Sabtu, 18 Oktober 2008

DIBERKATINYA MEREKA

Pembahasan 17 Oktober 2008
DIBERKATINYA MEREKA
MAZMUR 127
A. LB: mzm ini ditulis oleh salomo, walaupun ada juga penafsir yg mengatakan tidak (jika bukan, maka yg paling mendekati adalah daud). Mzm ini, sama seperti mzm 128 dinyanyikan oleh para peziarah dalam perjalanan mereka keYerusalem. Mzm 120-134 adalah nyanyian ziarah, 4 ditulis oleh daud, 1 oleh salomo, dan 10 tidak diketahui. Mzm2 ini ditulis terutama untuk orang2 israel yg tinggal di utara, atau yg jauh dari yerusalem untuk dinyanyikan selama perjalanan mereka ke bait Allah. Akar kata anak lelaki (ben)maupun perempuan(bath) berasal dari kata banah yg berarti membangun. Orang yahudi sadar bahwa mereka harus mendidik anak mereka step by step, seperti ketika mereka membangun rumah.Mzm 127 ini mengingatkan umat bahwa keamanan dan berkat adalah pemberian dari Tuhan, bukan hasil dari jerih payah mereka. Tanpa perlindungan Allah, semua jerih payah sia2. Anak adalah puncak keamanan tertinggi bagi bangsa Israel. Atau bisa dikatakan bahwa anak adalah berkat terbesar bagi umat Israel. Beberapa hal yg dapat kita pelajari dari pasal ini dalam kaitannya dgn berkat Tuhan, terutama dalam keluarga adalah
- Manusia harus bekerja. Mazmur 127 dengan jelas berbicara tentang sebuah pekerjaan
Manusia harus bekerja bukan sekedar untuk melangsungkan kehidupan mereka, namun lebih dari itu manusia bekerja karena Allah kita adalah Allah yg bekerja (kej. 1:1).
Dalam kaitannya dengan membangun sebuah keluarga, ayat 4 mengatakan bahwa anak2 adalah anak panah, namun tetap bagian dari orangtua adalah mengarahkan anak panah itu pada sasaran yg tepat. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana kita mengarahkan dan mendidik anak dan membangun keluarga kita?
Mendidik dalam bahasa ibraninya merujuk pada 2 hal
1. Merujuk pada apa yg harus dilakukan pada bayi yg baru lahir. Tradisi ibrani menunjukan bahwa bayi yg baru lahir dari bangsa Israel akan segera dipeluk oleh ibunya, lalu tangan dari sang ibu akan dicelupkan kedalam air yg sudah dicampr dengan larutan dari biji2an, anggur, atau minyak zaitun, setelah itu tangan sang ibu akan masuk ke dalam langit2 dari mulut sibayi atau gusinya. Hal ini dilakukan untuk merangsang rasa haus dari sibayi, sehingga jika rasa haus itu muncul, sang ibu akan segera menyusui sang bayi dgn air susu dari sang ibu
2. Merujuk pada kuda yg masih muda. Kuda yg masih muda sangatlah liar dan haruslah diberi tali kekang pada mulutnya sampai kuda ini tunduk pada majikannya
Dua hal ini berkaitan dalam hal mendidik anak kepunyaan Tuhan sendiri. Ini berarti bahwa kita harus menciptakan rasa haus rohani bagi anak2 atau keluarga kita, itu berarti mengarahkan mereka kepada iman dan hidup dalam Kristus. Ini juga berarti bahwa kita harus memberikan tuntunan dalam hal moral dan mengajar mereka untuk taat pada Tuhan dan FirmanNya.
Inilah divine relationship yg Tuhan percayakan bagi setiap keluarga didalam membangun rumahtangganya. Dan didalam partnership ini tidak ada tugas yg terlalu berat bagi kita, namun tidak ada juga usaha yg akan berhasil, walaupun itu yg terbaik dari kita, tanpa Tuhan ada didalamnya. Bukan untuk menjadikan orang Kristen malas dan melepaskan tanggungjawabnya, namun untuk bersukacita karena mengetahui bahwa jika kita mengerjakan yg terbaik, maka Allah akan membereskan segala sesuatunya. We do our best, n God will take the rest. Leave the rest to our divine partner. kata sia-sia 3 kali disebutkan dalam Mzm ini. Janganlah kita menjadi orang2 yg membangun didalam kesia-siaan.

