Jumat, 11 April 2008

Memberi yang terbaik

Persekutuan Hamba Tuhan

Jumat, 11 April 2008

Nats :Maleakhi 3:10

Pemb. Alkitab :Maleakhi 3: 6-12

Pengantar

Latar Belakang Penulisan Kitab Maleakhi

Pada tahun 722 SM Israel / Kerajaan Utara dikalahkan oleh Asyur dan orang-orang Israel diangkut ke dalam pembuangan. Pada tahun 587 SM Yehuda / Kerajaan Selatan dikalahkan oleh Babilonia dan orang-orang Yehuda diangkut ke dalam pembuangan. Di antara tahun 538-444 SM, orang-orang Yehuda kembali dari pembuangan. Sedangkan Maleakhi menulis kitabnya kira-kira pada tahun 440 SM. Jadi, Maleakhi menulis kitabnya untuk orang-orang Yehuda sesudah kembali dari pembuangan. Jadi, kata 'Israel' dalam ay 1 menunjuk kepada orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan.

Kehidupan Setelah Pembuangan

Kehidupan di pembuangan tidak banyak mengubah bangsa itu menjadi lebih baik dan prihatin. Meski Tuhan mengijinkan mereka mengalami masa-masa yang sulit dan membentuk mereka sedemikian rupa, tetap saja tidak banyak mengalami pembaharuan. Sebaliknya, kehidupan mereka menjadi lebih menyedihkan, bukan hanya pada umat, tetapi juga imam-imamnya. Maleakhi menggambarkan kehidupan mereka yang memprihatinkan, sebagai berikut:

  1. Tidak lagi takut dan hormat kepada Allah. ”Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?” (Mal. 1:6).
  2. Mempersembahkan binatang cacat. ”Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN” (Mal. 1:13)
  3. Pengajaran yang tidak bertanggung-jawab dari para imam. ”Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu” (Mal. 2:7-8).
  4. Melakukan kawin campur dan perceraian. “Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing” (Mal. 2:11) dan ” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia” (Mal. 2:14)
  5. Tidak memberikan persembahan persepuluhan. “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” (Mal. 3:8)

Istilah Persembahan

Dalam PL kata persembahan dikenal dengan nama ”kurban”. Kedua kata tersebut memiliki arti ”mengantar atau membawa ke dekat”. Seperti seorang rakyat membawa sesuatu untuk dipersembahkan kepada raja atau kaisarnya. Dengan penuh syukur, hormat, dan menyembah, mereka membawa pemberiannya itu kepada sang raja. Membawa persembahan atau kurban ini banyak disinggung dalam PL ketika umat Allah menyelenggarakan ritual tertentu. Misalnya, Kain dan Habel adalah orang pertama yang disebut dalam Alkitab mempersembahkan kurban kepada Tuhan (Kej. 4:3-4).

Sejarah Persembahan/Kurban

Dalam PL pada dasarnya ada dua jenis milik bangsa Israel yang dapat dipersembahkan: Pertama, kurban yang berdarah atau hidup (mis, lembu, kambing, dan domba); dan kedua, kurban yang tidak berdarah (mis, tumbuh-tumbuhan). Dilihat dari pemberi persembahan dapat dikategorikan dalam tiga status sosial masyarakat:

  1. Pemberi lembu, mewakili kelompok masyrakat atas.
  2. Pemberi domba, mewakili kelompok masyarakat menengah.
  3. Pemberi merpati, mewakili kelompok masyarakat bawah.

Persembahan Persepuluhan

Model persembahan ini sebenarnya sudah dipraktekkan oleh bangsa-bangsa kuno selain Israel. Misalnya, orang Mesir membawa persembahan perpuluhan harta milik mereka kepada dewa-dewa mereka setelah mereka memenangkan baik berupa budak, ternak, kota, logam, emas, dan sebagainya. Raja Tiglath Pileser mempersembahkan sepersepuluh dari rampasan perangnya kepada dewa Ashur dan Ramman. Petani-petani Roma Kuno harus mempersembahan perpuluhan dari hasil panennya kepada dewa-dewa mereka. Bagi orang Israel sendiri perpuluhan sudah dimulai sejak jaman Abraham (Kej. 14:18-20), Yakub (Kej. 28:22), dan dijelaskan secara deteil melalui peraturan Hukum Taurat (Im. 27:30-33). Maleakhi menekankan, ”Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” (Mal. 3:10). Bila tidak dijalankan, sangat mungkin akan datang belalang pelahap yang akan merusak hasil tanah dan kebun anggur kepunyaan kita.

