Jumat, 25 Januari 2008

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman
Habakuk 2:1-5

Pdt. Yahya Santosa
Latar belakang pesan Habakuk merupakan penghiburan bagi orang percaya yang sedang mengalami penderitaan. Saat itu, keadilan sosial sangatlah diperhitungkan keberadaannya mengingat banyak sekali pemerasan, kejahatan, kesewenang-wenangan orang fasik. Pesan nubuatan yang diberitakan Habakuk malah berlainan dengan apa yang diharapkan oleh bangsa Israel saat itu. Habakuk memberitakan bahwa penderitaan akibat penindasan orang-orang fasik sudah ditentukan Tuhan pada bangsa Israel. Justru saat-saat inilah Habakuk hendak memberikan penghiburan akan suatu realita bahwa hidup orang percaya mengalami banyak penderitaan.
Ada beberapa pokok penting,
1. Habakuk tahu bahwa jawaban hanya datang dari Tuhan
2. Habakuk sadar bahwa jawaban Tuhan itu tidaklah langsung datang

Dalam surat Galatia pada pembicaraan tentang Iman, ada tantangan dari orang-orang di luar gereja terhadap ajaran Paulus. Oleh karena itu kesempatan dipakai Paulus guna menjernihkan kembali konsep mengenai hukum taurat yang sama sekali tidaklah menyelamatkan, melainkan seperti cermin yang hendak memperlihatkan kesalahan orang.

Pdt. Samuel Wahyudi
Perlu diperhatikan Sitz In Leben, situasi kehidupan bangsa Israel dalam teks-teks Alkitab. Kondisi bangsa Israel saat itu berada dalam paska Uni-Israel, dimana bangsa Israel terpecah jadi dua. Kondisi politik pun menjadi goyah. Maka tidak heran jika Yehuda (Kerajaan Israel Selatan) dijajah oleh bangsa Kasdim. Tuhan memberikan FirmanNya melalui perantara Habakuk guna menegaskan bahwa penderitaan akibat penjajahan Kasdim merupakan teguran bagi bangsa Israel agar mereka bertobat.
Kerangka khotbah ditekankan pada, diluar iman kepada Allah yang benar tidak akan membawa hidup dalam pengharapan.
i. Pendahuluan, kondisi manusia yang REAL, manusia tidak mampu menyelesaikan masalahnya.
Restlesness, Emptiness, Aimlessness,Loneliness.
ii. Berita : Konteks Habakuk tekanan pada Sitz im leben, bagaimanakah manusia dapat menyelesaikan permasalahannya?
iii. Eksegese
a. Allah berinisiatif menuntun kepada pertobatan, sekalipun melalui kenyataan hidup yang berat.
b. Mampu membedakan: hal-hal yang bisa diubah dan hal-hal yang tidak bisa berubah. Hal-hal yang bisa diubah adalah masa depan dan hal-hal yang tidak bisa berubah adalah masa lalu.
c. Perubahan terjadi hanya karena Iman.
iv. Konklusi khotbah: kembali tekanan tema, orang benar akan hidup karena iman, bgm kehidupan jemaat hari ini?.

Pdt. Christiadi Cohen
Perkataan “orang benar akan hidup oleh percayanya/imannya” dalam kitab habakuk turut dikutip Paulus guna mengkonsentrasikan inti hidup orang percaya. Dalam situasi Perjanjian Lama, Habakuk berusaha mempertanyakan kepada Tuhan mengapa orang berdosa dihakimi oleh orang yang lebih berdosa; bangsa kafir. Pertanyaan ini merupakan “Self-Righteousness” bangsa Israel (Yehuda) di hadapan Tuhan.

Ev. San Bun
Perkembangan iman menurut James Fowler pada tahap ke-4, ketergantungan percaya manusia hanya karena ikut arus (komunitas). Iman pada tahap ke-4 bergantung atas kata orang atau kata pendeta. Sedangkan tahap ke-5 yaitu tahap dimana tiap orang dapat secara individuatif, reflektif: bisa mempertanyakan, bisa mengumuli. Seperti Hab yang mempertanyakan hal-hal yang tidak dipahami dalam kehidupan, lalu mempertanyakan kepada Allah.

