Jumat, 04 Juli 2008

Senang Bekerja
Pkh 3:11-15

1. Kategori orang dalam hubungan dng kerja: (a) malas dan bergantung pd org lain; rajin dan tdk bisa memberi waktu utk ibadah; rajin bekerja dan memberi waktu utk Tuhan dan diberkati Tuhan. Tema besar Pkh: kesia-siaan hidup. 3:11-15 kita tdk perlu pesimis akan hidup ini krn Pkh mendorong kita utk giat bekerja. Ay.10: bekerja adl sst yg melelahkan. Ay.11: Allah membuat sgl sst indah pada waktunya. Pekerjaan itu melelahkan ttp pekerjaan Allah tdk terselami oleh akal pikiran kita. Ay.13: Bekerja mrpk kebutuhan dasar agar manusia dpt bertahan hidup. Rumus sukses: intelek tajam, perasaan yang dalam, sanggup berhubungan dng org lain, dan paling penting hrs mewarisi bisnis ayahnya. Tulisan toko di Texas: kalau kamu begitu pintar, mengapa kamu tdk menjadi kaya? Hidup tdk selalu cocok dng rumus2 sukses yg dibuat shg mrk menjadi frustasi. Ay.13: semua itu adalah pemberian Allah.
2. J. Stott: kalau manusia melihat hidup ini datar, maka hidup menjadi tdk bermakna. Jika Tuhan menjadi pusat sgl sst maka menjadi indah. Jika start dari manusia, maka sgl sst menjadi sia-sia. Ttp kalau dipandang dari sudut Tuhan, maka hidup menjadi bermakna. Kalau mau jadi kita kaya kita bisa menganut filsafat: sabar spt orang Jawa, ulet spt orang Tionghoa, pelit spt orang Yahudi. Orang bekerja untuk Tuhan, bukan bekerja untuk makan. Manusia bekerja dng dasar filsafat bahwa kebutuhan jasmani adalah tujuan bekerja. Salah! Tuhan yg menjadi tujuan dari pekerjaan manusia.

3. Mengapa senang bekerja krn pekerjaan adalah mandat budaya. Karena ini mandat, maka hrs dilakukan shg hrs menjadi hal yg harus dinikmati. Dalam bekerja kita juga mengharapkan keberhasilan, itu wajar. Tuhan memberikan kesenangan dalam pekerjaan itu.

4. Allah bukan deisme yg pasif dan tdk campur tangan dalam hidup manusia. Allah bekerja utk membuat sgl sst indah pd waktunya. Ay.11: dua maksud dari istilah “indah”: keindahan yg terlihat dari luar, menunjuk pd ciptaan Tuhan yg indah. Bdk. Kej 1:31: sungguh amat baik. Istilah kedua: “waktunya”: waktunya Tuhan. Ay.11b: pekerjaan Allah dari awal sampai akhir itu tersembunyi bagi manusia, ttp bukan berarti tidak ada. Artinya Allah bekerja secara diam-diam tdk gembar-gembor. Ada momen atau kairos Tuhan. Yang dituntut adalah manusia percaya bahwa Allah bekerja, jangan bimbang, meskipun ada jerih-payah. Ketika manusia jatuh dlm dosa, pekerjaan menjadi hal terkutuk, tanah dikutuk, ttp tetap ada providensia Allah yg memelihara pekerjaan kita shg membawa sukacita bagi kita.

5. Pekerjaan adalah pemberian Allah (ay.13). Ia memberi akal budi, kekuatan. Ada org yg tidak senang bekerja, timbul malas, bisa karena bodoh. Kalau tdk senang bekerja maka ia bergantung pada orang lain. Jika ia anak Tuhan dan tdk bekerja dng baik, ia tdk menghargai berkat Tuhan; ia bisa jadi miskin. Orang yg senang bekerja bisa menyenangkan hati Tuhan atau sebaliknya karena motivasi senang dipuji. Senang bekerja berarti menikmati hasil. Bagaimana orang bisa senang bekerja? Belajar dari Tuhan Yesus sendiri, ketika di dalam dunia Ia bekerja (bdk. ayat2 lain: Ams 6:6, 2Tes 3:10). Bekerja demi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga; kesempatan utk menjadi berkat bagi orang lain.

6. Natur dari manusia adalah bekerja. Manusia tanpa kerja adalah manusia aneh. Pekerjaan bisa menjadi alienasi, menciptakan keterasingan dari dunia kerja itu sendiri sehingga yg dilakukan bukan mendatangkan kebahagiaan bagi dia. Allah memberi tugas kpd manusia utk melelahkan diri. Tidak ada yg lebih baik bagi manusia drpd melakukan yg baik. Pada akhirnya tujuan kerja: happiness. Kita sering memisahkan happiness dari good. Firman Tuhan yg lebih mendasar adalah good. Good dari Tuhan pasti membawa joy. Sst yg bukan dari Tuhan itu hanya menghasilkan keterasingan.

