Senin, 28 Juli 2008

Lancar Berkarya

Mazmur 1

1.Merupakan mazmur pengajaran yang mengungkapkan semangat dan spirit bagi orang yang percaya kepada Tuhan:
Hidup kudus orang benar tidak ikut dengan orang pasif
Hidup progresif tidak sengaja bergabung dan diasosiasikan dengan orang berdosa, tidak mau terhitung dalam pencomooh. Kata pencemooh yang merupakan kejahatan manusia.
Hidup saleh. Suka dan bahagia akan firman Tuhan serta merenungkannya siang dan malam. Merenungkan berarti terbiasa secara terus menerus sehingga hidup
Hidup dalam posisi yang benar. Ditepi aliran air=membelah, membagi. Suatu system irigasi yang baik, tanah subur dan tumbuh, berbuah.
Hidup berhasil. Orang saleh berhasil dalam semua yang dikerjakannya I Tim 4:8, walaupun banyak menghadapi tantangan.

2. Judul perenungan: “Kebahagiaan orang yang hidup benar dimata Allah” Makna dari kesuksesan itu adalah kebahagiaan dalam hidup ber Rumah Tangga.
Ada tiga kunci hidup lancar dalam berkarya:
Berjalan, (perbuatan)
Berdiri (pendirian)
Duduk (pergaulan)
Kesukaannnya ialah berarti kecenderungan hatinya, dalam hal Rumah Tangga dan pekerjaan kecenderungan hatinya kemana? Contoh dari Alkitab:
Raja Hizkia pada waktu sakit mengingatkan kembali tentang hidupnya yang setia dan tulus hati dan hidup yang benar di mata Tuhan. Maka Tuhan berkata “sesungguhnya Aku memperpanjang 15 thn lagi” mengapa? karena ia berjalan, berdiri dan duduk dalam taurat Tuhan.
B. seperti pohon yang ditanam,(berakar) berbuah (berhasil) tidak layu (bertahan) ayt 3: apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil.
Penutup: Kolose 2:7 hendaklah kamu berakar di dalam Dia, dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada mu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

3. Manusia Berkarya = menghasilkan sesuatu dari apa yang ada di dalam diri manusia tersebut. Dalam berkarya manusia dituntut untuk dapat terus lancar dan mempunyai makna/ arti, dan disanalah kebahagiaan atau kepuasan manusia dalam berkarya.
Ayt 3:
pohon yang ditanam ditepi aliran air= berada ditempat yang tepat, maka ia terus selalu bertumbuh.
Tepat waktu, Menghasilkan buah pada musimnya= tepat itu penting agar tidak terlambat atau kecepatan.
Tepat guna=manfaatnya dirasakan bagi sekitarnya.

4. Allah yang menciptakan segalanya, Ia tetap berkarya di dalam RohNya, sebagaimana karya terbesarNya melalui Kristus.
Siapa orang yang berbahagia? Mengapa bahagia, untuk apa?
1-3  siapa yang berbahagia:
Yang tidak bergaul dengan orang fasik tidak malas, dedikasi, mempunyai kerinduan. Tahu makna dan tujuan hidupnya serta konsisten pada pendiriannya
Mengerjakan sesuatu dan berinisiatif sehingga menikmati di dalam Tuhah dan untuk Tuhan, tanpa mengenal lelah, siang dan malam.
Seperti pohon yang tumbuh, tidak putus asa dan mempunyai spirit serta motivasi dalam pekerjaan Tuhan.
Orang yang tidak tahu dan tidak mmiliki tujuan hidup, tidak memiliki visi dan rencana dalam proses keberhasilan hidupnya. Akibatnya orang ini miskin secara rohani dan jasmani yang mereka menuju kebinasaan.

5. Siap bergaul dengan firman Tuhan yang senang dengan Firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak mengambil jurusan fisika dan lain-lain tetapi taurat. Sekolah sekarang mengambil kejuruan kebanyakkan agama atau filsafat agama. Bahkan Paulus berkata bagi orang yang mengunjunginya bahwa kitab, perkamen.
Dukungan dari lingkungan. Punya zona yang baru, seperti lois dan timotius. Jadi dukungan itu penting untuk kesuksesan. Yitro mendukung Musa, Daud dan Yonathan.
Seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air. Siap berkarya bersama dengan Tuhan. Ayub bergaul dengan Tuhan sehingga ia tetap dengan Tuhan apappun yang dialaminya. Yusuf juga menyertakan Tuhan dalam hidupnya.

