Jumat, 18 Januari 2008

Yesus, Pengawal dan Menggenap Iman

YESUS, PENGAWAL DAN MENGGENAP IMAN
Ibr 12:1-17

Samuel Wahyudi, Pdt.
Konteks pada ayat-ayat tersebut adalah Kristus pusat kehidupan, dan Allah memberikan hajaran dan mendidik orang-orang percaya dalam menjalani kehidupan pribadinya dan bagaimana berelasi dengan sesama orang percaya. Hakekat karya Kristus adalah inisiatif Allah untuk menyatakan dirinya kepada Manusia yang tidak mampu mengenal Allah dengan usahanya sendiri. Namun justru manusia menggugat inisiatif Allah ini dengan menolak Kristus (Kaledoiskop Kristologi 2007). Penulis kitab Ibrani memulai pasal ini dengan bahasa metafora tentang kehidupan iman orang percaya, yang seperti seorang atlet yang sedang berlomba untuk sebuah kemenangan. Seorang atlet yang baik, hidupnya selalu terfokus pada persiapan untuk meraih yang terbaik yang sanggup ia lakukan, demikian juga dengan kehidupan orang percaya yang harus terfokus pada Kristus agar mampu mempresentasikan yang terbaik melalui kehidupannya.
Mengapa Allah mendidik kita? RC Sproul dalam Chosen by God mengungkapkan 3 istilah yang harus dibedakan, yakni: Misteri, Paradoks, dan Kontradiksi. Allah mendidik kita melalui paradoks, dimana kita akan mengenal kebaikan dan kasihNya justru melalui pergumulan hidup, kepahitan hidup bahkan penderitaan. Allah tidak pernah berkontradiksi dalam kehendak dan rencanaNya.
Khotbah akan disusun sbb:
Pendahuluan, hal-2 komptemporer yang menentang Kristus
Pokok Berita, iman ditengah tantangan kehidupan, tetapi Kristus penggenap iman.
Eksegesis,
i. salvation faith, living faith dan serving faith
ii. focus on Christ: perseverance of the saints, by paradox of life
iii. Fruits of Christian life.
Kesimpulan :
Jawaban Alkitab selalu relevan terhadap isu-isu Kristologi komtemporer, dimana Kristus adalah Pengawal dan penggenap iman.

Ling Hie Ping, Pdt.
Kehidupan kekristenan seperti pertandingan (Bdk. 1 Kor 9). Pada umumnya, pertandingan tujuannya adalah kemenangan, demikian juga dengan hidup kekristenan itu tujuannya adalah kemenangan. Bagaimana bisa menang?
· Tau, bahwa kita banyak saksi – menunjuk kepada Ibr pasal 11: adanya saksi-saksi iman selama mengikuti Tuhan, banyak kesulitan tapi bisa menang.
· Hanya bisa di dapat kalau kita menanggalkan semua beban dosa. Salah satu beban yang merintangi adalah banyak orang Kristen justru tidak mau berubah. Ada yang mengatakan, kata “perlombaan” itu menunjuk pada lari 100 meter, tidak pakai aksesoris yang macam-macam, supaya tidak ada yang merintangi.
· Kita mau mempunyai mata yang tertuju pada Kristus.

Agus Gunawan, Pdt.
Iman harus bisa mengatasi dosa. Ketika ada orang percaya, salah satu cirinya adalah mampu meninggalkan dosa. Dosa itu bukan hanya “di luar” diri kita tetapi juga ada yang “di dalam” (inside) diri kita.

Timothy Liem, Pdt.
Kalimat “Yesus yang memimpin kita pada iman dan membawa iman pada kesempurnaan, dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib… yang tekun menanggung bantahan …” (ayat 2-3). Jadi , kesempurnaan akan dapat dicapai kalau kita melewati masa seperti Kristus: dihinakan, dibantah, dimusuhi. Iman kita tidak akan hidup kalau kita tidak mengalami fase itu, karena kadang kita selalu melihat hidup yang mapan, disegani, dituruti. Ingat, dalam hidup mungkin satu saat Tuhan mengijinkan satu fase yang sangat sulit … (yang Tuhan Yesus katakan “saat yang kamu tidak ingini”, Yoh. 21). Dalam keadaan seperti itu, mari makin mencari Dia dan bersandar kepada Dia. Pesan ini harus disampaikan kepada jemaat supaya memperkaya pengalaman iman jemaat.

Handy Kurniawan, Pdt.
Kristus sedang dipertaruhkan akhir-akhir ini, banyak yang menganggap Yesus bukan Allah. Dalam khotbah harus menekankan bagaimana Yesus adalah Allah yang datang memberi keselamatan.
Beberapa hal memperkenalkan Yesus sebagai Allah,
· Penulis Ibrani menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat, Melkisedekh, dan sebagainya.
· Paulus dalam Roma mengatakan bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamai”.
· Dari kesaksian Yohanes: Pertama, penyataan Allah: “inilah Anak yang Kukasihi”; Kedua, kesaksian dari Yohanes pembaptis: lihatlah anak domba; Ketiga: dari pekerjaan Tuhan Yesus sendiri membuktikan bahwa dia adalah Allah; Keempat: dari kitab-kitab suci; Kelima: dari Yohanes sendiri yang menulis Injil Yohanes.

