Jumat, 11 Januari 2008

Dari Iman Menuju Iman

Dari IMAN Kepada IMAN
(Roma 1:16-17)

Pdt. Tjong Wun Jen
Roma 1:16-17 merupakan ayat-ayat yang luar biasa.Walter W. Wessel mengatakan bahwa Roma 1:16-17 merupakan tema dari ke seluruhan kitab Roma. Dan William Barclay mengatakan bahwa Roma 1:16-17 berisikan intisari Injil Paulus dan Paulus memulainya dengan menyatakan bahwa ia sangat bangga dan merasa terhormat (mempunyai keyakinan yang kokoh atau tidak malu) dengan Injil tersebut. Berkenaan dengan berita Injil itu, Paulus juga berbicara tentang konsep yang penting yang juga menjadi tiang utama dari dasar pemikiran dan kepercayaannya, yaitu Iman. Apakah artinya ”dari iman kepada iman” yang dimaksudkan Paulus dalam ayat 17?
Dari iman kepada iman berarti “from first to last” (NIV), dari pertama sampai akhir Allah menyatakan bahwa kita dibenarkan dihadapan Allah karena iman dan hanya karena iman (Saving Faith).
Rasul Paulus mengkaitkan iman begitu dekat dengan keselamatan, di mana iman ini bukan sesuatu yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi iman adalah pemberian Allah (Ef 2:8). Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Dia juga memberikan kepada kita iman dan melalui iman itu Tuhan membawa kita dari mati kepada hidup yang kekal (Yoh 5:24). Keunikan kekristenan adalah karena keselamatan berdasarkan iman bukan berdasarkan jasa, kebajikan, bukan karena kontribusi manusia. Dengan iman, manusia diterima dan berkenan serta menjadi anak-anak Allah.
Dari iman kepada iman berarti dalam hidup setiap orang percaya harus meninggalkan pengandalan terhadap diri sendiri (self reliance) dan sekarang selalu mengandalkan Tuhan (Living Faith).
Iman adalah sikap menerima secara mutlak dan percaya tanpa syarat, atau penyerahan diri total. Jadi, dalam perjalanan hidup orang Kristen, dalam pertumbuhan iman dan kerohaniannya, bukan hanya menerima bahwa Allah itu ada dan Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya, tetapi berani menyerahkan diri sepenuhnya untuk hidup sesuai dengan kepercayaannya itu. Hubungan baik dengan Allah berdasarkan iman harus menjadi nyata dalam hidup dan perbuatan sehari-hari.
Pdt. Dr. Stephen Tong berkata, ”Kristus adalah Pemula dan Penyempurna iman kita (Ibr 12:1-2). Seluruh aspek iman berpusat kepada Kristus. Dengan demikian, seluruh kehidupan dan perjalanan hidup rohani kita yang menuju kesempurnaan itu dimulai dan disempurnakan oleh Kristus. Kristus yang mengadakan iman, Kristus juga yanng menggenapi iman kita.”


Sdr. Sin Han
Ada keraguan dari jemaat Roma mengenai berita Injil, karena itu di ayat 16 ada keyakinan yang kokoh untuk menguatkan jemaat Roma, Injil adl kekuatan Allah, penggenapan para nabi, Paulus juga punya pengalaman dengan Injil itu: Paulus berubah dari orang berdosa, diselamatkan dan menjadi pelayan Tuhan. Mns pada dasarnya tdk bisa beriman kepd Tuhan, tapi iman adalah sesuatu yang diberikan oleh Allah.


Ev. Freda Adjan
Dari percaya kepada mempercayai. From believe to trust. Ibr 11 & 12, Ibr 11 org yg sudah percaya pada Tuhan, Pasal 12 berbicara soal bgmana org beriman harus hidup. Daud adalah org yang percaya pada Tuhan, pd saat tidak berdaya dia menguatkan hatinya untuk percaya/mengandalkan Tuhan. Daud dan org2 yg beserta dia menangis sampai tdk lagi kuat menangis, tp kemudian Daud menguatkan iman percayanya kepada Tuhan. Lihat di 1 Samuel 30: 1-6.
Pembalasan adalah hak-Ku kata Tuhan. Dalam beriman kita juga harus percaya bahwa hak kita adl mendoakan dan mengasihi.


Ev. Iin
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dlm Injil. Hidup dlm iman sangat tidak muda, kaitkan dengan Mat 26: 33 Petrus pd perjamuan malam mengatakan: meskipun mereka goncang iman tp saya tidak. Tetapi pada saat pencobaan itu datang banyak org tdk bisa kokoh tapi malah berkompromi dengan dosa. Dari iman kepada iman adalah pergumulan yang sulit, ini sangat penting dlm kehidupan org percaya.


Ev. Dorothy Tong
Ada saving dan living faith tapi ada juga growing faith: Menghadapi situasi kondisi dalam pandangan manusia tdk mungkin, tp growing faith ini bisa menanggungnya.


Ev. Lydia Chen
Mandarinnya Sin Sin. Ada beberapa macam iman:
Iman Percaya diri bisa bawa dalam tekad pribadi.
Iman rasio bisa bawa kesuksesan melalui pengetahuan.
Iman dari Tuhan: Iman kepada Iman, Tuhan adalah sumber iman kita maka bisa berikan kita buah roh. Iman yang diberikan Tuhan membuat bertobat dan menerima keselamatan dari Tuhan.