7. Sblm jatuh ke dalam dosa kerja adalah berkat. Setelah : kutuk. Ay.11: Allah sumber sgl keindahan; Allah berkuasa mewujudkan keindahan; Waktu Allah itu selalu tepat; kerja akan mendatangkan suatu sikap bersyukur dan melayani sesama dan bisa menikmati hasil itu spy kita makin bertumbuh dalam Kristus.

8. Pkh adalah kitab yg konteksnya kesia-siaan hidup, ketika manusia hidup di luar takut akan Tuhan. Ttp orang yg takut akanTuhan mendapat makna dalam kesia-siaan itu. Spiritual Quotient bukan bicara tingkat kerohanian seseorang. Spiritual=dari kata spirit. Orang mendapat spirit utk mengejar keberhasilan. SQ bicara wahyu umum. Kalau hidup dlm takut akan Tuhan. Motivator2 bicara keberhasilan kerja dalam konteks wahyu umum.

9. Orang senang bekerja krn: mencintai pekerjaan itu; menyadari bahwa semua pekerjaan itu dari Allah; tahu tujuan dari pekerjaan itu, bukan rutunitas belaka. Bukan bekerja utk diri sendiri ttp juga utk Allah.

10. Kerja bagaimana yg harus manusia lakukan? (1) Sgl sst yg manusia buat akan berlalu begitu saja. Apa yg kita bisa petik dari hal yang kita lakukan? Tuhan yg buat indah, kalau kita bisa buat hal yg menyenangkan Tuhan. Apa makna dari kerja kita? Hanya yg menyenangkan hati Tuhan yg buat sgl sesuatu indah pd waktunya (2) Pekerjaan kita harus punya jangkauan kekekalan, bukan kepentingan sesaat saja. Sifatnya menetap di hadapan Tuhan, bukan indah di mata manusia saja. (3) Ada kesenangan yg diberi Tuhan di sini dan kini. Kekristenan kadang menjadi batu sandungan krn hanya menekankankan kesenangan yg akan datang.

11. Bicara natur, kita bicara 5 hal: moral, intelektual, sosial, spiritual, emosional. Yg jarang disebut: historical being (Hegel). Manusia hrs mengisi sejarah ini. Playful being: manusia suka bermain. Working being: manusia diciptakan Allah sbg working being. Dari mana munculnya kesenangan bekerja itu? Normalnya kalau orang tdk bekerja akan stres. Apakah tujuan kerja itu untuk berlelah-lelah atau melelahkan? Kelelahan juga ada kenikmatannya. Sgl sst ada waktunya, kapan “right timing”, kapan “good timing” dan itu dikerjakan Tuhan. Org sering tidak dapat menyelami campur tangan Allah itu. Job satisfaction: krn ada internal faktor, bukan semata-mata faktor uang, dsb. Ministry satisfaction: jemaat hrs diberi kesempatan sampai mereka mendapat kepuasan. Fred Smith (Learn to Lead): seorang pemimpin hrs tahu batas waktu kerja. Tiga hal yg penting: Reward, refresh, recharge yourself.

12. Salomo adalah kaya, sukses dalam hidupnya. Ia mengingatkan bahwa di bawah matahari sia-sia, hanya bayangan saja. Kita harus mengejar yg bernilai kekal. Kita hrs hidup berbasis spiritual utk jasmaniah. Kerja tdk lagi jadi beban, “toil, labour” ttp pekerjaan yg indah. * What is life? Ada tujuh  Nihil; nasib; playground; battleground; proses menuju sukses/gagal; tugas/kewajiban (life tdk menjadi enjoyment, ttp tekanan batin); pemberian Allah yg berharga. Biasanya manusia kerja utk makan, makan utk kerja shg tdk punya tujuan yg jelas. Our destination defines our destiny. Penilaian bagus tidak bagus ada tiga: (1) subjektif saya senang org lain tdk senang, masa bodoh (2) objektivitas: org lain yg menilai. (3) penilaian dari Tuhan ketika kita berjumpa dng Dia. Spt Tuhan Yesus (Yes 53:11), Ia melihat karyaNya dan puas. Pekerjaan Tuhan apa? (1) Penciptaan (kita tdk bisa ambil bagian), kita hanya bisa recreation. (2) Memelihara ciptaan, ttp kita harus juga jadi berkat dng ikut memelihara ciptaan. (3) penebusan. Kita perlu rekonsialiasi dng Tuhan dalam pekerjaan Tuhan paling penting, yaitu penebusan. Pekerjaan yg paling bernilai adalah bekerja dalam pekerjan Tuhan. Empat tiang sukses Iman kepercayaan ; keluarga yg bahagia; pekerjaan yg indah; pergaulan dng manusia yg berdasarkan garis vertikal dan horisontal. * Tuhan ingin kita menikmati kebahagiaan hidup. Prinsipnya: is it necessity? Is it good? Is it right?