setiap hari doa yang tidak pernah kami lupakan adalah agar anak2 kami takut akan Tuhan. Kami tidak minta yang lain. Yang penting jangan sampai generasi yang baru lepas dari Tuhan. Ini penting sekali karena banyak orang tua yang rohani tetapi anak2 tidak takut kepada Tuhan.

Secara manusia kita tidak berdaya membawa anak2 kita kepada Tuhan kecuali dengan tulus ikhlas dan setia. Dengan ini tidak sia2lah membangun dan membesarkan jemaat HIT.
L.1 Takut akan Tuhan (ay. 2-13)
L.2 Beribadah kepada Tuhan
L.3 Jauhkan ilah-ilah lain

Di dalam pelawatan saya ada anak2 yang dimarahi karena mereka berdoa kepada Tuhan. Orang tuanya mengharuskan mereka berdoa kepada orang tua. Ini membuat mereka takut tetapi mereka tetap mau percaya. Seperti perikop ini ada keputusan yang harus diambil. Di sini saya akan menantang jemaat untuk memilih berbadah kepada Tuhan
M. Hari Minggu ini hari penginjilan. Saya ini menyampaikan kepada anak2 remaja bahwa hidup ini tidak mudah dan kemungkinan untuk mengalami kehancuran itu mungkin sekali.
Saya minggu ini bolak-balik di sel2 penjara. Saya melihat banyak sekali anak muda di sana bermasalah dengan narkoba. Mereka ada di sana dan sepertinya tidak ada kemungkin bahwa mereka menjadi baik, tetapi saya datang ke sana hanya bertugas untuk menguatkan bahwa ada Allah yang mahakuasa melindungi dia. Di dalam hal ini ada 3 hal yang ingin saya sampaikan:
- Ada kekuatiran yang besar bahwa bangsanya akan kembali kepada penyembahan berhala. Yosua mengingatkan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.
- Kasih Allah itu menantang setiap orang untuk membuat keputusan untuk percaya kepada Allah saja. Setiap kasih Allah hanya bertujuan agar orang yang dikasih Allah agar percaya dan menyembah kepada Allah saja.
- Kasih Allah itu seharusnya membawa kita memilih kepada komitmen dan pengalaman untuk mengisi hidup keluarga bersama Tuhan. Ini hal yang sangat mendasar bahwa kasih Allah itu akan membawa kita kepada komitmen dan pengalaman hidup bersama dengan Tuhan. Mencapai hal ini harus ada keputusan yang diamnbil
N. Ini berbicara tentang melayani Tuhan bersama (serving God together). Dalam melayani Tuhan, itu bukanlah mengenai pergi ke gereja, melakukan persekutuan, ataupun hanya melakukan pelayanan di dalam gereja saja, tetapi melayani Allah dan menjadikan Allah sebagai Allah. Bahkan di dalam PB juga disampaikan bahwa jangan sampai kita melayani dua Allah, yaitu Allah dan mamon secara bersama-sama.
Serving God Together, memiliki pengertian bahwa kita benar-benar meng-Tuhankan Allah dalam seluruh kehidupan kita, dan menjadikan diri kita sebagai hamba dihadapan-Nya. Oleh sebab itu, sebagai seorang hamba:
- Kita menjadikan Allah dalam waktu dan energi.
- Kita menjadikan Allah di dalam pikiran dan dalam waktu kita untuk berkontemplasi (selalu meninggikan Tuhan lebih dari opini lainnya).
- Kita menjadikan Allah di dalam proses ketika kita ingin membuat keputusan.
- Kita mencerminkan Allah di dalam setiap perbuatan kita.
- Kita menjalankan perpuluhan sebagai sesuatu yang wajib untuk dilakukan.

Serving God Together juga merupakan komitmen kita kepada Allah, dan kita menyatakannya melalui kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana caranya: Yos. 24:23 yaitu dengan meninggalkan Allah asing dan mencondongkan hati kita hanya kepada Allah. Atau di dalam PB juga dikatakan mengenai tanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (sama halnya seperti yang dikatakan oleh pemazmur yaitu bahwa “serving God with gladness).
O. Di dalam keluarga dan kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan2 yang menentukan banyak hal dalam hidup ini. Pada masa akhir hidupnya Yosua mengumpulkan Israel untuk mengadakan pembaharuan perjanjian.
- Mengarahkan mereka bukan kepada dirinya sendiri tetapi kepada Allah dan apa yang telah dilakukan-Nya di masa yang lalu.
- Ia mendorong Israel untuk meresponi berkat Tuhan untuk tetapi beribadah
- Yosua menantang mereka untuk berkomitmen melayani Tuhan atau melayani keluarga

Kuncinya adalah:
- Ingat segala kebaikkan Tuhan (Knowing God)
- Miliki hati yang takut akan Tuhan. Allah megasihi tetapi juga adil. Ia menuntut segala pertanggungjawaban. Kita menantang supaya jemaat sungguh2 kepada Tuhan
- Memiliki hati yang mengasihi Tuhan (relasi pribadi dengan Tuhan).

