Jumat, 08 Agustus 2008

Ampunilah Umat-Mu, Ya Allah

Ampunilah Umat-Mu, Ya Allah
(I Raja-raja 8:33-40)

Tujuan :
Dikala susah derita, sakit tak berdaya, kita lebih terdorong untuk datang memohonkan belas kasihan daripadaNya, dan yakin bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.

  • Introduksi:
    Bagian dari nats yang diambil merupakan Doa yang dinaikan oleh raja Salomo ketika pentahbisan bait Suci yang dibangunnya, yang merupakan kerinduan Daud ayahnya, namun diijinkan terlaksana didirikan melalui anaknya, Salomo.

    Doa ini disebut juga dengan ”Solomon’s Prayer of Dedication”, yang didasari oleh kesadaran Salomo bahwa pemilihan Allah atas Israel sebagai His Heritage and treasure. Peristiwa ini menandai suatu babak baru dari sejarah pemilihan, pilihan sebuat pusat tempat penyembahan. (Ulangan 12:5-14) Salomo berdoa kiranya Bait Allah menjadi tempat dimana Israel dapat mencari Rekonsiliasi dengan Allah ketika mereka ingkar dari perjanjiannya. Di sana mereka dapat mengingat tanggungjawab mereka sebagai umat pilihan Allah untuk menunjukkan kemuliaan Allah kepada orang asing yang membutuhkan untuk mengenal Allah sebagai yang esa, dan hanya satu-satunya Allah yang benar. (dedicated lives and dedicated buildings go hand in hand in the theology of those who enjoy God’s election)

    Doa ini merupakan Doa Komitmen,
    Doa Salomo merupakan suatu dedikasi yang ditunjukkan dengan komitmen (commitment inherent) di dalam hubungan perjanjian. Doa dimulai dengan sebuah deklarasi akan keunikan Allah (ay.23), dan diakhiri dengan keunikan Israel di dalam hubungannya dengan Allah (ay.53).
    Dasar dari doa ini adalah agar semua manusia di dunia tahu akan nama Tuhan dan takut akan Dia (ay.43). Doa ini pun menjadi suatu komitmen umat bertobat dan meminta karya Allah untuk menolong dan mengampuni umatnya yang tidak sempurna, yang seringkali ingkar dan berbuat dosa.

    Ay. 33-40
    Salomo menyadari dan tahu bahwa dosa Israel dapat membawa kepada penghukuman Allah melalui kekalahan dalam perang. Walaupun tidak semua bencana dapat diasumsikan sebagai akibat hukuman atas dosa. Namun pengakuan akan dosa dan pertobatan memimpin kepada Allah untuk memulihkan penderitaan yang didapat akibat dosa
    Dari Doa ini menyadarkan dan memimpin umat (orang percaya) untuk
    1. Mengingat dan mengakui bahwa;
      a. Allah yang memberi anugrah, dan berkuasa dalam perjalanan hidup manusia (hubungan tanah perjanjian dan nenek moyang).(ay.33)
      b. Allah berkuasa atas alam semesta (ay.35-36)
      c. Allah berkuasa atas segala perkara, baik Kelaparan, Penyakit, musuh, (37)
    2. Tindakan dosa dan pengingkaran akan namaNya dapat membawa kepada penghukuman langsung. Namun tidak semua hal diatas tadi disebabkan oleh dosa. Pertobatan membawa kepada pemulihan . Allah akan memulihkan mereka, jikalau mereka bertobat, dan mengakuiNya (bdk 1 Yoh 1:9)
    3. Umat diingatkan akan perjanjian dengan Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janji setia-Nya dan mengenal setiap pribadi manusia (ay.39).
      Orang percaya diingatkan untuk mencari Allah, sebab;
      a. Ia mendengar (disebutkan beberapa kali dalam teks dalam komposisi yang sama)
      b. Ia mengampuni Ia bertinda

