Jumat, 26 September 2008

TERPANGGIL MENANGGALKAN

PEMBAHASAN FIRMAN TUHAN, 26 SEPT 2008
TERPANGGIL MENANGGALKAN
Lukas 5:27-32


ž apa yang ditanggalkan dan yang ditanggalkan apakah merupakan sebuah kerugian atau menguntungkan karena meraih yang belum pernah didapatkan. Keuntungannnya dimana.

I) Yesus memanggil Lewi
1).Ia adalah orang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai (ay 27). Pada jaman itu pemungut cukai dibenci dan dianggap hina oleh masyarakat. Mengapa mereka dibenci / dianggap hina? Karena mereka bekerja sebagai penagih pajak untuk pemerintah Romawi (yang adalah penjajah dan orang kafir), dan pada waktu menagih pajak, pemungut cukai ini memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan mengkorupsi kelebihannya.
2) Yesus memanggil Lewi / Matius:
Lewi / Matius dipanggil oleh Yesus pada waktu ia ada di rumah cukai. Ia masih ada di dalam dosa (sebetulnya pekerjaan sebagai penagih pajak bukanlah dosa, tetapi tindakan korupsinya jelas adalah dosa).
Yesus memanggil: ‘Ikutlah Aku’ (ay 27b).
Ikut hamba Tuhan tertentu hanya boleh selama hamba Tuhan itu mengikut Yesus
Ada pengenalan melalui apa yang didengar dan diajarkan Tuhan Yesus
3) Lewi / Matius meninggalkan segala sesuatu (Luk 5:28)
a) Ini kontras sekali dengan sikap pemuda kaya dalam Mat 19:22.
b) Waktu Lewi / Matius mengikut Yesus ia mendapat sesuatu (damai, sukacita, dsb), tetapi ia juga kehilangan sesuatu (pekerjaan, harta, teman-teman, dsb). Kalau kita mau ikut Yesus kita akan mengalami hal yang sama. Harus ada kemauan untuk mengorbankan sesuatu!
c) Panggilan Tuhan harus lebih diutamakan dari apapun juga!
Tetapi untuk Lewi / Matius, pekerjaan itu tidak memungkinkan ia memenuhi panggilan Tuhan.

II) Lewi mengadakan perjamuan
Ini mungkin merupakan perjamuan arahan dengan teman-temannya, tetapi jelas juga merupakan tanda syukur Matius dan sekaligus usaha Matius untuk memperkenalkan teman-temannya kepada Yesus.
a) Orang yang sudah diampuni pasti mempunyai keinginan untuk membawa orang lain kepada Yesus. Adakah keinginan itu ada pada saudara?
b) Lewi / Matius berusaha memperkenalkan teman-temannya dengan Yesus melalui pesta di rumahnya.
Yesus ikut dalam pesta/perjamuan itu (ay 30).
Ini menunjukkan bahwa Yesus berkumpul / bergaul dengan orang-orang berdosa.
Ini kontras dengan sikap orang-orang Farisi yang menjauhi orang berdosa. Kita memang harus mau bergaul dengan orang berdosa / bejad, tetapi tetap ada batas-batasnya.

III) Pertentangan Yesus dan orang Farisi / ahli Taurat: (respon terhadap perubahan hidup namun ada sebagian org terancam)
1. Orang Farisi dan ahli Taurat pasti tidak ikut pesta ini
Mereka menganggap diri mereka lebih baik dari orang lain (Luk 18:9)
2. Mereka mengkritik Yesus yang berkumpul dan bergaul dengan orang berdosa (ay 30).
3. Jawaban Yesus:
a) Yesus tidak mendiamkan kritik itu ataupun menurutinya, karena kritik itu salah! Ini mengajar orang kristen untuk tidak selalu diam ataupun menuruti kritik!
b) Arti yang salah.
Bagian ini tidak berarti bahwa manusia cuma sakit secara rohani. Kitab Suci mengatakan bahwa manusia berdosa itu mati secara rohani
Bagian ini juga tidak berarti bahwa manusia di dunia ini ada orang benar / tak berdosa (bdk. Yang dimaksud oleh Yesus dengan ‘orang benar’ adalah ‘orang berdosa yang merasa dirinya benar’.
c) Bagian ini memberi kita pelajaran dalam persoalan pergaulan.
Ini sekaligus merupakan teguran / serangan terhadap sikap orang Farisi dan Ahli Taurat yang tidak mau bergaul dengan orang berdosa
Tetapi ini juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh sembarangan bergaul dengan orang berdosa.
d) Dalam penginjilan:
kalau berhadapan dengan orang yang putus asa dan besarnya dosa-dosanya. Sehingga mereka mendapat jawaban sebagaimana yang didpatkan Matius/Lewi. Calvin: Kita tidak punya alasan untuk takut bahwa Kristus akan menolak orang berdosa, untuk memanggil siapa Ia sudah turun dari kemuliaan surgawinya).
kalau saudara berhadapan dengan orang yang membanggakan kebaikannya. Beritahu dia, bahwa kalau ia merasa diri baik, Yesus justru tidak mencari dia. Calvin: Kita diingatkan bahwa kasih karunia Kristus tidak berguna bagi kita, kecuali kalau karena sadar akan dosa-dosa kita, dan mengerang / merintih di bawah beban dosa-dosa itu, kita mendekati / mendatangi Dia dengan kerendahan hati)
e) Dalam akhir dari ay 32 ada kata-kata: ‘supaya mereka bertobat’.
Ini adalah sesuatu yang penting. Yesus memang mengasihi orang berdosa dan mau menerima mereka. Tetapi mereka harus bertobat dari segala dosa mereka dan berbalik kepada Tuhan!