6. Dua jenis manusia : Orang fasik dan orang saleh
Ciri orang Saleh: kebenaran, kasih, ketaatan pada Firman Allah dan pemisahan dari persekutuan dengan dunia.
Ciri orang fasik: tidak dapat bagian dalam kerajaan Allah (I kor 6:9) Ia akan dihakimi dan binasa.
Bagaimana caranya untuk mencapai kelancaran dalam berkarya?
Memiliki hasil akhir yang berbeda, diberkati dan dihakimi.
Kelancaran berkarya/kebahagiaan/berkat= tidak selalu berbicara tentang materi.
Ada perbandingan antara orang benar dan orang fasik. Antara pohon dan sekam.
Ayt 5= tidak tahan dengan penghakiman
Ayt 6= Tuhan mengenal jalan orang benar dan fasik, bukan hanya materi tetapi ada kebinasaan dan hidup kekal. Jadi bukan hanya materi. Seperti sekam tidak memiliki kualitas. Mereka tidak memiliki jaminan hidup.
Bagaimana cara mencapai kelancaran:
Berpaling dari hidup berdosa (sama dengan keluaran 20) suatu peningkatan pikiran jangan dengar orang fasik, tetapi taurat Tuhan. Setelah itu bahkan tidak menyetujui orang fasik. Tidak duduk, tidak mengimplementasikan nasihat org fasik.
Harus membangun hidup disekitar FA “tetapi” orang yang dberkati Tuhan bukan hanya berpaling, tetapi juga membangun hidupnya di dalam Tuhan. Maka itu mereka merenungkan FA siang dan malam sehingga membentuk dan membuat mereka berhasil seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air. Sehingga mereka berhasil, tidak berarti tanpa kendala, tetapi tetap hidup didalam Allah. Tidak layu daunnya, berbuah dan berhasil.
Memiliki hidup yang berpaling dari dosa.

7. Gaya hidup (1-2)
Gaya Pikat (3)
Gaya sukses (4-6)
Lima faktor yang menyebabkan kegagalan: malas, tidak tahu, tidak mampu, tidak puas, tidak bersyukur.
C. swindol;  melakukan hal2 yang benar berarti menjalani hidup sesuai dengan arahan dan prinsip2 yang termuat di dalam ke 66 kitab dalam alkitab tanpa kompromi.

8. Ayt 1= tidak ada orang yang lancar tanpa disiplin. Yaitu prinsip hidup. Sekalipun ia berada diantara orang-orang yang tidak mengenal Tuhan karena ia mempunyai disiplin dan prinsip.
Cakap menangkap setiap kesempatan merenungkan taurat Tuhan siang dan malam. Bergaul dengan Tuhan, tanpa Tuhan ia tidak sanggup orang-orang fasik.
Ayt 3= segar, kuat dan berbuah.

9. 2 macam orang, orang benar menuju kepada kehidupan yamg kekal tetapi sedikit orang yang melaluinya, fasik menuju kepada kebinasaan tetapi banyak orang yang melaluinya. Mat 7
Pola hidup ada 2. Jalan hidup orang benar itu kesukaannya taurat Tuhan dan orang fasik sebaliknya.
2 macam hasil karya: orang benar apa yang dilakukannya selalu berhasil dan orang fasik seperti sekam hasil karyanya akan terbuang.

10. negotum cum deo = setiap kehidupan orang benar berurusan dengan Tuhan. Dealing with God. Pusat kehidupan orang benar adalah Tuhan maka Tuhan itu yang melihat jalan orang benar.
Sejahtera (Prosper) lawan dari kebinasaan (Perish).

11.
Prosper ada 6:
1. Kerohanian
2. Emosi puas
3. sehat  tidak sakit2an
4. family dari generasi ke generasi
5. relasi teman yang ada bersama kita disaat2 sulit
6. materi

12.Mazmur ini puisi mempunyai koor: Tuhan mengenal jalan orang benar, berarti detail dari rahim, lahir, besar, pekerjaan semuanya terbuka, tidak ada yang tersembunyi. Tidak ada hal yang dimana Tuhan tidak mampu mengungkapkannya. Kalau Tuhan itu mengenal, maka kita harus hidup yang benar, bukan fasik. Disanalah kita menemukan sumber kebenaran yang akan menopang kehidupan. Ketika Tuhan mengenal jalan hidup orang benar:
Dia akan tahu cara hidup dan jalan org benar (tidak berjalan, berdiri, duduk) menunjukkan kepada aktifitas daripada orang benar itu. Kita tidak mungkin menghindari orang-orang fasik dalam dunia ini, mensterilkan diri dari kondisi dunia yang berdosa. Ada pembantu yang menerima bantuan langsung untuk orang miskin, mestinya rp.150.000 tetapi ia hanya mendapat rp.60.000 ini kondisi hdiup dunia. Disekitar kita selalu ada aktifitas berdosa tetapi orang benar harus memiliki hidup yang berbeda.
Tuhan tahu apa yang menjadi kesukaan kita  memiliki inti kehidupan itu pada firmanNya, dimana seseorang menemukan sumber kehidupan yang abadi. Sama seperti tikus mati dilumbung padi, kadang-kadang orang Kristen yang hidup dengan Firman Tuhan tiap hari malah tidak hidup dalam firman Tuhan. Tidak menjadi makanan dan air itu. Seorang Pendeta yang ditelpon oleh jemaatnya, alkitab itu penting bagi jemaatnya, tetapi ternyata alkitab itu berisi kaca mata baca. Terkadang kita hanya berbicara tetapi tidak mengalaminya.

