Jumat, 06 Juni 2008

Berani Tampil Beda

Berani Tampil Beda
II Kor 6:14-18

HT 1
Berani tampil beda = tema minggu ini. Banyak hal dalam dunia ini yang membutuhkan keberanian, memulai sesuatu, tantangan jaman, tampil beda dengan yang lain, melawan mode atau trend jaman. Perlu juga kesadaran disampin keberanian untuk berani untuk beda untuk tampil beda, 2 Kor 6:14-18, ada dua macam orang manusia yang saling tidak mungkin dipersatukan. Sungguh2 tidak boleh atau bertentangan orang yang percaya menikah dengan yang tidak seiman, karena seringkali yang percaya tidak bisa menunjukkan iman mereka. Tertarik pada hal2 duniawi dan melalaikan firman Tuhan dan prinsip2 sebagai orang percaya. Apa yang kita dapatkan dari berani tampil beda? Ay. 18, Paulus menasihati mereka untuk berani tampil beda. Ada 2 hal:
1. Rohani  harus memelihara kehidupan yang kudus dan benar, gelap dan terang tidak pernah bisa bersatu. Menjadikan Tuhan bapa kita dan kita memulihkan hubungan dengan Allah. Tugas yang diberikan kepada kita adalah menjadi berkat, menjadi garam dan terang dunia ini.

HT 2
Ada seorang penafsir mengatakan sebenarnya konteksnya adalah keunikan kekristenan:
1. Berani menceritakan kebenaran, ay. 11. bersangkut paut dengan latar belakang jemaat Korintus itu sendiri, yang berasal dari penyembah berhala, dan setelah mereka menyembah berhala, mereka pergi kepada pelacur bakti. Korintus 4, penyimpangan seksual, kenajisan2 yang diungkapkan. Orang Korintus harus menjadi orang yang unik, dan menjauhi dosa, berani menegur kesalahan. Walaupun sakit, itu dilakukan untuk kebaikan. Harus membuka hati untuk kebenaran
2. Berani membuka hati selebar2nya, ay. 13, bandk. Ay 14-15, diungkapkan dengan membajak. Ada sebuah prinsip hidup yang harus disadari, kalau kamu Kristen maka kehidupanmu harus jelas dengan prinsip rohani, karena tidak mungkin terang dan gelap dicampur. Dengan ketegasan yang jelas hidup dalam kekristenan.

HT 3
Ps. 6:11-18 tidak bisa dilepaskan dari 7:1 karena ia merupakan kesimpulan dan undangan dari Paulus dari ayat-ayat di atasnya. Dalam konteks khotbah di remaja, beberapa hal seperti pencarian pasangan hidup, cara bergaul, kedekatan antar kelompok dan pengaruh budaya menjadi topik-topik yang relevan dalam bagian ini. Latarbelakang yang terjadi di Kota Korintus dengan segala kehidupannya, bisa menjadi cerminan dan refleksi akan kehidupan jaman modern ini. Itu sebabnya, perikop ini akan menjadi bagian yang menarik untuk bisa dibawakan kepada jemaat secara umum, juga kepada para remaja.

HT 4
Jelas ada perbedaan orang yang percaya dan tidak, kebenaran, terang, milik Kristus, bait Allah. Kedurhakaan, gelap, belial, jikalau dipaksakan akan terjadi ketidakseimbangan. Contoh: Daniel + Nuh – Iman (memisahkan diri), Yusuf (Kehidupan), Tuhan Yesus. Dan dalam kehidupan sehari2, dalam pernikahan, usaha dan iman.
HT 5
Orang benar dan orang yang tidak percaya, sama2 punya agama, dan mempunyai Tuhannya sendiri, perbedaannya adalah Tuhan dan hidup yang berbeda. Mungkin memiliki sikap yang sama, tetapi kita harus menunjukkan jati diri sebagai orang Kristen sejati.

HT 6
Mengapa Paulus menuliskan surat ini? Waktu itu jemaat Korintus sangat berat dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat, dalam hal2 yang negatif. Tantangan orang percaya adalah standar hidup dan patokan hidup.

HT 7
Jemaat2 yang dikunjungi Paulus, banyak praktek2 agama yang tidak berkenan dihadapan Allah. Filsafat yang dipengaruhi Yunani dan gaya hidup. Membuka hati selebar2nya. Ay. 11, teguran Paulus untuk orang Korintus, supaya mereka melihat siapa Kristus sebenarnya, karena waktu itu komunitas orang Kristen sangat kecil dibandingkan dengan yang lain. Orang Kristen harus menjadi teladan hidup buat masyarakat Korintus.

HT 8
Sebetulnya ini berbicara soal fakta, dan teladan, dan hubungan yang sangat dekat dengan orang kafir, sehingga mencemarkan diri dalam hal2 rohani maupun jasmani. Sebenarnya ini lebih kearah berani mengambil keputusan untuk mengakhiri semuanya dan mengarah kepada hal yang lebih jelas. Demi memenuhi janji2 Allah dan berani memutuskan

HT 9
Hidup serupa tapi tidak sama  memang ada dalam dunia tetapi tidak dikuasai dunia
Garam dan terang  hidup tetapi tidak kerjasama dengan pola dunia, karena kita adalah surat yang harus bisa dibaca.
Hidup biasa namun luar biasa, kita harus selalu menjadi pemenang, harus menjadi penentu, Daniel, menjadi kunci, Yusuf di Mesir, untuk menolong keluarga dan bangsanya sendiri.
Ay. 17 hidup siaga berani bayar harga, akrobatik pesawat terbang, pilot harus maksimal, optimal dalm operasional, taat pada 1 komando, disiplin dan penguasaan diri. Keberhasilan merupakan milik bersama.
Ay. 18, hidup mantap dalam keluarga Bapa yang kekal

HT 10
Tebak2an  apa bedanya Tuhan dan Aqua, Tuhan itu mengganti isinya, Aqua mengganti botolnya. Esensi yang diganti, bukan luarnya, kontennya. Barangsiapa dalam Kristus dia adlah ciptaan yang baru. Terang – gelap, kristus – belial, orang Kristen mempunyai satu karunia dengan orang2 yang lain.