- Berkat termasuk anak adalah milik Tuhan
Dalam kaitannya dengan keluarga dan anak, anak adalah Gift Belonging to God (ay 3) yg artinya anak adalah pemberian yg adalah milik Tuhan. Mereka ditempatkan Tuhan untuk kebahagiaan kita. Hal ini berlaku bukan saja pada anak, namun pada semua berkat yg Tuhan percayakan pada kita semua.
Rabi yahudi biasa mengajar kepada anak2 bahwa mereka mempunyai tiga orangtua, Tuhan, ayah dan ibu mereka. Jika kita memiliki perspektif ini, yaitu bahwa anak atau berkat apapun yg ada pada kita adalah milik Tuhan, maka akan ada perubahan dalam mendidik atau mengelola itu semua. Jika itu semua, termasuk anak adalah milik Tuhan maka:
1. Kita dapat mempercayai Tuhan untuk menyediakan apa yg mereka perlukan dan melindungi mereka dari bahaya
2. Kita harus mendidik mereka dalam jalan Tuhan, bukan jalanku atau jalan siapapun juga
3. Kita bertanggung jawab padaNya atas apa yg kita ajarkan pada anak2 kita
4. Dia berhak unutk memakai mereka untuk melayaniNya, dimanapun itu dan bahkan berhak unutk mengambil mereka dari tangan kita
Pada hakekatnya semua yg ada pada kita adalah pemberian tuhan dan itu semua adalah milik Tuhan yg dititipkan untuk kita manage, kita olah untuk kita kembalikan bagi kemuliaannya. Semua berkat Tuhan akan menjadi sia2 jika gunakan untuk kepantingan diri sendiri dan tidak kita kelola dgn tujuan akhirnya adalah untuk kemuliaan Tuhan.

-Terakhir adalah sumbernya. Ini yg terpenting, bukan berkatnya, namun sang pemberi berkat.
Allah memerintahkan bangsa Israel untuk berkumpul beribadah dibait Allah 3 kali dalam setahun. Bagi bangsa Israel, bait Allah adalah tempat dimana allah berkenan hadir. Namun disini juga kita melihat bahwa berkat perlindungan dari allah mengalir dari zion kesegala penjuru bumi. Jadi 3 kali dalam setahun mereka datang kebait allah bukan sekedar untuk berkat, namun jauh daripada itu, allah ingin umatNya bertemu langsung dengan sumber berkat itu, yaitu Alah sendiri.
Penutup /to do
Keluarga adalah berkat dari Tuhan, jika hari ini keluarga kita harmonis dan sejahtera, bersyukurlah pada Tuhan, karena semua itu bukanlah hasil dari jerih payah kita, melainkan anugerah tuhan. Jika hari ini keluarga kita jauh dari apa yg dikatakan harmonis, daripada menyalahkan anggota keluarga, lebih baik datanglah kepada Tuhan, mungkin masalahnya bukan pada mereka, namun kita. Jika hari ini keluarga kita jauh dari harmonis padahal kita telah berusaha membangun keluarga yg takut akan Tuhan, bersabarlah dan menunggulah di dalam Tuhan, karena dalam Dia, jerih payahmu tidak akan sia-sia. Dia akan memberkati kita dan keluarga kita dari Zion.
Amin.