John Calvin mengatakan bahwa seseorang mengenal Allah dan mengenal dirinya sebagai orang berdosa maka hasilnya ia akan menajdi orang yang tahu diri.

Ada dua pidato perpisahan yang besar di Alkitab. Pertama Samuel dan yang kedua adalah Yosua. Mereka adalah orang yang telah mengalmi hidup bersama Israel sebagai bangsa yang keras dan tegar tengkuk. Ada dua hal penting:
-Komitmen mengikut Tuhan. Mau menyembah Allah Israel atau Allah yang lain; Allah yang hidup atau allah yang mati.
-Tidak bercabang hati. Ia menyadarkan Yosua akan bahaya ini. Jika engkau tidak berpaut maka Tuhan tidak akan menyertai. Inilah yang menjadi penekanan Yosua di mana ia membawa keluarganya kepada Tuhan.
P. Ini merupakan masalah yang tidak pernah selesai yaitu hubungan manusia dengan Tuhan. Yosua lebih dahulu mengingatkan ini kepada keluarganya. Tanpa kita sadarri kita banyak memasukkan spirit yang bukan dari Tuhan. Ia keluargakan itu dari hidup dan keluarganya. Baiklah kita menjadi orang tua yang baik untuk menghasilkan anak yang baik.

Q. Ada 3 hal penting:
- Yosua menjadi contoh. Ketia ia menjadi contoh ia memilih beribadah kepada Tuhan. Pilihan Israel seringkali kepada Allah-Allah lain.
- Dalam konteks mereka masuk ke dalam Kanaan dan hidup dekat dengan bangsa2x lain, itu berarti mereka diperhadapkan dengan begitu banyak pilihan. Yosua menekankan kalau ingin beribadah kepada Tuhan itu adalah pilihan. Ada banyak godaan, siapakah yg sanggup menuntun kita kepada yg benar.
- Pilihan ini akan melepaskan dari suatu penghakiman, tidak ada suatu kuasa yg dapat melepaskan dari penghakiman, yaitu Tuhan Allah sendiri di dalam Yesus Kristus.

R. Diakhir bulan Oktober di bulan keluarga, pada kebaktian minggu PI, “Aku dan seisi keluargaku” menjadi hal yang perlu dikaji bersama. Yosua membawa jemaat pada suatu persimpangan jalan untuk mengadakan pemilihan dalam decision making :
- Meninggalkan ilah-ilah untuk tetap ikut Tuhan
- meninggalkan Tuhan untuk mencari jalan lain

Namun Allah yang kudus dan cemburu tidak dapat menerima, bukan kalah bersaing melainkan getun, mengapa tidak pilih yang terbaik karena Allah Yehova adalah pemegang janji, pemberi kasih, penyata kemurahan, serta memelihara dan menyelamatkan, Ia selalu memberi yang terbaik (He keeps His promise, shows His mercy, fills His love, gives the best; He keeps and saves the nation – His loving kindness is better than life Mazmur 63:3)

Semi, pagi, rajin, dan damai merupakan 4 hal yang penting dalam membuat rencana untuk setahun, sehari, seumur hidup dan hidup sekeluarga, untuk “Ku dan Seisi Keluargaku” : damai merupakan hal yang penting dan damai itu hanya dapat dimiliki dari perdamaian yang terjalin melalui rekonsiliasi dengan Allah secara vertical, baru muncul perdamaian antara diri dan diri sendiri, diri dengan orang lain secara horizontal, dan diri dengan ciptaan Tuhan secara universal, maka damai, tenang, ramah, sopan dan keindahan dalam kesederhanaan akan menjadi hidup yang berarti bagi orang yang beriman kepada Allah, karena konsep agama seseorang menentukan konsep hidup dan konsep hidup menentukan konsep kosmosnya (waktu dan ruang).

Ada 4 tiang penunjang kebahagiaan hidup, yaitu : Ibadah, Keluarga, Karir dan hubungan sesama manusia. “Ibadah” dalam keyakinan beragama adalah hal yang utama untuk menentukan norma dan nilai hidup berkeluarga dan bermasyarakat.

Dalam Mazmur 23, Daud seorang gembala menyatakan Tuhan adalah gembala dari semua gembala, maka seorang bapa selaku kepala keluarga, harus menjadi imam untuk memimpin keluarganya beribadah kepada Allah.

Family Altar harus dibangun dengan teguh agar firman, doa dan ibadah menjadi pola hidup berkeluarga, karena : Tuhan adalah kepala keluarga, Tamu yang Agung di meja makan dan Pendengar yang baik bagi setiap ucapan. Hidup damai dengan Allah dan sesama hanya mungkin terjalin melalui kebulatan hati dan berjalan di dalam kebenaran Firman dan terang kasihNya.

Dalam Yosua 24:21, Yosua mendapat jawaban yang tegas dan respon yang positif dari mereka yang ditantang yaitu : “Hanya kepada Tuhan saja kami akan beribadah”

Kiranya kotbah kita dapat mengajak jemaat untuk mencari Tuhan selagi Ia berkenan ditemui dan berdoa kepadaNya selagi Ia dekat, Yesaya 55:6.