13. kebahagiaan yang di kaitkan dengan Tuhan:
Pohon yamg tumbuh, kuat, sehat, teduh dan berbuah sehingga tidak sia-sia.
Sekam itu pernah hidup tetapi tidak lagi berisi. Tidak punya nafas hidup dan tidak berhasil, sama dengan orang terusir dari Eden bekerja dengan sengsara, menderita.
“Tuhan Tahu” orang yang sengsara memerlukan Tuhan.
Karena Tuhan tahu kehidupan setiap orang. Maka orang benar ia seperti pohon yang tumbuh selalu memerlukan 4 hal utama:
Oksigen/udara
Tanah yg subur
Air yg cukup
Matahari
Dan keempat itu adalah ANUGERAH TUHAN bukan karya kita tetapi antara usaha manusia dan berkat dari Tuhan.
Blessed dalam bahasa mandarin:
Berkat=lengkap. Tidak separuh untuk melengkapi seluruh aspek hidup kita. Jasmani, jiwa. Sendiri dan masyarakat. Yakobus berkata orang yang bertahan dalam sengsara berarti tidak kurang apapun dalam hidupnya.
Bagaimana hidup seperti pohon dan bukan sekam.
Lancar dalam berkarya:
Firman
Kebenaran
Berkat
Kepuasan
Hidup dalam Tuhan
Dalam peribahasa mandarin: salah menikah dengan seorang laki-laki yang tidak benar (bagaikan serigala) laki-laki kalau salah dalam karyanya maka ia tidak menghasilkan apa-apa dalam hidupnya.
Hidup ini bergerak dari  arah ke gaya ke  karya supaya kita menjadi orang berhasil.
Kalau ke Gereja untuk pelayanan sebagai hamba Tuhan jangan hanya memandang orang kaya dan berduit tetapi setiap orang sama di hadapan Allah. Kunjungilah dalam pelayanan kepada Tuhan: orang miskin 3 kali, dan orang kaya 1 kali. Berkat yang besar adalah diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Maka itulah arti kesuksesan.
Ada dua macam binatang lambang panjang umur:
Kura-kura  jangan takut kalau lambat karena yang paling penting adalah tetap sampai dan selesai.
Bangau  berdiri dengan satu kaki, ia telah melatih berdiri tegak dan tidak takut dengan situasi angin kencang, karena kakinya nancap di dalam air.

Lancar berkarya adalah berkat anugerah Tuhan semata-mata. Istilah berkat mengandung arti lengkap tak kurang satu apapun jua, kesempurnaan yang diberi oleh Tuhan mencakup segala aspek hidup, baik jasmani maupun rohani. Dalam minggu PI ini orang yang hadir memiliki pola tata cara hidup yang berbeda namun tidak semuanya berhasil memuaskan. Itu sebabnya mengajak mereka kepada Tuhan menjadi penekanan utama bahwa hanya orang yang : Hidup dalam Firman, hidup dalam kebenaran, hidup dalam anugerah, hidup dalam kasih, hidup dalam berkat dan hidup dalam kepuasan adalah orang yang berani hidup dalam Tuhan, mereka tidak lagi hidup dalam anthropocentris melainkan Theocentris karena Tuhan adalah sumber dari segala berkat dan anugerah. Bagaikan aliran air yang segar memberi hidup kepada manusia.
Tidak berjalan menurut nasehat oramg fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, adalah sikap pasif terhadap tawaran dunia, namun kesukaannya ialah taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam adalah secara inisiatif, positif dan aktif dalam kehidupan yang saleh.
Dalam Mazmur 1 ini, pemazmur memberi 2 gambar yamg sangat berbeda tentang pola tata cara hidup orang yang beriman yaitu pohon dan sekam, pohon yamg ditanam ditepi aliran air menghasilkan buah pada musimnya dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil dan gambar kedua ialah sekam yang enteng, ngambang, kosong dan tidak berguna, tidak terarah, tanpa berkarya tidaklah ada arti hidupnya; pohon membutuhkan air yang bersih, udara yang segar, sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur, kesemuanya ini adalah berkat yang diberi oleh Tuhan, sesuai dengan hukum alam dalam keadaan normal benih yang hidup akan bertumbuh menjadi besar bagaikan pohon yang berbuah dalam pemeliharaanNya, tetapi sekam tidak karena sekam pernah hidup dan tidak lagi sekarang, itu sebabnya kita perlu membawa kembali yang hadir untuk bertemu dengan Tuhan pencipta, pohon selamat dan sumber berkat, agar mereka dapat menjadi ciptaan baru untuk menempuh hidup bersama Tuhan.
Kalimat Tuhan mengenal jalan orang benar bermaknakan Tuhan mengetahui betapa sulitnya hidup manusia dalam dunia sementara ini, Tuhan tahu jerih payah jatuh bangun hidup kita, namun setiap pergumulannya pasti ada perhatian khusus dari Tuhan membawa kita kepada suatu kesuksesan yang bernilai tinggi agar Tuhan dimuliakan karena apa saja yang dibuatnya pasti berhasil karena Ia adalah penyempurna iman kita. ***