B.Mazmur 127 tidak bisa dipisahkan dengan mazmur 128, tekanannya adalah pada keluarga yang diberkati yang membuat orang lain tertarik dan berkesan di masyarakat. Ada tiga hal dalam Mazmur 127 ini.
Jika bukan Tuhan yang membangun rumah.
Jika bukan Tuhan yang mengawal kota.
Bagi anak rumah adalah penting karena disana mereka akan merasa aman, tentram. “Sia-sia” kita perlu keamananan, seringkali orang menaruh aman dengan sesuatu yang lain ( manusia, harta, kuasa). Ekonomi, keluarga membutuhkan uang, hal yang dibutuhkan setiap hari, pada masa krisis ini orang terjebak kepada memperkaya diri tetapi aneh mereka tidak bisa menikmati kekayaan itu, mendapat hasil tetapi tidak bisa menikmati. Kepala rumah tangga sangat penting (kaitan mazmur 128) dia adalah pendekar, mempunyai kewajiban untuk membidikkan anak kepada tujuan yang sempurna, mengarahkan kepada arah yang benar, yaitu sukses kekal, bukan sukses dunia.

C.Jika bukan Tuhan yang membangun sia-sia… Tanpa Tuhan pun sebenarnya manusia mampu, tetapi berakhir dengan sia-sia, pemazmur membandingkan keberhasilan di dalam dan diluar Tuhan. Orang yang berhasil di dalam Tuhan akan menikmati berkat, diluar Tuhan tidak menikmati berkat. Ditengah krisis mengajak jemaat untuk tetap setia karena Tuhan menyertai dalam segala sesuatu. Dalam kitab Ibrani dikatakan banyak orang percaya tidak menikmati berkat jasmani tetapi mereka tetap setia. Napoleon ketika akan menghancurkan Moskow, mereka berdoa kemudian turun salju sehingga tidak jadi dihancurkan. Anak panah, pemazmur ingin menjelaskan fungsi seorang kepala keluarga.
1. Imam
2. Kepala keluarga
3. Pahlawan
Peranan anak dalam tradisi Yahudi, bahwa anak adalah anak-anak panah, ditangan orang tua diarahkan pada sasaran yang benar. Tuhan memakai ayat ini supaya manusia berpusat pada Tuhan.

D. Ada banyak berkat Tuhan atas keluarga yang saleh takut akan Tuhan. Di dalam perikop ini, sedikitnya ada dua berkat Tuhan yang besar:
1. Tuhan memberikan anak-anak (laki-laki) sebagai warisan.
a. Tuhan menjamin kelangsungan keluarga tersebut, baik di dalam jumlah maupun di dalam perjanjian kekal-Nya.
· Sebagai anak-anak kita adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada orang tua kita (a child was born into my family).
· Patutlah kita menghormati orang tua, karena mereka adalah yang Tuhan percayakan untuk mengasuh kita. Menghormati mereka berarti juga menghormati Allah.
b. Tuhan memberikan buah kandungan sebagai upah
· Suatu upah. Menekankan tanggung jawab kita.
· Tuhan berkuasa menutup dan membuka kandungan. Peristiwa di istana Abimelekh (Kej. 20:19)
· Ini merupakan bagian dari berkat Tuhan. Berkat yang diberikan kepada Yusuf oleh Yakub yang menggambarkan kelimpahan (Kej. 49:25)
c. Keluarga yang saleh tidak hanya sekhadar memiliki anak, terutama sekali anak laki-laki, bukan hanya sekhadar anak laki-laki, tetapi anak laki-laki yang saleh.
· Di komunitas yang mengutamakan peran laki-laki, kehadiran anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan. Ini budaya zaman dulu yang Allah beri toleransi. Alkitab sendiri menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan itu setara sama-sama dicipta serupa dan segambar dengan Allah. Prinsip dasarnya adalah bagaimana anak-anak dapat mengambil peran yang benar dan membawa nama baik bagi keluarga dan memuliakan Tuhan.
2. Tuhan memberikan keamanan.
a. Pemazmur memberikan metafora bahwa anak-anak laki-laki itu seperti panah-panah di tangan pahlawan. Panah-panah itu kan melindungi pahlawan tersebut. Oleh karena itu, orang yang saleh tidak perlu takut karena Tuhan memberkatinya dengan anak-anak yang dapat memberikan perlindungan kepadanya.
b. Melanjutkan metafora ini, pemazmur berbicara tentang tabung panah yang penuh dengan anak-anak panah. Ini melambangkan rumah yang penuh dengan anak-anak (laki-laki).
· Pemazmur tidak hidup di mana populasi dunia berlebihan. Oleh karena itu memiliki banyak anak tidak masalah, tetapi menguntungkan. Ini akan melindungi komunitas mereka dari kepunahan oleh penyakit, kelaparan dan perang.
· Kehadiran mereka akan melindungi orang tua, terutama ayahnya, dari kesendirian dan ketergantungan kepada masyarakat.
· Orang tua akan menikmati kebahagian di masa tua, karena anak-anaknya akan berbakti dan membalas budi orang tuanya. (I Tim. 5:4, 8). Ini adalah sikap hidup orang beriman.
c. Anak-anak yang dididik dengan contoh yang saleh akan sanggup berbicara di pintu gerbang, di mana peradilan dilakukan, untuk membela ayahnya ketika ia mendapat tuduhan yang tidak benar di depan musuh-musuhnya.