Beberapa Masalah Soal Perpuluhan

  1. Tidak memahami makna perpuluhan
  2. Memahami tapi belum mau memberi
  3. Belum mau memberi karena kuatir kebutuhannya tidak tercukupi
  4. Mau memberi tetapi menahan dan menyimpannya sendiri
  5. Sekalipun memberi dipersembahkan kepada pribadi/lembaga lain
  6. Sebagai ganti pelayanan (karena sudah memberi tidak perlu hadir dan melayani di rumah Tuhan).

Prinsip Penting Dalam Memberi

  1. Perpuluhan harus ditujukan ke rumah Tuhan. ””Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” (Mal. 3:10).
  2. Sadar bahwa semua yang kita punya adalah milik TUHAN. Karena Tuhan yang memerintahkan, maka persepuluhan itu milik Tuhan dan karena itu, kita harus mengembalikannya. Bila tidak mengembalikan, maka itu sama saja dengan mencurinya.
  3. Memberi dengan rasa syukur dan sukacita. ”Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor. 9:7).
  4. Disiplin – mulai dari kecil dan belajar setia. Bila kita sudah belajar memberi sejak kecil dan meski nilainya kecil, kita tidak akan kesulitan bila besar nanti dan nilainya itu bertambah besar.
  5. Proporsional – sesuai dengan kemampuan dan pendapatan yang kita peroleh.

Jani Tuhan Bagi Pemberi Perpuluhan

”Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam” (Mal. 3:11). Ini juga berarti, bila kita mengambil bagian yang menjadi milik Tuhan maka belalang pelahap akan merusak hasil tanah kita, pekerjaan kita, keluarga kita, dan semua yang kita miliki. Contoh: Tuhan membuang bangsa Israel ke negeri asing dan membuat hidup mereka menderita, tertekan, dan tidak lagi bisa menikmati berkat-berkat-Nya karena mereka tidak taat kepada-Nya dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan, termasuk mengambil milik Tuhan itu. Martin Luther mengatakan, ”Setiap orang percaya bukan hanya harus bertobat hati, tetapi juga harus bertobat dompetnya.”

Tanggapan:

1. Setelah melihat penjelasan tentang penipuan Israel tetapi Tuhan tetap menginginkan mereka kembali. 3:6, Allah tetap menginginkan orang Israel untuk kembali, dengan cara mengembalikan persepuluhan ke dalam rumah Tuhan. Kata menipu ->kaba = merampok. Persepuluhan yang ditipu dalam bahasa asli berarti merampok, bahkan seluruh bangsa yang melakukannya, mengambil dengan paksa dari Tuhan, sesuatu yang bukan miliknya. Pengakuan semuanya berasal dari Tuhan, mengakui Tuhan sumber segala sesuatu. Persembahan khusus adalah persembahan unjukan untuk mendukung kehidupan para imam.

2. Ini ayat yang terkenal dalam kitab Maleakhi, yakni soal perpuluhan. Bila kita tidak memberi perpuluhan, ini sama saja dengan merampok. Persembahan jenis ini biasa dilakukan oleh bangsa-bangsa timur tengah: Roma dan Yunani. Persembahan ini diberikan untuk digunakan bagi negara dan agama. Bukan hanya Maleakhi yang menekan perpuluhan, tetapi Nehemia juga. Oleh sebab itu nehemia dan maleakhi sgt menekankan ttg persepuluhan karena orang yahudi telah jatuh meninggalkan Tuhan. Pelayanan dalam bait allah perlahan2 ditinggalkan. Perpuluhan diberikan kepada imam karena pada waktu itu mereka tidak mendapatkan penghasilan. Tetapi banyak imam yang meninggalkan tugas-tugasnya karena mereka tidak tercukupi. Melalaikan persepuluhan berarti melalaikan agama. Ini adalah pesan yg sangat penting Dalam PB perpuluhan tidak terlalu banyak ditekankan, tetapi lebih kepada persembahan hidup/diri. Kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, taat, dan menenangadah kepada Tuhan. Itu juga sudah sama dengan memberikan persembahan dengan segenap hati.

