Jumat, 29 Februari 2008

Mencari Domba yang Tersesat

Mencari domba yg Tersesat

Yeh 34:11-16

Ev. Tan Giok Lie

Konteks:

Teguran yang sangat keras terhadap gembala yang seharusnya mencari domba2 Tuhan tetapi secara brutal menguasai domba2 demi kepentingan sendiri, gembala predator (addicted, gembala yang memperdaya). Domba disini adalah domba yang hopeless mudah sekali di mangsa. Jerry W, seorang anak gembala di amerika, salah satu sifat domba adalah sering tersesat, keluar dari track. Selain natur domba lemah dan cenderung sesat, lemah, jatuh, sakit. Tuhan menginginkan gembala yang punya hati bukan terhadap diri sendiri tetapi domba, dan ini tanggungjawab gembala. Yehezkiel adalah orang yang dipakai Tuhan untuk memperingatkan Israel dengan keras. Tuhan betul2 menegur dengan keras. Lalu apakah Tuhan mengambil alih tanggungjawab? Tidak! Tetapi Tuhan tetap meminta tanggungjawab secara insani kepada setiap gembala. Mzmur 78, domba yang sesat bisa dicari oleh human shepperd kalo mereka memiliki hati terhadap domba.

Bagaimana mengkhotbahkannya? Bagaimana memunculkan Allah sebagai gembala yang sejati?

Ev. Badrin S & Ev. Arson A

2 hal:

1. Domba adalah milik Allah yang agung, tugas penggembalaan adalah kepercayaan, kehormatan.

2. Tidak boleh menganggap remeh domba dan menganggap remeh tugas gembala

Ev. Dorothy T & Ev. Novi H

Domba bodoh dan mudah menyimpang dari jalan yang benar, dibawah gembala mereka malahan terserak. Kasus Luki (alm.) sakit liver, papanya tetap kerja dan adiknya tidak merawat dengan baik, tidak di opname karena menunggu hasil tes dari rumah sakit. Luki adalah seorang peminum dan pengguna narkoba. Dalam kondisi demikian

Berharga – dicari, dibawa kembali. Domba = ditulis 750 kali dalam Alkitab, domba yang harus digembalakan karena lemah.

Ev. Indrawati & Ev. Ana

Ilustrasi: domba yang nakal, dari eungalion, seorang gembala mematahkan kaki domba karena menjadi domba ”berandal” membuat domba itu marah, tetapi domba itu menjadi menurut pada gembalanya.

Ev. Irene & Ev. Herty P

Dilihat dari segi Allah, Allah yang dipercaya adalah Allah yang:

  1. Inisiatif
  2. Peduli
  3. Memberi terbaik
  4. Allah yang adil

Sewaktu retret SMA, ada seorang anak, nama: Maradona, sangat nakal dan mengacau di retret. Saat itu saya sebagai seorang pembimbing, saya melawan keputusan pendeta untuk dipulangkan. Sekian tahun kemudian saya memikirkan kembali, apakah setiap kita memikirkan bahwa mencari domba2 yang sesat itu adalah tugas dan tanggungjawab kita?

Ev. Melia.

Teguran kepada para gembala, termasuk juga pada kita. Dibandingkan gembala upahan dengan gembala yang sesungguhnya, tidak ada gembala yang sempurna selain Tuhan Yesus. Seharusnya domba mengenal gembala, sehingga tidak menjadi nakal atau bodoh.

Pdt. Handy K & Ev Gouw Siu Lan.

Bagian ini untuk pemimpin yang serakah, Domba yang menguasai daerahnya sendiri, domba yang serakah, ini merupakan sindiran yang tajam. Ini merupakan putaran terakhir dalam hidup kita, dengan apa kita isi kronos dan kairos kita ini? Dengan demikian mendorong jemaat untuk menginjili.

Orang Kristen harus jemput bola.

Pergaulan – dengan teori arang, membakar semangat penginjilan.

Percepatan – kelinci dengan kura2, siapa menang? Kura2 dalam mobil balap. Dengan demikian

Perwujudan – jangan NATO

Pdt. Yunedy R, Ev. Yanto, Ev. Tan Andry

Orang2 Israel yang tersesat – Yoh 10:1-21. Tuhan Yesus gembala yang baik, siapa yang harus dicari? Domba2 yang tersesat, baik dari kandang kita maupun dari kandang lain. Jemaat bisa juga berfungsi sebagai gembala dalam rumah tangga dan konteks hidup mereka.