ž Ketiga Injil menulis kisah ini. Lukas 5:26, ”semuanya kagum lalu memuji Allah..” Ini berarti peristiwa ini banyak dipuji oleh orang banyak. Mrk 2:12 juga bernada sama. Itu sebabnya ketika Tuhan memanggil Lewi, kuasa pertobatannya itu terasa. Ada kuasa Tuhan yang begitu menganggumkan. Bagaimana perasaan kita sekarang dengan kuasa Tuhan? Masih adakah kekagumana akan kuasa-Nya itu? Lalu, kata ”Ikutlah Aku” diikuti dengan Lewi meninggalkan semuanya itu lalu mengikut Yesus. Lewi bisa meninggalkan segala kenikmatan itu karena kekagumannya kepada Kristus. Kuasa-Nyalah yang telah mengubahkan dan memperbaharui kehidupan Lewi. Lukas juga ingin menjelaskan ketika Lewi mengadakan perjamuan dengan Tuhan Yesus karena ia merasa begitu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan lakukan. Kita perlu merasakan kekaguman dan kuasa Tuhan itu setiap hari. Karena di Amerika, menurut survei, 93% anak-anak di sana ketika dewasa tidak lagi memiliki kekaguman kepada Allah. Kalau kita tidak pernah lagi merasa kagum kepada Allah bagaimana kita bisa membawa jemaat bisa merasakan kekaguman itu? Kuncinya: milikilah persekutuan yang dekat dengan Tuhan.

ž Hal yang bisa menangkal anugerah adalah karena kesombongan. Itu yang terjadi dalam diri orang-orang Farisi. Mereka tidak mau menerima Kristus karena dia menanggap Lewi adalah orang yang berdosa. Mereka merasa diri lebih baik dibandingkan dengan Lewi. Jemaat juga harusnya menanggalkan kesombongan itu agar tidak mendapatkan anugerah itu.

ž Orang Farisi menanggap panggilan Yesus dan Yesus itu sendiri tidak ada apa-apanya. Tetapi bagi Lewi panggilan Yesus itu begitu berarti. Yesus memanggil Lewi:
1. Karena Tuhan mencelikan matanya
2. Lewi tidak bisa lari dari panggilan Tuhan
3. Memiliki kehidupan yang baru – meninggalkan semuanya
4. Ekspresi pertobatan: mengadakan perjamuan / syukuran

ž Siapakah Lewi/Matiusà Ia anak Alfeus (Mrk. 2:14); Lahir di Kapernaum, kota Galilea (Mat. 9:1, 9). Seorang A tax collector/pemungut cukai/pajak. Matius dan Lewi adalah orang yang sama: Matius (nama Yunaninya) dan Lewi (nama Ibraninya). Sebagai pemungut cukai, Matius bekerja pada orang Romawi yang berbicara bahasa Yunani dan mengumpulkan pajak dari orang Yahudi yang berbicara bahasa Ibrani. Jadi, singkatnya: Ia seorang Yahudi yang bekerja bagi pemerintahan Romawi (penjajah) demi untuk mendapatkan kekayaan materi. Karena itu, tidaklah heran jika ia menjadi seorang yang sangat kaya, terbukti dari pesta besar yang diadakannya untuk menyambut Yesus. Lewi/para pemungut cukai umumnya sangat dibenci orang-orang Farisi/Yahudi. Mengapa?
1) Karena mereka dianggap sebagai penghianat terhadap bangsanya, dengan bekerja bagi penjajah;
2) Karena orang Yahudi menentang pembayaran pajak kepada bangsa kafir/sekular dan bangsa penyembah berhala;
3) Karena mereka dianggap tidak jujur/bersih dari segala penipuan dan korupsi. Umumnya para pemungut cukai memperkaya diri sendiri dengan memanipulasi pajak yang mereka pungut (lih. Kasus Zakheus, setelah ia bertobat dan percaya Yesus, ia mengembalikan 4x lipat dari apa yang ia curi (Luk. 19:1-9).
Namun Lewi yang dulu sudah mati, sekarang muncul Lewi yang baru dengan nama baru: Matius (artinya: Anugerah Allah), karena ia sudah bertobat; beriman kepada Kristus dengan menanggalkan segala keduniawian dengan segala nafsu jahat, egois, mengejar kekayaan dan dunia. Selain itu, ia juga mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai Rasul dan menulis Injil Matius, bahkan ia setia sampai mati sebagai martir di Etiopia (menurut tradisi). Mengapa? Untuk mendapatkan jawabannya, marilah kita belajar dari firman Tuhan dengan tema: “Terpanggil Untuk menanggalkan.”