HT 11
Program TV  aspal. Bagaimanapun juga, memang mirip, tetapi tidak sama. Perbedaan orang2 percaya dan orang2 dunia. Melayani orang, seperti orang yang dilayaninya. Tetapi kemudian disuruh berbeda, konteksnya berbeda, menghargai tetapi tidak kompromi, karena mereka sangat kompromi, mengapa harus berbeda?
1. Bait Allah
2. Allah diam dalam hati kita
3. Orang percaya adalah umat Allah

HT 12
Ay. 14, jemaat banyak pasangan yang tidak seimbang, apakah harus dipisahkan dan dijauhi? Tidak berarti harus berpisah, atau diceraikan, esensi berbeda, imannya harus dipengaruhi. Kalau sudah terjadi, mereka harus tetap bersatu tetapi harus memiliki visi, gaya hidup, tujuan, yang berbeda, menjadi kesaksian yang hidup. Mengapa beda? Karena harus beda Mengapa berani? Dan Tuhan yang memberikan keberanian untuk berbeda.

HT 13
NASB  pengajar2 sesat yang ditentang oleh Paulus. Karena ajaran yang mereka anggap lebih baik maka, orang Korintus mengikuti ajaran tersebut. Paulus mengatakan bahwa mereka berbeda dengan mereka. NASB menyebut mereka adalah pelayan2 setan. 5 istilah:
1. Partnership  perbandingan antara kebenaran dan kelaliman
2. Fellowship  terang dan gelap
3. Harmony Kristus dan Belial
4. Common  Orang percaya dan tidak percaya
5. Agreement  Allah dan berhala
Tidak ada persamaan sama sekali, orang percaya dan tidak percaya. Persoalannya adalah apakah memang kita tidak boleh bergaul? Masih bisa bergaul dengan orang lain, tetapi dalam iman sama sekali tidak ada persamaan.
Bound atau didalam, NIV  Yoked together. Comparison in contrast. Konteksnya adalah kehidupan, dan bukannya pernikahan. Jangan sampai beda sampai jadi Aneh. The opening of the Christian Mind.
1. Conviction
2. Courage  somum bonum, berani dengan keyakinan
3. Creativity
4. Competence
5. Community
Francis Schaeffer . Two contents
1. Sound Doctrine
2. give honest answers to honest questions
And two realities.
3. Kerohanian sejati
4. The beauty of human relationship among Christians
“Fundamentalis” sejati, good for you. Berani tampil beda tetapi jangan aneh  seperti remaja, kalau tampil beda seperti orang gila, tetapi harus dibuktikan bahwa kita normal dan harmonis antara iman dan kehidupan sehari2.

HT 14
Manusia adalah makhluk sosial sehingga ternyatalah apa yang dikatakan oleh Tuhan, yaitu tidak baik manusia itu sendiri saja. Sehingga manusia selalu hidup berkelompok, dan untuk mendapat pengakuan dari sebuah kelompok, contoh: kelompok yang merokok, maka kita juga harus merokok. Gereja adalah harapan dunia untuk tampil beda, dengan komunitas orang2 beriman. Berani tampil beda ditengah masyarakat tidak bisa terlalu berbeda, karena akan berbahaya, Bill Hybels berkata memimpin ke atas, ke bawah, ke kanan, ke kiri. Ketika kita bergaul dengan anak Tuhan sebenarnya kita membatasi diri untuk itu, karena ketakutan akan dipengaruhi dalam hal world view dan lainnya. 1 Kor 5:10-11  janganlah bergaul, associate with, persoalan dengan orang2 Kristen yang munafik. Janganlah kamu berkawan  partakers. Unequally yoked, lebih menyatu. Bound together yang harus disadari, jelas sekali Paulus tidak mengajarkan kita untuk eksklusif, tetapi masalahnya adalah prinsip hidup.

HT 15
Hendaklah engkau menjadi sempurna, karena Aku El-Shaddai. Tidak pisah tetapi tidak berbeda juga. Tidak bisa concord tidak bisa partnership sebagai seorang partakers. Kita menjadi orang yang terasing dalam dunia ini. Ada beberapa isitlah yang bisa kita angkat.
Kita eksis tetapi tidak eksistensialisme, Sekuler – sekularisme, Relativ – relativism, Positif tetapi tidak positivisme, Negeri orang buta, yang menjadi raja adalah yang bermata satu. Paulus berbicara tentang hal ini, harus keluar dari sana. Paulus berbicara pd ps 6:2, berbicara kepada HT yang diutus ke dunia.bagaimana kita berbeda dan dimenangkan oleh Tuhan, menjadi penyambung lidah dan peerpangjangan tangan Tuhan. Kehidupan orang Kristen dalam dunia ini, terang, toleransi, tetapi tidak kompromi.
Konsep agama  konsep kehidupan konsep kosmos. Tata hidup ditentukan oleh keyakinannya. Kosmos: ruang( dan waktu(dulu, skrg, masa depan). Bagaimana kita menentukan kehidupan kita? Harus hidup sesuai dengan panggilannya. Son and daughter. Menjadi anak2 kepunyaan Tuhan sendiri.