Jumat, 04 April 2008

Ku Merindukan Rumah Tuhan

Sharing Persiapan Firman dari Mazmur 84
(Jumat, 4 April 2008)

Kumerindukan Rumah Tuhan

— Ev. Bong San Bun.
Tidak semua orang punya perasaan seperti pemazmur. Perasaannya kuat sekali untuk mencari Tuhan. Iamenyatakan perasaannya itu dengan mengatakan rindu datang ke rumah Tuhan. Bagi orang Israel rumah Tuhan adalah lambang kehadiran Tuhan yang konkret. Berada di rumah Tuhan berarti bertemu dengan Tuhan. Kemungkinan ketika ia menuliskan atau menyanyikan mazmur ini, ia sedang di suatu tempat atau dalam suatu kondisi yang tidak memungkinkan untuk datang ke rumah Tuhan. Cinta dan hormat pemazmur pada Tuhan dipertegas dalam ay.10. Satu banding seribu. 10x10x10. Karena Mazmur ini ditulis oleh bani Korah yang merupakan keturunan Lewi, maka berdiri di pelataran merupakan tempat biasa dan melakukan tugas yang kurang gengsi. Cuma jaga pintu. Ia tidak menjadi imam yang melayani di mezbah, bisa dekat Tuhan itu yang penting. Kerinduan pemazmur bukan sekadar kerinduan biasa atau perasaan mistik. Ia rindu sampai jiwanya hancur, merintih. Suatu kesadaran diri yang dalam sekali. Campuran antara dorongan emosi dan rasio yang kuat. Spurgeon menyebutnya holy lovesickness, mabuk kepayang yang kudus. Secara puitis ia menggambarkan betapa ia merasa iri kepada burung pipit dan layang-layang yang bersarang di rumah Tuhan bahkan bertelur dan merawatanak-anaknya di sana. Ayat 4 berisi tujuannya ketika mencari Tuhan. Kehadirannya di rumah Tuhan tak lain tak bukan adalah untuk memuji-muji Tuhan. Perhatikan bagaimana ia menegaskan tujuan kehadirannya di rumah Tuhan. Dalam bahasa aslinya, tidak ada repetitif “memuji-memuji” tetapi tata bahasa Ibrani memakai bentuk kata intensif piel dan imperfek. Jadi kita bisa menerjemahkan: “terus-menerus memuji Engkau dengan sungguh-sungguh.” Setelah berbicara tentang betapa bahagianya orang yang tinggal di rumah Tuhan, ia melanjutkan tentang betapa berbahagianya ziarah ke Zion. Pada masa tertentu setiap tahun, orang Israel beribadah ke bait Allah di Yerusalem. Bagi mereka, ziarah itu adalah perjalanan rohani yang dinanti-nantikan. Jadi kerinduan kepada Tuhan itu bukan sekadar perasaan sentimental. Cuma pengen tetapi tidak ada niat dan usaha. Tidak jelas apakah Lembah Beka itu tempatnya di mana atau hanya sekadar bahasa puitis untuk mengatakan situasi yang berat, seperti bahasa Indonesia ada istilah “lembah air mata. Tumbuh kuat di dalam Tuhan seringkali didahului peristiwa pahit. Tetapi kalau kita bergaul dengan Tuhan, kita akan melihat penderitaan itu sebagai kesempatan untuk mengalami kesetiaan Allah. Bagi pemazmur, lembah air mata berubah menjadi lembah mata air. Ay.8-9 menjadi ayat yang sepertinya diselipkan. Tiba-tiba kok berbicara lain. Sebenarnya tidak. Justru dalam ziarah itu ia memanjatkan doa-doa. Kita tidak tahu jelas isinya, tetapi ada satu pokok doa yang tercantum di situ yaitu doa syafaat bagi orang yang diurapi Tuhan. Siapa dia? Yang jelas bukan dirinya sendiri. Kemungkinan yang dimaksud raja karena istilah perisai dipakai untuk raja. Maksudnya adalah pencarian rohani pemazmur tidak hanya bertujuan untuk keuntungannya sendiri, agar imannya kuat tetapi ia juga mengingat orang lain. Di bagian akhir, seperti mazmur pada umumnya, ia memberi penegasan tentang sifat dan karya Allah. Ia meyakinkan bahwa Allah itu pasti memberi berkat kepada orang-orang yang mencari Dia. Tetapi berkat Tuhan itu hasil dari kesungguhan mencari Tuhan, bukan tujuan dari mencari Tuhan. St. Agustinus: “Apabila Sdr memiliki rumah sendiri, Sdr miskin, akan tetapi apabila saudara memiliki rumah Allah, saudara menjadi kaya.”