E. Hidup tanpa Allah adalah sia-sia, pemazmur mencatat tentang berkat-berkat yang dilimpahkan dalam hidup umatNya setiap hari, pemazmur menyadari bahwa hanya bersandar kepada providensia Allah saja.
1. Hidup tanpa providensia Allah, maka kerja keras dan usaha manusia akan sia-sia. Orang percaya harus bersandar pada Tuhan, jika tidak sia-sia.
2. Anak adalah bukti nyata pemeliharaan Allah, anak adalah milik pusaka Tuhan yang dipercayakan kepada ortu untuk didik dan diajar spt anak panah yang mengenai sasaran yang benar.

F. Dalam mazmur 127, dilihat bahwa jika keluarga berjalan bersama Tuhan maka akan diberkati.
1. Ayat 1-2 ada berkat bahwa ditengah situasi yang sulit Tuhan akan melindungi sehingga kita akan menikmati berkat. Dia membrikan ketenangan.
2. Ayat 3-4, kehadiran anak adalah berkat dari Tuhan, spt anak panah ditangan orang tua.
3. Tidak akan malu didepan musuh, kehadiran orang percaya selalu disoroti, tetapi Tuhan akan berpihak kepada keluarga yang takut akan Tuhan.

G. Konsep anak panah, anak panah adalh senjata yang nampaknya tidak berbahaya, tetapi bila ditembakkan akan sangat berbahaya. Ada tiga pola pengajaran anak: “Asah, Asih dan Asuh”, pengajaran, pendidikan, dan kasih yang cukup. Proses pembuatan anak panah menurut Pdt Kornelius. Pendidikan anak menurut Ayub, mendirikan mezbah ketika anak-anaknya selesai mengadakan pesta. Waktunya sangat singkat karena anak cepat betumbuh, “gibor” adalah seorang yang menceritakan kemanangan dalam setiap pertempuran. Syarat untuk menjadi seorang pemanah: dia tidak boleh buta, dia sudah terlatih dan dia harus tau memanah. Victori kemanangan, mereka memotong jari supaya tidak bisa memanah. Nelsen Mandela, soal lukisan “tidak cocok lukisan itu digantung disana, tidak seorangpun bisa memindahkan lukisan itu Karena itu adalah lukisan ayah saya, yang berjuang.”