  • Pada ay. 33 ada beberapa hal yang penting, yaitu berbalik, mengakui, berdoa, dan memohon pada Allah
    • Berbalik : sadar akan dosanya, dan meninggalkan dosa tersebut
    • Mengakui : pengakuan akan nama tuhan.
    • Berdoa dan memohon:
      · Allah mengampuni dosa (ay. 34)
      · Menunjukkan jalan yang harus mereka ikuti (ay. 36)
      · Takut akan Tuhan (40)
Dalam konteks padal 8:33-40 ini adalah doa Salomo bagi umat Israel yang (mungkin
akan) meninggalkan Allah. Kalau kita melihat keberadaan kita di Indonesia maka
dalam doa kita pun maka ada tugas yang menyertai yaitu bagaimana membawa
orang-orang di Indonesia ini dapat menjadi umat Allah. Dengan harapan bahwa
orang-orang/bangsa Indonesia ini pun mengalami seperti yang ada di ayat, 33-40.
  • Ini adalah mengenai fungsi Bait Allah yang sangat mendasar, yaitu di mana kebutuhan manusia bertemu dengan belas kasihan ilahi. Bait Allah dalam pengertian tertentu dapat disamakan dengan gereja masa kini. Seperti halnya bait Allah, gereja harus menjadi
    - Tempat di mana doa dipanjatkan (rumah doa)
    - Tempat di mana dosa diselesaikan
    - Tempat di mana umat dipulihkan relasinya dengan Allah dan dibangun kembali
    Jika gereja tidak mengerjakan tugas-tugas ini, maka gereja sudah tidak ada nilainya lagi. Tuhan sudah ditinggalkan dan gereja hanyalah sebuah organisasi belaka

  • Bangsa Israel adealah bangsa yang istimewa. Allah memilih mereka. Ini tidak menjadikan Israel boleh menjadi sombong rohani.

    Dalam doa Salomo ini iaingin menegaskan kepada segenap jemaat Israel. Allah adalah tempat pengahapan, belas kasihan.
    Dalam doa Salomo terdapat kurang lebih ada 10 perkataan kiranya “engkau mendengarkan.” Dengan kata lain, Salomo ingin memberikan penegasan bahwa Allah dapat dijadikan tempat permohonan. Semua permasalahan ini dapat merupakan perwakilan semua permasalahan kehidupan.

    Allah adalah satu-satunya tujuan yang masuk akan bagi mereka yang meminta pengampunan, penghiburan, pemulihan.

  • Permohonan doa bisa secara pribadi atau kelompok. Pertobatan harus dimulai dari seorang pemimpin dan menularkan visinya kepada panatua dan kepada jemaat. Jika semuanya bertobat maka terjadi pemulihan.

    Dalam rumah tangga, kepala keluarga dapat menobatkan seluruh keluarga. Demikian juga halnya dengan bangsa dan negara.

    Namun yang mengubah seseorang tidak hanya doa tetapi juga Injil. Ini juga akan memberikan pengaruh kepada lingkungan.

  • Tremper Longman III: doa yang dicatat dalam nats tersebut, mencakup dua pokok pernyataan penting, dalam doktrin Allah dan doktrin manusia dan dosa. Bagaimana Salomo menunjukkan bagaimana luasnya dan tak terhingganya Allah, dan dengan jelas menyatakan kebobrokan dan keberdosaan dan keberdosaan seluruh umat manusia.

    Hal ini menujujkkan suatu revival yang dibangun oleh Salomo yang dapat dibagi dalam dua point:
    1. Pengakuan dosa. Perpalingan, tindakan manusia datang kepada Allah
    2. Pengampunan dosa. Tindakan Allah – anugerah, yang mengulurkan tangan kemurahan-Nya untuk memberikan pengampunan kepada umat-Nya
NIV: “guilt” menunjukkan suatu keadaan bahwa orang tersebut tertuduh, terkutuk,
dan patut menerima hukuman yang setimpal.

Revival Saolomo
dibangan
dnegan suatu kesadaran siapakan Allah yang telah menebus dan
memilih Israel dan
siapakah Israel sehingga menjadi umat pilihan Allah.
  • Bait Allah menjadi moment dan menjadi suatu mementum dan juga bangunan. Salomo melihat kebelakang, sekarang, dan masa depan. Ini merupakan moment dan menumen. Ini merupakan kejayaan Israel. Mereka melihat Allah yang memulai, berjanji dan membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir. Dari sini mereka melihat hari depan di mana mungkin mereka akan melihat kesulitan. Moment dan menumen ini ditegakkan secara serius. Ini merupakan hal yang sangat serius. Sekali lagi mereka melalui moment dan menumen ini melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

  • Sebagai seorang pemimpin bangsa bagaimana mendoakan bangsanya. China bertahan menjadi suatu yang bersejarah. Di Beijing ada mesbah dan raja harus pergi ke sana untuk berdoa bagi rakayat. Mereka mempersembahkan korban seperti orang Israel. Mereka selalu masuk ke dalam doa tahunan. Raja akan masuk ke suatu tempat di sana. Di sana ia mawas diri dan bertindak sebagai atau seperti halnya imam. Ini menunjukkan bahwa Raja adalah wakil dan anak Allah.