Langkah apa yang harus dilakukan dalam memenuhi panggilan Tuhan untuk menanggalkan keduniawian kita?

1. Mendengar dan memahami panggilan Tuhan (ay. 27; Luk. 5:27)
A. Eksposisi: Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendengar dan memahami pangilan Tuhan: ayat 27 à Yesus berkata, “Ikutlah Aku/Follow Me.” (akoloutheià Present active imperative second person singular)à menekankan suatu perintah yang bersifat aktif dan kekinian. (diterjemahkan: Kamu sekarang ikutlah Aku).
Analisa: Definisi Panggilan Tuhan: Tiga kata kunci: P-O-N
1) Panggilan untuk mengikut Yesusà bersifat pribadi dan menuntut respons pribadi pula. Karena itu, keputusannya tidak tergantung pada orang lain. Kata kunci: Personal calling!
2) Ikut Yesus adalah suatu panggilan sekaligus perintahà bukan suatu pilihan, mau atau tidak, suka atau tidak. Kata kunci: Obay/ Taat!
3) Perintah “Ikut Yesus” bersifat sekarang (urgen) bukan besokà Menuntut respons yang segera. Kata kunci: Now/ Sekarang!

2. Segera Merespons panggilan Tuhan (ay. 28-29; Luk. 5:28-29)
Ayat 28à Lewi menanggapi panggilan Tuhan dengan segera (responded immediately to Jesus’ call) meninggalkan keuntungan materi supaya mendapatkan keuntungan rohanià He left every thing and followed Jesus. Apa bukti dari pertobatannya? Tiga kata kunci: R-F-S
1) Dia menanggalkan cara atau jalan hidupnya yang lama karena Kristus àRepent/ bertobat.
2) Dia menyambut Yesus dan para murid dengan mengadakan pesta besarà Faith/ beriman kepada Yesus.
3) Dia juga mengundang rekan seprofesinya/para pemungut cukai dan orang-orang berdosa hadir dalam acara itu agar mereka pun boleh mengenal Kristus (ay. 29-20)à Share/ membagikan imannya kepada orang lain.
1) Di mata Yesus semua orang sudah sakit rohani dan sudah berbuat dosa sehingga mereka sangat memerlukan tabib/juruselamat (Rm. 3:23).
2) Visi dan misi Kristus adalah sebagai tabib dan Juruselamat yang menyelamatkan/menyembuhkan manusia dari segala penyakit dosa.
3) Istilah “orang sehat” dan “orang benar” bukan berarti memang di dunia ini ada orang yang benar/tanpa dosa, tetapi suatu kiasan/sindiran kepada orang Farisi yang menganggap dirinya sehat rohani atau orang benar (proud/self-righteous); atau yang menganggap dirinya lebih baik dan lebih benar daripada para pemungut cukai dan orang berdosa.

ž Ada banyak anggota gereja kita belum memberitakan Injil. Mereka hanya mengajak orang ke gereja tetapi tidak menceritakan Yesus yang sebenarnya. Padahal, banyak orang berdosa di luar sana membutuhkan Yesus. Lewi adalah orang seperti itu. Tuhan memanggil Yesus, seketika ia mengikuti-Nya. John Calvin: pasti Tuhan Yesus berkhotbah banyak hal, dan Lewi memenuhi panggilan Tuhan karena dia sudah mengerti apa yang dia alami. Kalau orang bisa percaya kepada Tuhan itu juga semata-mata karena anugerah Tuhan. Ada banyak orang yang siap menerima Injil tetapi banyak anak-anak Tuhan belum siap memberitakan Injil.