Hengky Suciady, Ev.
Pasal ini bicara tentang umat Tuhan yang sedang dalam pergumulan iman. Mengajarkan kita tiga hal:
· Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah beruhah, Dia menyertai para tokoh iman (11) Dia juga akan menyertai kita.
· Suatu panggilan untuk setia dalam iman.
· Berkarya dalam kehidupan: perlombaan bagi Tuhan.
Bagaimana caranya? Ayat 1 dan 2: perlu meninggalkan dosa; hidup terfokus pada Kristus; bukan cuma menjadi pemenang, tetapi kita terus dibentuk dalam karya Allah supaya menjadi lebih indah lagi.

Jan Agustanu, Ev.
Realita kehidupan orang percaya seringkali ada dalam penderitaan. Tetapi orang Kristen bisa tetap ada damai, kekuatan. Kenapa? Karena Tuhan beserta. Pada waktu kita tidak mampu melindungi iman kita, Allah tetap menyertai dan menguatkan.

Agus Setiono, Ev.
Fobia sosial (sosiofobia / agorafobia=takut keramaian): takut kalau mendapatkan penghinaan penghinaan di publik, takut kalau orang akan menyakiti. Mungkin ada jemaat mengalami hal ini, tetapi apakah ini membuat mereka tidak berani bersaksi dan dan tidak berani menjalani hidup ini? Maka ajak jemaat,
· Jangan takut, karena kita tidak berjuang sendiri, ada banyak saksi yang mendahului kita berjuang (11).
· Mari berjalan mengiring Tuhan, mengarahkan hidup untuk megiring Tuhan.
· Orang benar akan hidup oleh iman, bisa hidup karena percaya.

Chandra Wijaya, Sdr.
Dalam hidup beriman ada dua kenyataan yang menyertai: ada yang hidup baik/menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan (pasal 11). Karena kenyataan itu (tidak selalu menyenangkan) maka hidup itu perlu perjuangan iman, dengan mata yang tertuju (berpusat) kepada Yesus.

Bong San Bun, Ev.
Ada orang yang kelihatan punya kerohanian baik tetapi realitanya dia tidak bertumbuh. Ini mengerikan. Mengapa orang Kristen tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk? Ada kemungkinan mereka menikmati kehidupan dalam dosa. Mungkin mereka akan selamat, tetapi seperti Rasul Paulus katakan mereka menjadi orang “seperti ditarik dari dalam api”.

Jahja Santosa, Pdt.
Situasi orang Kristen ada dalam medan perlombaan, bukan dalam masa latihan (bisa salah), bukan dalam momen latih tanding (coba-coba). Oleh sebab itu kita perlu iman fokus pada Yesus.

Freda Adjan, Ev.
Mengapa kita harus bertekun dalam iman? Sebagai saksi iman, kita bagaikan ada di tengah-tengah gelanggang. Ada banyak orang yang menyaksikan kita. Oleh sebab itu apa saja yang membuat kita keluar dari gelanggang harus ditanggalkan.
· Iman adalah satu bagian yang sangat penting untuk menjadi suatu ketekunan bagi kita.
· Orang hanya hidup oleh iman kalau dia punya mata tertuju kepada Yesus. Mana kala ia mulai melihat hal lain, iman sulit dipertahankan.
· Selalu ingat pada Yesus. Iman digoncangkan kalau merasa terhinakan (harus mempertahankan dirinya). Tuhan Yesus memberikan contoh, tekun menahan bantahan.

Caleb Tong, Pdt.
Bulan ini bicara tentang kemantapan dalam iman. Perikop ini diangkat, bahwa kita dikelilingi oleh saksi-saksi untuk mendorong kita punya semangat untuk maju terus.
Konteks perikop ini adalah iman pengharapan dan kasih. Tiga hal ini penting sekali. Iman diperoleh dari Yesus Kristus. Ia memberi harapan karena pada saat ia mendapat tantangan Ia tetap menang, karena ia punya harapan yang besar.
Ketika ada ayat mengatakan, “anak dihajar oleh bapa”, artinya: mengkoreksi, mendisiplin, memecut (malas menuntut kemajuan maka bapa rela dalam cinta kasihnya menghajar kita).
Ada tiga istilah, “accept, adjust, achieve”. Accept menerima apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Adjust menyesuaikan dengan pola tata cara Allah. Dalam hal ini, hati seorang anak yang rela mematuhi meskipun kita tidak mengerti. Sepeti Tuhan Yesus di taman Getsemani. Achieve, accomplisment, menggenapi sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Ada orang-orang yang ketika melakukan sesuatu bermula dengan baik, continuitasnya juga baik, tetapi finishing touch-nya kadang-kadang tidak baik. Dalam hal iman, hanya Tuhan saja, yang bisa menggenapi.
Tujuh macam faktor menafsirkan “Yesus Kristus adalah pemula dan penggenap ini”,
· He is the author and finisher of our faith.
· He is a leader and perfector of our faith.
· He is the source and goal of our faith.
· He is a course and completer of our faith.
· He is the forerunner and winner of our faith. Menang dalam kemenangan dia, karena dia menjadi pejuang di depan kita. Kita hanya bisa mengikuti dia untuk mendapat kememangan.
· He is a pioneer and companion of our faith. Dia adalah pionir dan menemani kita dalam pertandingan hidup ini.
· He is a leader and example of our faith.
Kalau kita punya hati kepada Allah maka arah dan jalan kita pasti ke sana, kepada Allah. Kalau kita menatap kepada Kristus maka segala serih payah, usaha selalu akan kepada Kristus. Kita bersyukur Kristus di Salib karena dengan demikian Ia telah menggenapi segala kehendak BapaNya. Ibr 10, “Ia datang untuk menggenapi segala kehendak Bapa, dan berjalan dalam tujuan yang ditetapkan Tuhan”.