H. Pada zaman kuno ada 5 susunan masyarakat.
1. Raja dan pembesar
2. Ayah dan anak
3. Saudara
4. Suami istri
5. Sahabat/teman
Dasar dari 5 relasi ini adalah ayah dan anak, kalau anak tidak baik yang disalahkan ayahnya. Dalam tradissiTionghua pendidikan anak sangatlah penting, jika anak di didik baik maka akan baik, anak dalam tradisi Tionghua akan didik bersama dengan saudara, dia akan berguna untuk Negara dan keluarga. Dalam tradisi Tionghua ditekankan hubungan antara sesama, Mazmur 127, keluarga itu dibangun karena Tuhan. Mazmur 127 adalah nyanyian ziarah yang dipakai untuk berbakti. Membangun keluarga dan pendidikan anak bisa dibangun beberaapa prinsip:
1. Anak adalah milik pusaka Tuhan. Titipan Tuhan untuk diasuh oleh keluarga, orang Kristen perlu mendidik anak seturut firmanNya. Supaya keluarga tidak dipermalukan.
2. Anak akan berguna untuk keluarga dan juga Kerajaan Allah, bila didik dengan benar.

I. Dalam kehidupan manusia pemazmur ingin mengatakan ada 4 hal yang paling dicari manusia.
1. Keluarga
2. Keamanan
3. Nafkah
4. Keturunan
Pemazmur sedikit bermain kata, “bait” home, komuniti, jika bukan Tuhan yang membangun home maka sia-sia. Nafkah, Dia memberi pada waktu tidur, pemazmur ingin mengatakan bahwa banyak hal yang kita nikmati tanpa sadar adalah dari Tuhan. Keturunan, pemazmur berkaitan dengan Amzal 3:6, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap . . .” pamzmur ingin mengatakan tidak ada kebetulan dalam perkara yang baik, semua dari Tuhan.

J. Dalam tiga kali khotbah bulan ini, jemaat diajak untuk membangun citra keluarga, ada kasih yang di realitakan, membangun realita keluarga yang tidak akan ambruk jika badai itu datang. Bagaimana membangun keluarga yang kokoh. Citra dan realita; krisis keuangan saat ini diawali dengan citra yang ternyata relitanya buruk. Dalam budaya timur citra itu penting, membangun citra untuk memperbaiki realita. Dikaitkan dengan mazmur 16 milik pusakaku itu menyenangkan hati. Hidup dalam suatu realita, dan bukan citra.

K. Diantara 15 mazmur ziarah ini merupakan lagu yang ke 8, jika bukan Tuhan maka semuanya spt mimpi, bukan hanya bangun kota tetapi juga keluarga. Salomo menyatakan suatu pengalama pribadi, seumur hidup bekerja tetapi akhirnya sia-sia, kemudian masuk ke dalam ibadah, bahwa Tuhan penentu.
1. Tuhan unsure penentu
2. Dia sumber berkat
3. Allah yang setia

Tuhan ingin kita menjadi rekan sekerja Allah, Dia adalah unsure penentu, tuhan melindungi bagi setiap kota, dan ditutup suatu kemanangan dipintu gerbang. Tidak ada Negara tidak ada keluarga. Indonesia memiliki konsep yang buruk, ingin tidak bayar pajak. Ada dua hal
1. Yang dikasihi Tuhan akan diberkati. Punya tiga penterjemahan. Tidur dengan nyenyak, ada lega, ada nyenyak, yang tidak bisa tidur pasti ada masalah.
2. Tinggal dengan tentram, sekalipun disarang musuh tetap tenang, karena Tuhan menjaga, ditempat paling berbahaya, disitu tempat paling aman.
3. Bangun beruntung, begitu bangun langsung tersedia, spt Petrus yang sepanjang malam menjala tidak dapt
Anak sebagai apa?
1. Sukacita dalam hati, spt orang dapat pusaka warisan.
2. Anak harus menjadi kekuatan ditangan seorang pahlkawan, pahlawan tidak punya panah, sia-sia.
3. Menjadi kemuliaaan dan sinar dalam wajahnya, dan keluarganya. Harus taruh dalam tabung dalam anak panahnya. Jadika
Jadikan gereja sebagai tabung anak panah bagi anak-anak Tuhan, ada sebuah pesta.. . (ilustrasi) “Jangan jadikan anak sebagai panah yang menusuk hati” bagi wanita Israel adalah tidak bisa melahirkan/mandul.