Jumat, 18 April 2008

Gereja Tumpuan Imanku

Tema : Gereja Tumpuan Imanku (18/04’08)

Nats : Kis. 2:41-47

Tujuan : Komunitas orang percaya pada gereja mula-mula di Yerusalem menjadi pola bergereja yang dinyatakan dalam kasih, doa, persekutuan, kesaksian, dan penginjilan setiap harinya. Hal mana menjadikan gereja sebagai tumpuan iman Kristiani yang dinamis.

Pdt. Agus Gunawan

Belajar pola hidup gereja yang indah. Ada baptisan, pengajaran (bidang pembinaan) , persekutuan (kebersamaan), mujizat, saling memberi (bid. Penggembalaan), memuji Allah dengan sungguh2 (musik). Berkaca dari pola yang telah ada di j mula2, konteks Pentakosta. Di sini tidak terlalu banyak sistem organisasi karena gereja pada awalnya organisme. Gereja mula2 konteksnya 3000 org mengalami hal yang indah, Alk mengatakan ada masalah yang banyak. Pelayanan kita harus mengarah pada manusia bukan mengutamakan organisasi karena bisa kehilangan ministry. Kunci dari jemaat mula2: pertama, karena hamba Tuhan yang melayani adalah para rasul di mana Allah memberi otoritas kepadanya; mereka memberi teladan. Rasul2 berotoritas dalam pengajaran2. Mujizat dan tanda adalah bagian dari kehidupan orang percaya. Kedua, perhatikan kata ”mereka” (41-47) jemaat aktif mengalami sesuatu, tidak berjalan karena program. Ketiga, peristiwa Pentakosta, Roh Kudus bekerja di tengah2 jemaat dan rasul yang terbuka.

Ev. Hengky

Apakah setiap gereja sudah menjadi tumpuan iman bagi jemaat???

Gambaran jemaat mula2 memiliki tumpuan iman, ciri2: 1. Jemaat itu adalah gereja yang melakukan misi penginjilan; 2. memiliki pengajaran yang benar; 3. ada persekutuan yang benar. 4. gereja yang terpancar: hidup di gereja untuk menjadi berkat

Pdt. Samuel

Kata mereka itu adalah suatu komunitas, komunitas orang2 pada zaman itu dgan zaman sekarang telah terjadi pergeseran. Denominasi2 internal di Indonesia apa memberi kemajuan atau kemunduran. Perhatikan rela bagikan bersama, kepemilikan dalam skill yang T berikan untuk kita bagikan kepada orang di sekitar kita. Ada banyak warna yang memberi kita warna, lalu apa kehadiran kita memberikan warna bagi orang lain.

Pdt. Christiady

Ayat 46 menjadi sorotan. Berkumpul mungkin siang hari, dari rumah ke rumah, mungkin bait Allah. Bait Allah adalah sentral keagamaan dan sosial pada zaman Yahudi pada waktu itu. Orang2 percaya tidak menjauh dari komunitas pada waktu itu, mereka berani keluar bahkan dalam khdp keagamaan pada waktu itu yang jelas tidak percaya pada Kristus; mereka bersaksi tentang Kristus. Mereka tidak menjadi antagonis dan membenci tetapi mereka mempengaruhi kehidupan umum pada waktu itu. Ada 2 hal yg tidak bisa dilakukan orang Kristen: 1. menikah dan 2. hidup menjadi orang Kristen (tidak mungkin manusia tanpa hidup dengan sesama).

Ev. Ong Sie Kok

Jemaat melakukan 4 pilar, al: How to know, How to do, How to be: me, How to life together. Yang ditekankan bukan sekadar uang, tetapi awalnya being. Allah membereskan being dalam konsep Roh Kudus, pertama adalah murid Tuhan Yesus. Being tersebut diubah terlebih dahulu (rohnya, karakter). Yang mereka lakukan murni sesuai dengan apa yang di dalam. Yang indah ketika kita menjadi Kristen hubungannya being dengan being Allah, being dengan being sesama.

Ev. Freda

Gereja pada umumnya suka dengan baptis dan jumlah yang bertambah. Baptis dan jumlah memang penting, tapi ada hal lain yakni yang kedua, tekun (dalam pengajaran, persekutuan, pelayanan, penyembahan = P4), tekun menghidupi, mengalami, baru melihat dampak. Yang ketiga, ada dampak: tanda dan mujizat, kebersamaan yang riil, Tuhan menambahkan jumlah


Pdt. Joseph Liem

Melihat pekerjaan team work, ada dua bagian: yang ortodoks dan bukan ortodoks. Gereja dibangun dari mulanya oleh Yesus dan firman-Nya. Bangunan gereja bukan hanya individu; yang pertama dilihat adalah firman. Dalam team work harus ada bahasa yang sama yaitu Alkitab kita, memiliki doktrin yang sama sehingga dgn pemikiran yang sama bersama2 melayani. Kedua, kita sharingkan dengan tidak egois, menolak keegoisan sehingga kita bisa melihat teladan yang indah. Kebersamaan mereka adalah milik bersama. Ketiga, melayani dengan sehati. Dalam plyn ada 3 bagian: bagaimana melayani Tuhan, gereja, dan orang yang ada di dunia ini; dan ini dimulai dengan pekerjaan team work.

Ev. Jan Agustanu

Kata yang menarik ,”Disukai oleh semua orang” (ada banyak orang yang sakit hati di gereja). Ketika seorang disukai di jemaat berarti 1. Kasih itu nyata, 2. Kasih Allah mewarnai jemaat, 3. Jemaat sudah menjadi garam dan terang

Pdt. Unandi

1. Kualitas iman itu penting

2. Bait Allah adalah sentral kehidupan orang percaya: keterkaitan iman dengan gereja: 1) Gereja tempat iman kita bertumbuh, khususnya firman Tuhan; 2) Gereja tempat iman kita dilatih untuk sungguh2 murni; 3) Gereja tempat iman kita diwujudnyatakan (46-47)

Ev. Irene

Pertumbuhan iman konteks remaja bertumbuh tidak jauh melihat dari orang dewasa. Pertumbuhan orang dewasa sebagai dasar dan sering dicontek oleh remaja.

Ev. Dorothy Tong

Gereja yang dipenuhi Roh Tuhan, ada 5, al: 1. Gereja semula adalah gereja yang mau dibina (menggunakan rasio, intelek untuk mempelajari FT); 2. Gereja yang penuh kasih (di dalam persekutuan ada perhatian terhadap yang kekurangan); 3. Gereja yang menyembah (ada beberapa karakter: di bait Allah dan di rumah masing2; penyembahan itu tiap hari, sehati: isinya doa dan memecahkan roti; kemudian mengalami kegembiraan); 4. Gereja yang menunjukkan kesaksian yang baik (reaksi dari masyarakat, ketakutan karena keindahan gereja, dan disukai oleh semua orang); 5. Gereja yang misioner: mengabarkan Injil (kata menambahkan itu adalah peristiwa yang terus-menerus)

Ibu Yohana

Komunitas orang percaya, yang disebut jemaat dulunya adalah orang2 yang menyalibkan Yesus, dan pada saat itu telah menjadi percaya. Holly indifferent: keanehan yang suci: komunitas yang berbeda pada orang2 Yahudi sebelumnya. Lebih suka memberi daripada meminta, lebih suka mengasihi daripada dikasihi, lebih suka dikalahkan daripada menang, lebih suka menyukai daripada disukai, mereka tulus hati, ramah, mencintai. Mempraktekan kasih Kristus, dan jemaat ini adalah jemaat yang heroik, rela dianiaya, hidup di daerah cinta kasih bukan ketakutan, kekecewaan. Kuncinya adalah mereka bertemu dengan Tuhan baik secara komunitas maupun secara pribadi. Gereja sebuah tempat untuk mencari Tuhan dan jemaat memiliki iman di sana, jangan sampai kita justru hanya mendapatkan diri sendiri

Pdt. Hanna

Pentingnya doa komunitas, dalam teks bukan hanya tekun dalam pengajaran tetapi tekun dalam persekutuan dan tekun dalam berdoa. Tekun di dalam berpegang dalam pengajaran FT (terjemahan bhs Chinese).

Ev. Tan Giok Lie

Dalam Kis. ini para rasul mendedikasikan 2 hal penting: teaching and proclaim. Bagaimana jemaat bisa bertekun jika pemimpin tidak bertekun. Iman ada dua hal: contain and struktur.


Pdt. Albert

Jemaat memiliki pertobatan yang clear. Ayat 39, penulis memberi penekanan terhadap pertobatan. Kata bertekun dalam pengajaran (melakukan terus-menerus dalam bahasa aslinya). Mereka membagi2kan karena mereka menyadari semuanya berkat Tuhan. Di gereja mereka bersukacita karena bukan hanya bersekutu dengan sesama tetapi dengan Tuhan.

Pdt. Timoty Liem

Ada 5 fenomena yang menggambarkan gereja mula2: 1. Glosolalia yang diawali oleh Pentakosta; 2. Khotbah2 yang kharismatis; 3. Baptisan massal; 4. Mujizat; 5. pertobatan, keselamatan, dan hidup baru (yang terutama: ayat 47). Bandingkan dengan 4 pilar gereja modern: 1. misi penginjilan, 2. pembinaan, 3. Christian leadership, 4. Finance support. Tema ini mengajak kita ke arah pembaharuan hidup