3. Latar belakang kitab Maleakhi berada pada masa paska pembuangan, dimana bangsa Yahudi kembali dari perbudakan. Mereka ternyata mengalami kesusahan dan kemunduran rohani. Tidak heran mereka menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-Nya, dan tidak percaya lagi bahwa ketaatan pada perintahNya itu berguna. Demikian juga imbasnya pada kehidupan ibadah mereka menjadi suam dan rutinitas belaka. Maleakhi dalam perikop ini dengan jelas hendak menegur dan memotivasi kembali orang Yahudi agar kembali pada Tuhan. Maleakhi - dalam perikop ini - hendak menyampaikan konsep yang benar tentang "mempersembahkan yang terbaik". ada pun beberapa kebenaran ini, antara lain:

l kita memahami bahwa pemberian kita adalah milik Tuhan

l Mempersiapkan yang terbaik (Band. kain-habil. konsep sebagian dan sepenuhnya)

4. Alkitab banyak berbicara mengenai uang (+/- 2000 ayat). Bagaimana cara memberikan perpuluhan?

  • Melalui anugrahNya - Mengalir keluar dari hati yang penuh rasa syukur
  • Dalam iman - “...apakah Aku tidak akan membuka tingkap-tingkap langit....”
  • Tujuan – kepada siapa saya memberikan perpuluhan, tapi dalam Alkitab dikatakan “supaya ada persediaan makanan di rumahKu.”
  • Disiplin – memberi dengan teratur, supaya kita melatih diri dari hal yang kecil.
  • Proporsional dan jujur – memberikan dari hati dan dengan kerelaan

2 Kor 9:7

5. Dalam judul dikatakan memberi, tetapi sebenarnya ini adalah sebuah pengembalian. Perpuluhan adalah milik Tuhan, oleh sebab itu marilah kita mengembalikan. Raja Minyak – John Rockefeller, saya tidak akan bisa mengembalikan perpuluhan dari penghasilan saya 1 jt $, kalau saya tidak belajar mengembalikan perpuluhan semenjak gaji saya 1,5 $/minggu. Resiko tidak mengembalikan perpuluhan, Israel dibuang, dan itu berarti Tuhan bertindak serius bagi mereka yang tidak mengembalikan.

6. Seorang pengurus berkata, 1 juta memberikan perpuluhan sebesar 100 rb, jauh lebih sulit dari orang yang memberikan 1 jt dari 10 jt. Sebenarnya hal ini terbalik. Saya belajar dari seorang sopir gereja, yang berkata, perpuluhan bukan hanya soal taat, tetapi prioritas Tuhan untuk mendahulukan Tuhan. Dari Maleakhi tercatat orang2 yang meragukan kasih Allah, mengandalkan kemampuan sendiri, itu bagi orang yang tidak memberi. Bagi mereka yang memberi, tidak diberikan dengan hormat. Dalam jemaat Hok Im Tong, banyak jemaat yang menahan persembahan, supaya ketika gereja membutuhkan dia bisa memberikan. Ada juga yang memberikan tidak ke rumah Tuhan, tetapi mengalihkan ke tempat lain.

7. Di PL Tuhan hanya menuntut melalui Maleakhi yaitu perpuluhan, waktu jaman Abraham sebelum ada ketetapan ini, tetapi dia memberikan untuk Tuhan. Dalam PB tidak hanya perpuluhan, tetapi secara keseluruhan. Sewaktu saya merintis pekerjaan Tuhan di pagarasih, mereka berasal dari kondisi ekonomi menengah ke bawah, sewaktu katekisasi dilangsungkan banyak orang yang mundur. Tetapi ada orang yang memberikan seadanya, sehingga Tuhan memberikan berkat. Tetapi akhirnya dia jatuh sakit karena semenjak sukses, menjadi berubah tidak setia lagi kepada Tuhan.

8. Tema kali ini “mempersembahkan yang terbaik.” saya berpikir mungkin ada sesuatu yang Tuhan

  • Jangan mempersembahkan uang dari penipuan
  • Uang haram
  • Uang yang untuk memelihara orang tua
  • Uang sebagai pengganti pelayanan.

Uang2 ini jangan sampai masuk ke dalam rumah Tuhan. Kemana uang itu harus dipersembahkan? Di Alkitab jelas dikatakan ke dalam perbendaharaan rumah Tuhan, setia kepada gereja. Persembahan perpuluhan dan persembahan khusus (di Hok Im Tong ada); persembahan iman, persembahan syukur, persembahan diakonia. Tentang persembahan ini, harap diperjelas tentang tata caranya. Kalo ada orang yang masih ada hutang di bank ato org lain, harus memperioritaskan milik Tuhan. Karena hutang ke orang bukan berarti mengambil milik Tuhan.