Ev. Hengky S & Ev. Agus Setiyono

Mengajak jemaat untuk bertindak secara proaktif untuk mencari yang sesat:

  1. Panggilan untuk umat, apakah sikap jemaat telah menjadi gembala yang jahat, menjadi koreksi diri, jika tersesat, menjadikan Allah sbagai gembala yang sejati
  2. Mengantar jemaat untuk menyambut PMPI
    1. Siapakah yang dicari? Orang yang diluar gereja dan juga di dalam gereja, sesat karena tidak melakukan apa yang Tuhan inginkan
    2. Kasih Allah yang memandang umatNya,

i. Menyediakan

ii. Menuntun ke jalan yang benar

iii. Membimbing, membina sampai kuat

Ev. Jan A & Sdr. Natanael H

Orang percaya:

  1. Domba – ketika sehat dan kuat menjadi gembala kecil.
  2. Gembala kecil (jemaat) juga dapat :
    1. Mencari:
    2. Membawa pulang
    3. Membalut
    4. Menguatkan sesama anggota dengan patokan gembala yang agung Tuhan Yesus

Ev. Ong Sie Kok, Ev. Elisa B, Sdr. Candra W

  1. Gembala yang tidak menggembalakan – 1 Ptr
  2. Absolute power corrupt absolutely, tidak menggunakan kekuasaan dengan baik. Domba2 dan gembala2 yang sesat menggunakan powernya. Yang nantinya akan Tuhan sendiri yang menggembalakannya

Pdt. Christiady C, & Ev.Rony S & sdr Sin Han

Konteks: Umat Allah sedang mengalami kehancuran, pemerintahan boneka dari Babel. Pemimpin saat itu bekerja untuk 2 kepentingan, inilah realitas sosial, dimana ada komunitas terjadi persoalan sosial. Dalam gereja ini terjadi juga masalah yang sama. Persoalan2 jemaat (problem2 sosial) yang harus menjadi concern bersama. Karena we are the community oleh sebab itu haruslah saling mengasihi.

Pdt. Yahya S & Ev Chang Khui Fa

  1. Mencari mereka yang hilang
  2. Menyelamatkan
  3. Membawa ke padang yang baik
  4. Hal yg paling penting, Bisa membiarkan domba2 itu berbaring – menikmati apa yang telah disajikan apa yang menjadi karya dari sang gembala.

1. Tersesat -

2. Cara Tuhan mengambil dari kita -

3. Kalau satu yang hilang mereka mengembik, tetapi kalau mereka hilang berkelompok, mereka merasa nyaman.

Sejauh apa dinamika kita sebagai seorang gembala? Jangan kira kita bisa mencari kalau kita tidak menjadi gembala yang baik

Pdt. Unandi T & Pdt. Tjong Wun Jen

Ayat ini harus dipahami lebih dalam lagi, sesuai dengan tema, karena ayat ini lebih mengarah kepada gembala. Ayat 16, kita harus hati2 dalam menafsirkan ayat ini, mengarah kepada gembala yang kuat dan berkuasa. Tema: hati Allah akan mencari dan menemukan. Hati Allah membawa ke tempat yang tenang, memilih, menghindarkan dari segala mara bahaya.

Pdt. Caleb Tong

Memasuki bulan penginjilan, Tuhan Yesus adalah gembala yang agung, contoh, teladan, hati gembala yang agung. Kita adalah terang dunia, menjadi orang2 yang dipercayai. Zaman Yehezkiel: raja, imam, nabi, tetapi tidak menjadi gembala yang baik. Dalam Yehezkiel, Allah sendiri yang mengmbil alih, kalau itu terjadi pada kita, maka kita akan celaka, yaitu bagi:

  1. Mereka yang tidak bertanggungjawab,
  2. Hilang tidak dicari, dll. Ini

Domba juga adalah gembala. Seperti Tuhan Yesus, penyelamat dan korban itu sendiri. Dalam konteks itu sendiri Tuhan Yesus adalah gembala, yang memperhatikan domba, harus menjadi teladan buat setiap domba-dombaNya. Yesus sebagai gembala yang sempurna menetapkan target dan mencapainya, sebagai gembala seringkali kita tidak memiliki target dengan semangat yang serius, sehingga kita tidak mendapatkan apa-apa. Kalau kita gembala yang baik, pasti kita mementingkan menyelamatkan domba2.

Sudah saatnya tidak ada satu orang yang kuat karena mereka harus dikuatkan dalam iman dan karakter. Ada perbedaan yang dibagian belakang, yaitu yang lemah. Oleh sebab itu PMPI kali ini kita harus memperhatikan yang lemah, tidak kuat dalam segala hal.

Singapore – Pdt. Andreas, terpanggil untuk menginjili mereka yang lemah, dan sakit, sehingga mereka percaya, dan terus menjalin hubungan dengan gereja.

Sakit, membalut dan memberi minyak

Hilang – dulu pernah ada sekarang tidak lagi

Yes 40, Luk 15, Yoh 10, 21, 1 Ptr 5 – gembala yang baik.

Yoh 10:

  1. Orang asing – sama sekali tidak peduli
  2. Pencuri – datang dengan diam2 untuk mencuri yang berharga
  3. Perampok – merampas hak orang lain
  4. Orang upahan – beruntung dia datang, tidak beruntung dia kabur.
  5. Gembala yang baik – Tuhan Yesus.