Jumat, 01 Februari 2008

Benih Yang Unggul

Persekutuan Hamba Tuhan, Jumat 1 Februari 2008 (Persiapan Khotbah Minggu, 3 Februari 2008)

”Menabur dengan Benih yg Unggul” 1 Petrus 1:23-25


Tujuan Umum :
Benih unggul adalah benih yang terpilih, yang utama, dan prima, dapat merupakan benih Injil, kebajikan dan anak Surga yang bersedia berkorban bagi perluasan Kerajaan Allah

—Ev. Agus Susanto (Pengantar)
Firman Allah sebagai benih (Matius 13:1-23, Mk. 4:1-20 dan Lukas 8:4-15) menceritakan mengenai penabur
Tetapi hanya Lukas 8:11 yang dengan tegas mengatakan bahwa benih itu adalah Firman Tuhan

v BENIH =
1. Spora, GK
§ Seluruh NT, hanya sekali di sini (Barnes Notes, PC Study Bible 4)
§ Spora = Sel hidup
§ Bisa terdiri dari satu atau beberapa sel
§ Digunakan untuk penyebaran (disperse) dalam lingkungan tumbuhan tak berbiji
· Mengenal kata Diaspora
· Endospora / Eksospora = Spora yang dihasilkan oleh bakteri untuk pertumbuhan hidup dalam kondisi extreme
2. Sperma, Gk. (44 kali muncul dalam NT)
§ Sperma = sel sistem reproduksi pria
3. Semen
§ Semen = organic / seminal fluid
§ Semen itu ”tempatnya” sperma
§ Tempat pembenihan (seminary)
v SEED
1. A seed is alive : It contains life (Jn 6:63)
2. A seed does nothing until planted
3. A seed is much smaller than the plant it produces
§ Benih ditumbuhkan dulu, lalu menjadi bibit
4. A seed always produces after its kind (Gal 6:7) Do not be deceived, God is not mocked; for whatever a man sows, that he will also reap).
5. A seed is powerful
6. A seed is begins its growth in secret (underground)
7. A seed takes time to produce
8. A seed is persistent
9. A seed is not affected by others seeds
10. A seed will stopp growing without nourishment
v UNGGUL
1. Tahan Ujian waktu (Hanya dengan Firman Allah (yg murni dan berbobot) maka dapat tahan dalam ujian waktu)
2. Tahan Ujian kompetisi (Ada banyak pilihan, namun Firman Tuhan yang unggul terpilih)
3. Tahan Ujian Pengujian (Kisah murid2 yang teruji di dalam badai ombak. Hanya Firman yang mengantar orang dapat tahan )
4. Tahan Ujian Kesukaan (orang yang sudah mengalami firman, pasti akan suka)
5. Tahan Ujian Firman (Firman yang murni harus teruji oleh Firman
6. Tahan Ujian Keajaiban (ideologi, filsafat/ keyakinan lain bisa membuat pemeluknya rela mati)

—Pdt. Wun Jen
Ada kontras yang ingin ditekankan antara Fana, tdk Fana, kekal dan Gugur,
Keunggulan Firman Tuhan didalam hal;
Berbicara tentang keselamatan, kelepasan, (Yes.40),
Dikontraskan dengan Kehidupan manusia yang sementara
Dikontraskan dengan kemuliaan manusia





—Pdt. Tim
(Ay.23) menyebabkan seseorang mengalami kelahiran kembali, ini adalah efek yang luar biasa. Ciri dari kelahiran (ay.14-17) ada 3 hal;
Menjadi umat yang taat
Jemaat akan hidup dalam kekudusan
Jemaat akan hidup dalam takut akan Tuhan
Dalam situasi sekarang ini, perlu dibangun jemaat seperti demikian

—Ev. Freda Adjan
v (ay.17-21) sebagai Karya Kristus
v (ay.14-16) Hidup dalam Kristus
v (ay.22-25) kekekalan dalam Kristus
Firman itu Menguduskan; melahirkan dan kekal abadi

