Jumat, 27 Juni 2008

Keluarlah dari Sana!

PERSEKUTUAN HAMBA TUHAN
27 JUNI 2008

Tema : Keluarlah dari Sana
Nats : Yesaya 52 : 11 – 12

( Hamba Tuhan 1 ). Yesaya menghimbau untuk umat Israel keluar dari sana. Kata “sana” itu adalah dari Babilonia, menjauh dari sana. Berkaitan dengan kondisi saat mereka ditawan 3x di Babilonia. Penawanan yang ke 3x menyebabkan kehancuran yang sangat berat. Keruntuhan kerajaan Yehuda terjadi pada waktu itu. Dimulainya dari pembangunan menara Babel, yang akhirnya menyebabkan kekacauan. Babilonia ini melambangkan kekuatan yang menentang Tuhan, menjatuhkan rumah Tuhan. Sesuai dengan janji Tuhan, setelah 70 tahun maka bangsa Israel dilepaskan oleh Tuhan dari Bangsa Babel ini. Terdapat 2 tipe golongan : (1) Yang Setia pada Tuhan, misalnya Daniel. (2) Orang yang menganggap Babilonia kampungnya. Membaur dengan orang Kafir di sana, kehilangan status dan kesaksian bagi Tuhan, benar – benar tertawan secara fisik dan rohani. Karena itu melalui Nabi Yesaya, Tuhan memberitahukan pada bangsa Israel ini untuk keluar dari Babilonia, menjauh dari yang najis, karena Tuhan melindungi dan memimpin mereka. Paulus menggunakan ini untuk orang Kristen keluar dari hal – hal duniawi, dan noda – noda ( dosa ) yang menajiskan. Salomo, Akhan, orang-orang yang najis karena dosa dunia. “ Mengangkat perkakas rumah Tuhan” adalah para pelayan harus menjaga diri suci, kudus, dan menjadi kesaksian hidup bagi kemuliaan Tuhan, baru kita akan dapat lebih layak melayani Tuhan.
( Hamba Tuhan 2). Berkaitan dengan konteks. dibagi 2. The Book of Judgment dan Kitab Penghiburan. Juga berisi akan Pelayanan hamba Tuhan dan pemulihan Israel. Sisa Israel yang setia mengalami penghiburan yang dari Tuhan. Pada waktu itu saat dibebaskan Raja Sirus mengijinkan untuk mereka mengambil barang – barang bait Allah, tetapi kata “perkakas rumah Tuhan” memiliki arti bahwa umat Allah harus benar – benar mengenal akan mana yang barang milik Bait Allah dan mana yang barang berhala. Makna keluar yang dimaksud dengan Keluar dari ketidakmurnian, keluar dari ketidakpercayaan, keluar dari kenyamanan, dan keluar dari dosa.
( Hamba Tuhan 3). Ayat 12, perikop ini ditutup dengan kata – kata “Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.” Agar umat yang telah dibebaskan dari perbudakan maka harus dapat hidup di dalam Tuhan, karena Tuhan yang memimpin dan menutup barisan, seperti orang yang baris berbaris, sisa orang yang taat ini akan disertai Tuhan seturut rencana Tuhan.
( Hamba Tuhan 4). Yesaya menggunakan akhiran “-lah” menunjukkan kegentaran, keseriusan, keadaan yang darurat untuk segera bertindak. Dalam dunia ini memang penuh dengan kheos yang membuat kejahatan dunia. Begitu banyak kreatifitas dosa dalam dunia ini, memasukkan narkotik dalam permen, dll.. Firman ini ingin menunjukkan bagaimana ke-urgent’an kita untuk dapat melakukan firman Tuhan dalam dunia ini, karena adanya banyak tantangan, dan hambatan dalam dunia ini. tetapi di dalam Tuhan tetap harus memegang erat firman Tuhan dalam kehidupan kita. Mengingatkan pada jemaat Tuhan untuk tetap dalam Tuhan dan setia karena Tuhan tidak akan pernah meninggalkan mereka.
( Hamba Tuhan 5) Membuat orang berpikir kapan suatu bangsa disuruh keluar oleh Tuhan. Apakah dalam I Kor 15 : 33 ini tidak membuat bangsa yang telah dibuang lama sudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya ? Bangsa Babilonia adalah bangsa yang terkenal buruk, banyak kegiatan prostitusi, pergaulan yang buruk, dan sangat mudah mempengaruhi keadaan sekitarnya. Dalam bahasa Inggris, istilah buru – buru, diartikan bahwa tidak perlu buru – buru karena dapat memberikan kelambatan jika salah. Akan menekankan remaja agar waspada terhadap segala kondisi dan keadaan yang ada dalam tantangan dunia sekarang ini, agar keluar dari hal – hal dosa duniawi.