— Pdt. Handy K
Kediaman Tuhan tidak hanya yang bersifat kekekalan tapi juga di dunia sekarang ini, yang memperlihatkan sedikit gambaran keindahan Rumah Tuhan yang mendatang
1. Tuhan baik buat kita, bahwa tinggal di dunia juga nikmat apalagi di sorga. Kediaman Tuhan menjadi suatu percikan tentang keindahan Tempat kediaman Allah di Sorga. (dimulai dari tanah perjanjian, Kanaan)
2. Tempat perlindungan (gambaran PL akan Kota perlindungan), dan berkat bagi orang yang merindukan Tuhan.

— Ev. Hengky
1. 1-4, ungkapan pengalaman Tuhan dengan Pemzmur, indahnya kedekatan dengan Allah. Kekuatan Allah sebagai hal yang dialami
2. berkat dari rumah Tuhan (7- ). Memperlihatkan campur tangan Tuhan
3. 9-. Doa kepada Allah, Pemazmur menaikkan doa sebagai kerinduan, dan proklamasi Iman

— Pdt. Samuel Wahyudi
911 service merupakan pelayanan publik yang terbaik di dunia yang diberikan pemerintah Amerika kepada warganya. Dalam waktu 5 sampai maximal 10 menit dalam keadaan darurat setelah seseorang menekan 911 akan bergegas muncul Polisi, ambulans dan pemadam kebakaran memberikan pertolongan yang tepat pada waktunya. Kalau ada pemerintah begitu perhatian dengan warganya, demikian juga Allah dengan umat yang dikasihiNya.
Konteks bagian ini merupakan providensia Allah yang dirasakan secara langsung oleh Pemazmur, sehingga ada suatu kerinduan untuk selalu dekat dengan Allah. Gambaran pelataran Allah yang mendatangkan kelegaan bukanlah fisik pelataran bait Allah, karena providensia Allah adalah tidak bergantung tempat, tetapi komunitas orang-orang beriman kepada Allah Yahwe adalah tempat yang lebih baik yang memberi rasa aman dan kelegaan[1].

Providensia Allah dirasakan karena beberapa aspek[2] sbb:
1. Sorrow for sin is the condition of the joy of forgiveness (Matthew 5:4).
2. God’s presence and love, our Saviour’s sympathy, the power of the Holy Spirit as “the Comforter,” are felt in trouble as at no other time.
3. The discipline of sorrow produces rich fruits — stronger faith, deeper humility, a new sense of the value of prayer and of the preciousness of God’s promises; patience, courage, detachment from the world, power to sympathize (James 1:2, 3; 1 Peter 1:6, 7; Hebrews 12:10; Psalm 119:67, 71).
4. “We are saved by hope.” ( Romans 8:24.) No grief so heavy as despair. None intolerable if hope shines ahead. A hidden well (Colossians 3:3), but whose streams can refresh the dreariest, weariest stages of pilgrimage (2 Corinthians 4:16-18). Christ’s atonement lifts from our heart the burden of the past. His sympathy and mediation bring every moment of the present into living happy relation to God. But his resurrection and ascension bind our own earthly life to the glorious immortal future (John 14:1-3, 19; Hebrews 6:19).

— Ev. Agus Susanto
Kutipan dari Tulisan Philip Yancey, tentang kisah seorang wanita Tuna susila yang menderita dan mengalami kesusahan hidup dan melihat gereja tidak memberi sesuatu padanya. Banyak orang yang berpikir bahwa ke gereja memberi keuntungan bagi mereka, cenderung antrhopocentris dan humanis. Dan gereja juga perlu hati-hati jangan sampai pelayanan untuk memanjakan jemaat. Pemazmur mengajarkan ;
1. Datang ke gereja karena mentaati Tuhan (ay.2)
2. Memberi Persembahan, bukan apa yang saya dapat, tapi apa yang saya berikan (kisah janda miskin) (ay.4)
3. Menjadikan Tuhan raja (ay.4)
4. Memuji-Muji Dia Terus (ay.5)
5. Percaya Kepada Nya (ay.13)

— Ev. Sie Kok
Kerinduan dinyatakan dalam banyak lagu pujian. Semangat yang sama nyata dalam keriduan pemazmur
Hatiku dan dagingku, kepada Allah yang hidup, fokus kepada Allah yang dikenal yang hidup. Karena lebih banyak orang yang merindukan gereja dan bukan Tuhan yang dirindukan. Banyak juga yang mempertahankan lembaga pernikahan namun karena faktor-faktor lain daripada personalnya.