8. Ada pun beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Tuhan menyatakan kesalahan yang fatal dari bangsa Israel (Judge) ayat 7a  menyimpang dari ketetapan Nya, tidak memeliharanya. Bentuk penyimpangan itu adalah Menipu Allah. Dan penipuan itu adalah merampok, mengambil milik Allah yaitu Persepuluhan dan persembahan Khusus.
  • Tuhan memberikan seruan (kembalilah) ayat 7b kembali lah. Tuhan tidak langsung menghukum walaupun Ia telah menunjukkan kesalahan dan pelanggaran bangsa Israel.Ia dengan kasih meminta mereka kembali karena Ia memiliki janji.
  • Tuhan memberikan janji 7c (Aku akan kembali) kembali untuk memberkati, membuka tingkap langit. Bahkan dengan tegas Ia meminta bangsa Israel untuk menguji Dia. (ayat 10-12)
  • Tuhan memberikan hukuman 9a kena kutuk. Apakah kutuk? Segala yang berupa hukuman dari Tuhan. Jangan berpikir itu hanya sakit, bangkrut. Kita tidak dapat menyebutkan kutuk itu dalam satu bentuk, karena Allah memberikannya dengan adil dan tepat.

Diskusi umum: persepuluhan bukan uang diakonia, bukan janji iman, dll. Kalo mau memberi dari bruto ya siaplah dapat bruto, kalo mau dapat netto ya berilah netto.

9. Ketika orang Israel keluar dari Mesir, Allah menyuruh orang Mesir memberikan harta mereka untuk orang Israel dan sebagian dari itu dipersembahkan untuk persembahan bait Allah. Kemudian ketika perempuan yang mengurapi Yesus, darimana dia mendapatkan uang itu? Bukankah dari usaha yang tidak benar? Oleh sebab itu dalam menyikapi tentang masalah ini lebih baik kita berhikmat.

Sebuah artikel tentang konsep perpuluhan orang Israel. Tuhan mengajarkan kepada mereka tentang perpuluhan di dalam kitab Bilangan, Ulangan, dikatakan supaya mereka takut akan Tuhan. Dalam PL “takut” sama nilainya dengan “mengasihi” dalam PB. Zaman Maleakhi sedang berada dalam masa paceklik, mereka baru pulang dari pembuangan, tetapi Tuhan telah memberikan perjanjian. Yang pertama perpuluhan untuk orang Lewi dan untuk orang2 miskin, membantu orang2 dalam perjalanan dan dalam kesulitan, inilah konsep awal dalam PL, sehingga dalam ay. 10 dikatakan supaya ada persediaan makanan di rumahKu. Dalam Alkitab Allah tidak mau diuji, tapi hanya di 2 tempat Tuhan berkata, Ujilah aku, dalam pertama Malekhi dan kedua dalam surat 1 Yoh 3. Artinya Tuhan sangat serius dalam hal ini, jangan merampok milik Allah. Ketika Ezra, Nehemia, pulang mereka ingin mengembalikan posisi ini dalam pemikiran orang Israel.

Marthin Luther berkata setelah orang bertobat dalam hati dan pikiran, yang penting juga adalah dompet harus bertobat. Banyak orang tidak memberikan perpuluhan, sekitar 25 tahun banyak orang yang memberi dan juga tidak memberi, banyak diantara mereka dihajar ditempat lain. Semakin besar, semakin menyulitkan kita. Dalam PB Tuhan Yesus memuji janda miskin yang memberikan semua yang dimilikinya. Imannya kepada kuasa Tuhan, Iman Kristen yang benar bukan hanya karena kekaguman saja, tetapi oleh iman. Iman bukan hanya perasaan dan penglihatan, seperti yang telah diajarkan oleh Immanuel Kant, yg jg tlah merusak iman Kristen. Tetapi percaya kepada Allah.

10. Konteks bagian ini adalah pemeliharaan Allah dan ibadah, bukan hanya sekedar persembahan uang. Ay 18, sebagai semacam kesimpulan perikop ini. Bagian ini kontras orang2 pilihan Allah dan orang2 fasik. Perpuluhan adalah sebagian dari ibadah.