—Pdt. Agus Gunawan
Petrus Berbicara tentang Kristologis.
(ay,23) Kita adalah obyek pembenihan. Kita mengalami Hidup yang baru (ps.1)Tuhan dengan berbagai cara membawa Injil bagi manusia
Benih itu sendiri adalah Kristus itu sendiri. Benih itu Firman Allah, yaitu Kristus yang telah menjadi manusia.
Benih itu kita terima, maka terjadi hal-hal yang luar biasa,
dari cara hidup lama
mengalami kekekalan
kekalan berbicara tentang kualitas hidup yang jauh dari hidup yang sekarang kita miliki yang digenapi pada ahkhirnya. Ayat-ayat ini berbicara juga tentang perubahan hidup yang dapat dirasakan orang lain (1:2). Ketika kita juga menabur, maka kita juga percaya bahwa benih itu dapat mengubahkan mereka, sama seperti pada diri kita

—Pdt. Handy
Dampak yang berbeda pada orang yang percaya dan Tidak;
Terjadi perubahan pola pikir (Kolose 3:...) Takkala kita renungkan
Perubahan Pola Kehidupan. Dalam Budaya malu dan menghargai.
Perubahan Pola Kerja, dalam Ethos kerja dan pertanggungjawaban baik kepada Allah dan sesama
Perubahan Pola Pelayanan, dalam pelayanan punya Konsep dari Allah, oleh Allah dan untuk Allah.
Perubahan Pola-pola yang lain, antara lain Falsafah

—Pdt. Hanna
Sering menginjili kaum pria, sering berdoa agar Tuhan yang memberikan hikmat dan wahyu, untuk melihat dan mengandalkan kuasa dari Tuhan. Maka benar jikalau itu adalah Firman yang disampaikan maka orang dapat percaya. Penekanan Petrus ;
1. Taat pada Kebenaran, baru dapat hidup suci. (3:15). Orang yang taat baru dapat diminta tanggungjawab dan mengembangkan potensi dirinya

—Ev. Roni S.
Diharapkan dapat menyadarkan juga Guru2 Sekolah Minggu dalam peranannya di dalam jaman yang kacau ini. Mengingatkan peranan mereka dalam waktu yang tersedia (walaupun sedikit) untuk mempengaruhi anak-anak. Dalam bukunya Pdt. Stephen Tong, "Seni Membentuk Karakter Kristen", ada bagian tanya jawab yang berbunyi demikian, "Apakah peranan Sekolah Minggu dalam membentuk karakter anak?" Jawaban atas pertanyaan tsb. dari Pdt. Stephen Tong adalah:

"Dalam soal waktu, Sekolah Minggu mempunyai bagian yang paling kecil dalam hidup seorang anak. Seorang anak mempunyai paling tidak tiga puluh lima sampai empat puluh sembilan jam per minggu di sekolah, dan mempunyai lebih dari seratus jam per minggu di rumah, namun hanya mempunyai waktu dua jam di Sekolah Minggu.
Dalam soal keseimbangan, Sekolah Minggu mempunyai tugas yang terbesar, karena pembentukan karakter yang gagal di rumah atau tidak didapat di sekolah akan didapat di Sekolah Minggu. Guru-guru Sekolah Minggu mempunyai hak yang besar dalam pembentukan iman, pengharapan, kasih, firman, pengertian, doktrin, dan pimpinan Roh Kudus dalam diri anak-anak itu. Oleh sebab itu guru Sekolah Minggu tidak boleh menghina kedudukannya sebagai guru Sekolah Minggu. Seringkali sepatah kata mampu mengubah hidup seseorang. Demikian pula dengan Sekolah Minggu, yang walaupun hanya dua jam per minggu juga mampu memberikan pengaruh seumur hidup. Oleh karena itu waktu yang singkat tetap bernilai penting bila dipergunakan sebaik mungkin. Bila Tuhan bekerja didalamnya maka sedetik perkataan akan mengubah masa depan anak didik kita."

—Ev. Jan Agustanu
Ada 2 hal yang menghasilkan dan menumbuhkan Benih yang unggul ;
1. Karena dipelihara dalam Kekuatan Allah
2. Mengalami Ketahanan Uji
3. Roh Allah yang ada dan berkuasa dalam hidup kita.