— Sdri. Irene
Pengalaman waktu datang ke Bandung, ada antusias. Namun ada masa-masa kerinduan akan rumah dan keluarga. Rumah memberi hal yang terkesan, ada rasa nyaman, dicintai. Merindukan rumah Tuhan, lebih tinggi lagi. Karena Tuhan adalah sumber yang sejati dan sumber pengharapan dan kesukaan. Khususnya jika khotbah dikaitkan dengan remaja, banyak remaja yang lebih suka keluar rumah, karena itu konsep rumah Tuhan sebagai tempat perhentian dan kasih dan pengenalan akan diri Allah perlu diperkenalkan.

— Pdt. Albert Rumbo
Bait Allah berkaitan dengan relasi dengan Kristus. Bagian ini bicara tentang relasi pemazmur dengan Allah. Hal ini sangat penting.
1. Sebagai orang percaya kita harus mempunyai hubungan / relasi pribadi dengan Allah.
2. Perbandingan hari, menyatakan pemazmur mungkin pernah mengalaminya, dan Kerinduan dan hadirat bersama dengan Tuhan menjadi hal yang dirindukan.
3. Kedekatan dengan Tuhan membawa orang datang ke Rumah Tuhan, orang yang datang ke rumah Tuhan belum tentu dekat dengan Tuhan.

— Ev. Okky
Suana ibadah yang membawa jemaat menghayati akan menghantar jemaat bertemu dan mengalami Tuhan. Bukan hanya pujian, dan bukan khotbah saja yang jadi prioritas, tapi keindahan dalam ibadah dan persekutuan dengan firman. John Pipper : Ibadah dapat berlangsung dengan baik dan indah, walaupun tanpa Tuhan. Hal ini yang perlu diwaspadai dan diperhatikan

— Pdt. Caleb
Pemazmur mengambarkan suatu jiwa yang memeliki kerinduan akan Tuhan,
Kita harus waspada jangan sampai hanya orang yang ada di luar, dan tidak mengalami persekutuan dengan Tuhan.
Gambaran 1 hari vs 1000, menyatakan bahwa ia merasakan anugrah yang luar biasa di dalam Tuhan
Hilang bukan hanya di luar tapi juga di dalam gereja, kalau tidak rasakan hadirat Tuhan ini adalah hal yang menyedihkan,
Pemazmur menyatakan akan berkat dan anugerah karena HADIRAT ALLAH,
2 macam burung;
Pipit (burung gereja). Dia bisa mendapat tempat di emperan, walaupun tidak layak, dia merasa nyaman dan tidak terusik. Melambangkan mereka yang sangat tidak dihargai, namun berharga di hadapanNya
Layang-layang, Tempat dimana Tuhan menjadi sumber berkat dan bagi keluarganya, baik tua dan muda. Kerinduan bagi seluruh keluarga
Kalau burung saja dapat, apalagi saya
Perjalanan ke sion, memperlihatkan air mata, dapat menjadi mata air, takkala mereka bertemu dengan Tuhan, yang menolong mereka menyelesaikan masalah. Allah sebagai Bapa yang menanti, yang memberi jalan dan memberi kekuatan. Sehingga umat merasakan bahwa Allah akan memberi bagi mereka yang mencari
Ada teologi perubahan / change, sedih/susah = jadi bahagia.
Jemaat harus mengalami keindahan datang ke rumah Tuhan, maka ibadah itu menjadi hal yang
7 macam kerinduan
1. Rindu akan Tuhan (maz 42, 143:6, 73:25)
2. Rindu Firman Lebih dari hidangan dan minuman (ayub 23:12)
3. Rindu akan Rumah Allah (tidak saja ada Allah, tapi juga ada Anak2 Allah, Maz 131:1, 16:3, 133) Perjumpaan tidak saja dengan Allah tapi keluarga Allah
4. Rindu Air Hidup (Yoh 7-37-38, Yoh 10:10)
5. Rindu akan keselamatan (Maz 119:81) dikaitkan dengan maz 91:16 (ada janji Tuhan, panjang umur untuk menyaksikan Karya Tuhan)
6. Rindu Pemulihan (maz 63:1) Habakuk 3:2
7. Rindu akan kedatanganNya yang ke-2 , 2 Tim 4: 6-8, (wahyu 22:20) berkaitan dengan janji Tuhan yang akan datang, maka orang-orang sungguh menantikan di tengah penderitaan dan kesusahan. “Aku datang segera”, “Amin” “Ya, Datanglah Tuhan Yesus!” Tidak ada istilah rindu, tapi penuh dengan kerinduan.


[1] Bdk Mazmur 84:11-13.
[2] Rancangan khotbah yang disusun oleh S. Conway dalam Pulpit Commentary.