    Semua orang harus menghormati wakil dari Allah. wakil-wakil Allah itu adalah, orang tua, pemimpin negara. Di dalam kebudayaan China harus ada keluarga dan negara. Dalam hal ini dosa keluarga dapat mengakibatkan kebahagiaan atau malapetaka. Indonesia tidak dapat membanggakan keluarga, karena banyan suami punya banyak istri. Dalam permasalahan ini politik tidak menjawab demikian juga halnya dengan agama, dsb. kita berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang baik.

    Salomo yang begitu pintar saja dapat gagal total. Ia sangat dipengaruhi oleh istri-istrinya yang berasal dari bangsa-bangsa kafir.

Ada 4 macam doa

  • Doa bagi bangsa pilihan. Tatkala mereka menjadi tentara yang kalah perang.
  • Permintaan dalam hal kekeringan. Tidak ada hasil bumi, seperti di zaman Ahab. Penyelesiannya adalah bertobat dari dosa.
  • Wabah dan sakit penyakit. Kekeringan dan penyakit menular. Sekarang yang paling tersohor adalah DB, TBC. Selain itu juga ada permasalahan angin kering.
  • Pembusukan. Ini urusan sampah. Manusia main buang saja sehingga pemandangan yang indah menjadi tempat pembuangan sampah dan rumah pemulung. Satu lagi hama:
    a. Hama belalang
    b. Musuh melanda di Indonesia. Musuh sekarang memakai ekonomi. Pertambangan sudah jatuh ke dalam tangan orang asing. Kita dikepung tidak dapat menjadi bebas ke mana-mana.
    c. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan
    Tatkala mereka menyerah, Tuhan akan bekerja dan menjadi mereka bangsa yang takut akan Allah.

    Jenis lain adalah mereka yang dari jauh, orang asing, yang berdoa kepada Allah. Maka Tuhan juga kiranya memberkati mereka sama seperti anak-anak Tuhan yang lain.

    Jenis yang ketiga adalah mereka yang kalah perang di negeri asing. Salomo berdoa agar mereka mendapatkan kemenagan.

    Di tempat yang paling kacau aadalah tempat yang paling aman. Di tempat yang paling aman adalah tempat yang paling bahaya. Tuhan menyembunyikan Elia di kampung Izebel. Mereka tidak dapat menemukan Elia, karena Tuhan yang menjaga.

    Jenis keempat adalah mereka yang tertawan dan tidak mungkin kembali ke negeri mereka. Ketika mereka berdoa maka Tuhan akan membalas dendam sendiri.

Kesimpulan
Kalau Yesus adalah Anak Daud, Saolomo juga adalah anak Daud. Apa bedanya? Sama! Berdoa tentang nama-Nya, bangsa-Nya, kehendak-Nya. Bagi pemimpin harus ingat agar nama Tuhan dimuliakan, kehendak Tuhan kerajaan Tuhan datang, dan kendak Tuhan dinyatakan di dalam negara dan di mana saja. Hati Kristus harus menjadi hati kita. Kita harus ikut mendoakan bangsa ini. orang Kristen yang menjadi pemimpin harus benar-benar menjadi pemimpin, jangan mengekor.

Jika Tuhan menunjuk kita menjadi pemimpin, apakah kita siap? Bagaimana kita melakukan sesuatu sehingga dapat memberikan pekerjaan bagi orang lain. Mungkin kita akan menjadi seperti Mordekhai yang menggantikan Hamam, atau seperti ratu Esther.

Lemina adalah orang yang dipercayakan satu negara Indonesia ketika Soekarno pergi ke luar negeri. Ia adalah orang Kristen yang luar biasa pada zamannya. Kita harus bertindak sebagai orang Kristen, karena masalah begitu berati di Indonesia.
Kita bersyukur karena di dalam bangsa kita ini mulai diambil tindakan-tindakan yang jelas. Tiga pembom sudah segera akan dieksekusi. Ini berarti sudah ada titik cerah di bangsa kita.