—Ev. Agus Setiyono
Dikontekskan dengan pasal 1, siapkan akal budi. Benih sudah tertanam di dalam kehidupan orang percaya. Kita harus mempertahankan benih yang unggul tersebut, caranya ;
v Kekudusan, (Contoh untuk mempertahankan rasa dari buah mangga, maka serbuk sarinya jangan tercampur dari bunga yang lain) (1:17)
v Tetap Dipelihara, dalam iman yang mengarah kepada Allah

—Ev. Yanto
Dlm dunia kedokteran berkembang, banyak hal yang terjadi dan kecanggihan, namun ada hal yang tidak bisa disebumkan yang berkaitan dengan kekotoran dan keberdosaan hati. Ini yang dibicarakan Tuhan Yesus dengan Nikodemus. Tidak ada yang bisa membersihkan hal ini, kecuali iman dan anugerah di dalam Firman Tuhan. Dan dikaitkan dengan perumpaan tentang penabur yang membawa proses pertumbuhan, seperti benih yang jatuh di tanah yang subur

—Ev. Sie Kok
Dikaitkan dengan Khotbah Rabu, tentang pergi dan berbuah, dikaitkan dengan rumput yang fana dan cepat mati dan tidak ada buah. Kalau kita menaburkan benih yang unggul, maka kita akan melihat hasilnya tidak seperti rumput yang cepat berlalu, yang umurnya pendek, dan tidak hanya kelihatan indah sesaat saja, tapi teruji dan dapat bertahan. Dan Penting sekali kita menabur benih yang murni dan benar.

—Pdt. Jahja
Benih yang unggul ;
1. Tahan ujian Waktu, badai dan penganiaayaan
2. Tahan uji dalam pengaruh jaman. Benih unggul diperlukan dalam segala kalangan manusia dan status . Bandingkan Maz 119 (1-14) harus dipegang, dicari, disimpan, digemari.

—Rev. DR. Caleb Tong
Penjelasan bagi penerangan yang diangkat oleh Petrus dari pasal 1:3, tentang lahir baru, ada 2 aspek
Antroposentris, diibaratkan dengan rumput (dasar manusia, yang hina dina, Filsafat, Pola, Kosep, Kehidupan yang akan hilang/fana). Petrus mengangkat dari basis dunia ke sorga, rekonsiliasi dengan Allah. Dari Tanah ini menjadi sumber hidup yang baru

Benih adalah ;
Firman Allah
Kebajikan hidup orang Kristen
Orang Kristen yang anak Surga

Kristus adalah Benih, dan Firman itu sendiri, dan saat kita terima-NYA, maka benih itu hidup dalam hidup kita
Bukan sekedar dibenahi hidupnya, tetapi juga harus bertahan dan tanpa konpromi di dalam tantangan hidup, tanpa noda cela, sehingga penjabaran benih dalam hidup kita menjadikan banyak buah bagi kehidupan

Benih adalah hidup kita juga, sehingga kita perlu berbuah banyak. (bandingkan tentang terang dunia, kita adalah terang dunia)

(Yoh 12:24) Yesus sudah membangkitkan Lazarus, membuktikan yang tidak mungkin terjadi. Kalau firman menjadi Sabda, maka menembus segala hal yang ada. Gereja diberi kuasa membebaskan yang terbelenggu.

Sebiji gandum jatuh dan mati, maka akan menghasilkan lipat ganda. Gandum adalah biji unggul. Saat itu Tuhan Yesus sedang dicari orang Yunani (artinya Filsafat dalam dunia tidak dapat menjawab dunia).

Kita perlu membawa jemaat dapat menyadari bahwa mereka adalah benih yang unggul untuk berbuah dan hidup seturut kehendak Tuhan, dan ini perkara yang tidak mudah.

Petrus mengangkat tentang kemuliaan Tuhan akan nyata kalau kita kembali hidup kepada Allah (dibandingkan dengan rumput yang sementara, dan fana dan mudah hancur/lenyap)

Theocentris
Nilai kekekalan membawa pertumbuhan dan perkembangan (contoh: kehidupan iman dan orang percaya di Tiongkok). Di dalam iman percaya, banyak orang yang menjadi benih unggul dan menghasilkan. Menghasilkan banyak buah dan panen besar.

Paulus mengatakan agar menyiapkan benih yang unggul untuk ditaburkan.

Makanan dapat menjadi suatu SEED / Benih, menjadi sumber yang menghidupkan kita. Makanan rohani yang dilakukan orang percaya dan kehidupan dari iman kepada iman, menjadi sumber yang menguatkan dan menumbuhkan untuk dapat berbuah dalam kehidupan orang percaya

Kehidupan yang diturunkan/dialihkan, seperti kehidupan Abraham kepada Ishak dan lainnya.