ž Ayat 27, ketika Yesus keluar ia melihat Lewi sedang duduk di rumah cukai. Mungkin ia sedang menarik pajak atau sedang kesepian. Sangat mungkin ia sedang kesepian, sebab saat Yesus memanggilnya ia langsung mengikuti-Nya.
1. Di dalam kesepian dan keterasingannya, ia merasakan Yesus masih peduli kepadanya.
2. Dia mendapatkan sukacita dan perubahan. Dia juga mendapatkan pengampunan dari dosa-dosanya.
3. Lewi rela meninggalkan segala-galanya mengikut Tuhan, bagaimana dengan kita?

ž Panggilan Lewi:
Panggilan pertobatan
Panggilan Anugerah – hanya semata-mata kebaikan Tuhan
Panggilan komitmen – ada harga yang harus dibayar

ž Misi Yesus jelas: mencari orang-orang sakit supaya bertobat. Ia lebih konsen pada pertobatan Lewi dan bukan yang lain. Kita harus punya hati dan panggilan yang jelas akan misi-Nya. Panggilan Kristen bisa terjadi dalam beberapa dimensi:
1. Membuat separasi (kristiani dan dunia ini)
2. Membuat dualisme (hidup kristen dan dunia ini)
3. Imersion (tenggelam dalam arus dunia ini)
4. Terlibat (Yesus terlibat dalam hidup Lewi)
Dalam dunia kekristenan banyak mengalami kemunduran karena memisahkan diri dari dunia. Beda dengan kepercayaan yang lain yang banyak masuk ke dalam dunia dalam misinya. Yesus melakukan breakthrough di mana Ia mau masuk ke rumah Lewi, makan dengannya, dan bertemu dengan kawan-kawannya. Kehadiran Yesus sama dengan kehadiran kerajaan Allah bagi dunia ini. Kita harus masuk dan terlibat dengan orang-orang seperti Lewi. Tantangannya tetap ada: Paparazi (orang-orang Farisi itu). Jangan terlalu banyak diskusi dan dengan pendapat orang, tetapi yang penting adalah melakukan kehendak Allah.

ž Orang Farisi banyak mengandalkan Taurat sehingga ketika melihat sesuatu yang baru seperti yang dilakukan Tuhan Yesus akan ditolak mereka. Itu yang menjadi dasar penolakan mereka. Beda dengan Lewi. Ia mau menerima Yesus dan mengalami jamahan-Nya, sehingga ia berubah.

ž Kita harus membuat suasana dalam penginjilan, bahwa mereka itu orang yang terbilang dan terpandang. Mereka yang memiliki rumah yang besar dan memiliki segala-galanya membutuhkan Yesus. Berhasil atau tidak, itu tergantung pada Tuhan. Semua yang kita lakukan dengan skill dan pengalaman kita akan menjadi tidak ada apa-apanya. Tetapi bila Yesus ada maka akan menjadi berarti. Bila kita membagikan berkat Tuhan maka Tuhan akan mengangkat kita. Berikutnya, pada jaman itu penyakit kusta begitu dikenal masyarakat itu. Penyakit itu begitu mengerikan. Orang yang sakit kusta sangat berharap mendapatkan kesembuhan. Mereka yakin, bila Tuhan berkehendak maka Tuhan akan menjawab. Hal ketiga adalah yang membuat kita bisa datang ke gereja adalah bukan karena diri kita sendiri. Sama seperti 4 orang yang mengusung orang lumpuh. Ia tidak bisa datang tetapi ada yang membawanya datang kepada Yesus. Lewi bisa menjadi orang yang duduk di atas sekarang menjadi pengikut Yesus. Ada istilah yang penting disini: Lihatlah! Dalam bahasa Mandarin kata lihat ada tiga arti:
1. Lihat sampai tembus
2. Lihat sampai transfaran
3. Lihat sampai menjadi sasaran
Cara Yesus memandang seseorang bukan dari profesinya, tetapi dari hatinya. Itu sebabnya Tuhan juga melihat kita dari hatinya. Ada beberapa hal yang penting:
Dari Lewi – Matius, dari Pemungut cukai – Rasul, bahkan mati martis bagi Tuhan.
Terpandang terbilang
Terangkat terpikat
Terpanggil tertahir
Terarah terubah
Termaterai terpakai
Setelah bertobat, apa yang Lewi lakukan:
1. Membawa rekan-rekan seprofesinya,
2. Mengundang orang-orang yang tidak dia kenal,
3. Membawa keluarganyaAkhir hidup Matius, ia merajakan Yesus. Dulu ia melayani mamon, sekarang melayani Raja di atas segala raja. Matius sangat faham sisitim kerajaan/pejabat. Lukas menulis sesuatu karena sangat memahami istilah anatomi/kedokteran. Itu sebabnya Lukas menyinggung hal rohani kepada fisik: bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit.