Sabtu, 22 Maret 2008

Kemuliaan Paskah

Persekutuan Hamba Tuhan Rabu, 19 Maret 2008

Kemuliaan Paskah

Yesaya 52:13-53:11

Pdt. Yunedy

Salah satu tema penting adalah hamba Tuhan, hal ini diungkapkan oleh Yesaya dalam bentuk nyanyian yang terdiri dari empat bagian. Dari keempat nyanyian tersebut, dua nyanyian utama ditempati berturut-turut. Kedua nyanyian ini (Yes 52:13-53:11) menceritakan penderitaan dan pengangkatan hamba yang akan membawa damai dan menjadi bagi bangsa-bangsa, agar keselamatan dari Allah sampai ke ujung bumi.

Khusus dalam Yesaya 52:13-53:12, pemulihan pelayanan terletak dalam karya Hamba yang menderita. Segala sesuatu yang diterima oleh umatNya adalah anugerah milik mereka karena karya Hamba yang telah menggantikan mereka. siapakah hamba itu? Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Mesias sang hikmat (52:13), kemuliaan dan kerajaan Allah takjub pada pemerintahanNya (53:1-2). Ia ditinggikan ustru setelah ditolak oleh dunia ini (3-4) dan setelah menderita demi orang lain. penderitaanNya menggantikan mereka merupakan ketaatan total kepada sang Bapa (7) Ia mati karena Bapa menghendakinya (10). Melalui ketaatanNya dan kematianNya, hamba itu memperoleh kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan. Semua berkat perjanjian terjamin di dalam Dia (10-12), melalui Dia banyak orang akan dibenarkan dan dimuliakan (11).

Nyanyian ini menubuatkan akan kedatangan Mesias yang digenapi dalam diri Yesus Kristus yang mengatakan bahwa Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberi nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. Dengan perkataan ini Yesus menyamakan diriNya dengan hamba yang melayani serta memberi nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.

Paskah adalah hari raya Kristen yang mulia. Kaisar Contantinus menjadikan hari Paskah sebagai permulaan tahun, dan dipakai di perancis hingga abad ke 16. Paskah ini dinyatakan dalam beberapa aspek, antara lain:

  1. Kristus rela menderita karena dosa-dosa kita
  2. Kristus mati dan bangkit supaya kita mati dalam dosa dan bangkit hidup baru bersama Kristus
  3. Kristus mengembalikan citra Allah bagi yang percaya padaNya menjadi manusia yang mulia

Pdt. Handy

Sedikit perhubungan dengan peristiwa perbudakan Israel di Mesir, melewati laut merah, kematian Kristus. Ada beberapa hal:

  • Paskah ini mulia, sebab paskah tersebut menghukum (bagi yang tidak percaya) dan menunjukan keseriusan Allah
  • Paskah yang menunjukan pada penyelamatan dan pembebasan
  • Paskah yang menggoncangkan; ketika Kristus di atas kayu Salib memberikan goncangan dalam gejala-gejala alam, menyembuhkan; maksudnya bilur-bilur Kristus yang memberi pemulihan bagi orang percaya
  • Paskah yang menguatkan kita, dimana Kristus tahu bahwa jalan salib adalah satu-satunya jalan bagi diriNya. Tidak heran jika Kristus memberikan gambaran akan teladan bagi orang percaya yang hidup dalam penderitaan

Ev. Agus Susanto

Ibrani 1:3, berkaitan dengan kemuliaan Paskah, penulis Ibrani menuliskan kontain padat.

Ada tiga pesan yang hendak dideskripsikan oleh penulis Ibrani, antara lain:

a. Communicate. Maksudnya tidak berdiam diri, pasif, membiarkan. Allah adalah Allah yang membuka diri sehingga kita dapat mengenal Dia.

b. Communicative. Memakai metode dan bahasa yang dapat dimengerti manusia. berkali-kali dan dengan berbagai macam cara

c. Communicable. Allah yang disampaikan / diteruskan / dibagikan lagi


Ev. Ong Sie Kok

Kitab Yesaya ini menceritakan dimana Kristus melihat kemuliaan Allah. Biarlah pada Paskah kali ini tiap kita serta jemaat dapat melihat moment ini sebagai suatu yang clear, dimana tiap kita dapat melihat segala sesuatu menjadi bersih dalam berbagai tantangan atau pun masalah.

Ev. Henky Suciadi

Hidup merupakan suatu pembuktian akan kehadiran Allah. Kemuliaan Paskah mempunyai tiga point, antara lain:

  • Penegasan kepastian akan pribadi Allah sendiri dimana Ia sendiri adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia
  • Penegasan kemenangan bagi Tuhan yang memberi pelepasan atau kemenangan dari kuasa dosa
  • Penegasan Kristus adalah jawaban terhadap prioritas hidup, pembentukan diri, dan persembahan hidup yang terbaik

Pdt. Gideon Ang

Paskah di dalam Perjanjian Baru merupakan saat dimana Kristus melewati kematian. Maka paskah merujuk pada kebangkitan Kristus, bukan kematianNya

Ada lima poin:

  • The Glory of The Christ. Kata kunci dalam ayat ini terdapat kata “He” sebagai penekanan khusus terhadap subjek pembicaraan
  • The Glory of The Cross. Kata kuncinya “the Suffering Servant”, atau hamba yang menderita karena salib
  • The Glory of The Truth. Kitab Ibrani menjelaskan secara gamblang, dimana kebenaran dinyatakan dimana Kristus bangkit
  • The Glory of The Life. Hal ini dijelaskan dimana terdapat kasih Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya memberi hidup bagi orang percaya
  • The Glory of The Grace. Adanya pembenaran bagi orang percaya saat Kristus bangkit

Pdt. Caleb Tong

Kristus datang untuk mengenapi janji dari Adam pertama, dan Ia sebagai Adam kedua dimana mengalami kemenangan atas maut. Dalam hal ini terdapat dua nats. Pertama kitab Yesaya tentang penderitaan Hamba, dimana Kristus menderita bagi manusia serta menjadi esensi riil bagi ciptaan Allah. Ada beberapa makna dalam Yesaya 53:11, antara lain:

1. Salib, Ia mati menebus dosa

2. Kubur Kosong, Dia bangkit membenarkan yang percaya

3. Tahta, Ia menang dalam misis penyelamatanNya

Kedua, Ibrani 1:3 menyatakan:

1. Dia “Being the Brighteness of This Glory” – Out Shining, Reflection, Emanation

2. Dia “The Expreso Image of This person” – Image of his substance, representation of Gods very being, a flawless expression of the nature of God

Hal itu terjadi dan terbukti pada Tubuh kebangkitan yang lebih dari alamiah – yaitu dalam tubuh rohaniah – yang kelak kita juga akan ditepati. Ada beberapa hal tentang kebenaran ini:

a. lemah menjadi kuat

b. kebenaran menjadi tidak binasa

c. kehinaan menjadi kemukaan

The Glory of Ester – kemuliaan paskah adalah dasar iman, sebuah harapan dan kekuatan kasih yang sempurna. Maka, tatkala Tuhan Yesus jadi buah sulung kita akan sama seperti Dia. Oleh karena itu kita perlu hidup dalam kemuliaan kuasa kebangkitanNya – hidup lebih indah, agung mulia (Brilliance, Grandure, Manificiene, Majesty, Splendor, Radiance = memantulkan kemuliaan Allah, Reflection = Refleksi akan kemuliaan Allah.)

Agar Kristus puas atas karaNya dalam menyelamatkan, membenarkan dan memperkenankan kita.