Pdt. Yunedy
Hukum taurat itu sudah lama hilang dan baru ditemukan kembali pada tahun 621 SM. Kembalinya hukum taurat tersebut tidaklah memulihkan kerohanian secara permanent. Akibatnya orang-orang Yahudi kembali berbuat dosa seperti sebelumnya. Tidak heranlah jika mereka dihukum Tuhan.
Menyadari persoalan ini, Habakuk mendoakan mereka tetapi nampak seolah-olah Tuhan tidak mendengar. Malah orang Kasdim dipakai Tuhan sebagai bentuk keadilan serta hukuman bagi bangsa Yehuda. Inti berita Habakuk tidak lain ialah menyampaikan pemurnian Tuhan kepada Israel, sebagai bentuk wujud kasih Tuhan kepada orang beriman.

Ev. Frida Adjan
Di dalam ay. 4, “Sesungguhnya orang benar akan hidup oleh percayanya”, Habakuk berusaha mengkontraskan dengan sikap orang sombong. Tentu saja orang yang sombong adalah pribadi yang sangat sulit untuk beriman kepada Tuhan. Kesombongan tersebut membuat dirinya tidak perlu bergantung sesuatu apa pun juga; dalam konteks ini adalah Tuhan.

Ev. Irene
Tema “orang benar diselamatkan oleh iman” didapati keunikan tersendiri. Mengapa? Karena sering kali orang benar – mungkin merasa benar – bersikap arogan serta tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan. Hal ini dapat diumpamakan seperti perbedaan orang yang dapat berenang dan orang yang tidak dapat berenang. Orang yang tidak dapat berenang pasti tidak berani langsung ke daerah paling dalam. Sebaliknya orang yang dapat berenang cenderung akan berenang ke daerah paling dalam, hingga dimungkinkan ia pun akan mengalami kecelakaan meski pun punya kemampuan berenang.

Pdt. Caleb Tong
Pesan di Galatia dan Habakuk tentang “iman” merupakan applicable bagi tiap kondisi. Paulus mengambil tema tentang “orang benar hidup oleh karena iman” merupakan interpretasi dari peristiwa di Perjanjian Lama sebagai sumber kekayaan Firman Tuhan pada suratnya pada jemaat Galatia. Ada beberapa pokok penting yang hendak Paulus sampaikan atas interpretasi Habakuk 3:4, antara lain:
§ Roma 1:17, merupakan berita kepada orang non Yahudi agar mereka mengerti bahwa keselamatan hanya oleh iman yang berlandaskan oleh Anugrah Tuhan
§ Galatia 3:11, merupakan ajaran khusus bagi orang Yahudi yang terlalu menegaskan syarat memenuhi tuntutan Taurat. Paulus menegaskan bahwa Taurat merupakan alat vonis bagi orang berdosa atas perbuatan mereka. Contoh Abraham yang diungkap kembali oleh Paulus guna:
o Memberikan contoh Abraham sebagai bapa orang beriman, ia percaya bahwa bagi Allah tidak ada hal yang mustahil, karena istrinya yang mandul pun dapat melahirkan Ishak
o Paulus hendak memberi contoh kepada tiap pembaca agar menyadari bahwa Abraham tidak ragu akan Allah yang dapat memberi hidup bagi orang. Maka dengan iman, Abraham mempersembahkan Ishak dan mewariskan berkat yang besar. Dengan kata lain, Paulus menegaskan orang yang dibenarkan oleh iman adalah pewaris Roh Kudus yang melahirkan (memberi hidup)
§ Ibrani 10:38, menegaskan Tuhan tidak berkenan kepada orang yang mundur, tenggelam atau hanyut dan tidak diselamatkan jiwanya karena tidak beriman kepada Allah. Ibrani secara khusus ditulis dalam konteks akhir jaman di mana terdapat peperangan, sengsara, penganiayaan, fitnahan, perampasan belengu dan kemiskinan bertubi-tubi menyerang iman orang percaya. namun sebagai orang yang beriman, pastilah yakin bahwa Tuhan segera datang kembali menyelesaikan persoalan mereka.
Ketika Tatkala Babilonia tenggelam dan sejak kehancurnya, diberitakan akan muncul kota baru Yerusalem, bagai harapan yang indah bagi orang yang beriman.
Sebagai contoh: dalam dunia yang penuh kesadisan, terdapat sikap penyimpangan seksual yang membuktikan bahwa manusia sedang dalam keadaan genting. Yaitu:
Powerless-ness to be = Sadisme dalam hubungan seksual
Powerless-ness to relate = Pelampisan seksual secara tidak wajar
Konklusi:
Perlu diperhatikan! Dalam minggu ini perlu membawa orang beriman pada anugerah yang Tuhan beri bagi keselamatan jiwa, agar hidup sehat kua dalam kemenangan, sebab orang benar hanya dapat hidup apabila ia bersandar pada Tuhan semata.





- Kelompok 4 -