Pdt. Handy Kurniawan
1. Tuhan menginginkan semua orang percaya beriman. Ujian-ujian diberikan Tuhan kpd orang beriman: perwira, 10 org kusta, perempuan 12 th pendarahan, bahkan kalau punya iman sebesar biji sesawi doa bisa dikabulkan Tuhan.
2. Iman akan menuntun kita pada suasana untuk berserah dan bergantung kpd Tuhan, Allah Maha Tahu, Maha Kuasa, Tuhan menciptakan dan meniadakan, menghidupkan dan mematikan, kalau bergantung pada Tuhan tentu hidup lebih ringan dan enak.
3. Iman menuntut pada bersedia melibatkan Dia dlm kehidupan sehari-hari. Seringkali ada bagian kehidupan yang tidak kita serahkan kepada Tuhan. Allah seringkali berkarya melalui umat-Nya, Adam, Nuh, Musa dll. Bersedia melibatkan Tuhan dlm hidup berkaitan dgn relasi antara kita dengan Tuhan.
4. Iman menuntun kita untuk berpikir dan berkata yang benar. Banyak jemaat bertanya: Mengapa? Seharusnya bertanya: Bagaimana untuk meresponi kehendak Tuhan. Juga ada kata: Jikalau, menyesali apa yang sudah terjadi.
5. Iman menuntun kita untuk belajar segala sesuatu tentang Tuhan. Org yang bisa berhasil ada 4 unsur: 1. Kemampuan 2. komunitas (politik mengatakan kendaraan), 3. Kesempatan 4. Kemurahan Tuhan.
6. Iman menuntun kita berhak melepaskan hak. Berhak berbuat sesuatu tapi lepaskan biarkan Tuhan yang lakukan.


Ev. Agus Susanto
Dlm Alkitab ada formula baptisan, formula perjamuan kudus, tp hari ini berbicara formula kehidupan, yaitu formula iman. Ada pertobatan John Wesley, bertobat krn membaca tulisan Martin Luther atas kitab Roma, sehingga John Wesley menjadi pengkotbah luar biasa yang mempengaruhi 2 benua. John Wesley pernah bermimpi ke neraka dan bertanya pada malaikat: Apa di neraka ini ada orang ortodoks, Presbiterian atau Methodis? Banyak kata malaikat itu. Lalu John Wesley ke Sorga: Apa ada Presbiterian, Ortodoks atau Metodis? Tidak ada. Tapi hanya ada orang yang percaya kepada Kristus.
Paulus adl rasul iman, Yohanes rasul kasih. Iman bukan buat org jadi baik, buat muzizat, tp iman untuk membuat org diperkenan Tuhan. Paulus menegaskan iman adl permulaan dari kekeristenan. Iman yg sejati bukan yang lain. Org biasanya meyakini hal2 lain untuk menjadikan iman berarti, tp bagi Paulus hanya iman.
Iman lebih penting dari rasio, dari manusia, dari kekayaan, perbuatan baik, hukum taurat dan tradisi. Paulus sedang berperang melawan tradisi yg kuat yaitu sunat. Iman yang sejati adl iman yang berkenan kepada Tuhan. Jemaat di Roma ini juga percaya kepada dewa lain: Yupiter, kejatuhan kota Roma dianggap sbg ketidak setiaan pada dewa ditulis dlm buku Agustinus City of God. Paulus menekankan bahwa iman harus murni hanya pada Tuhan.
Jemaat yg berlatar belakang Tiong Hoa seringkali masih meyakini tradisi2 Tionghoa, misalnya saat peti mati dimasukkan mereka memalingkan muka.
Iman yang sejati tdk bisa disamakan dengan iman yang lain, krn bisa menyelamatkan inilah iman yang ajaib.
Auris subjunctive: spy org yg belum percaya menjadi percaya (Saving Faith)
Present Subjunctive: spy org yg sudah percaya terus percaya (Living Faith)


Ev. Yanto
Ada juga sharing faith. Iman yang dibagikan, seringkali kita malu dan takut. Ada banyak di antara kita bisa beriman menghadapi keseulitan tp waktu harus bagikan iman kita malu.
Ilustrasi 2 th lalu di Kinasih: Pdt. Peter Chung. Ketika Pdt. Peter C masuk Supermarket ketemu encim yg dorong troly, tp dia merasa malu untuk bersaksi. Pdt. Peter C hanya tersenyum, tp hatinya tdk tenang. Lalu ketemu lagi yang kedua kali, tersenyum lagi. Sampai akhirnya yang ketiga kali ketemu di kasir ada encim itu lagi di belakangnya, dia tersenyum lagi. Singkat cerita akhirnya pulang dan tdk bicara apapun. Sebulan kemudian encim itu datang ke gereja dan bersaksi dan menyatakan bahwa tdk ada yang beritakan Injil tp saya datang ke gereja ini krn gembala anda tersenyum 3 kali pd saya.

Dosen SAAT yang bersaksi pada seorang supir taksi. Kalau mati akan kemana? Supir taksi berkata tdk tahu. Kalau anda? Dosen itu menyatakan: Kalau saya pasti masuk neraka krn saya org berdosa, jahat sampai supir itu berkata: Iya saya juga Pa. Tapi kemudian dosen itu berkata: Tapi sekarang saya punya keyakinan yang lain karena saya percaya pada Kristus maka saya diselamatkan.

Pdt. Christiady Cohen
Ayat 16 banyak disinggung tdk malu pada Injil karena Injil kekuatan Allah. Tahun 40 org Kristen prosentasenya hanya 0,0017 % terhadap penduduk Roma. Apa sih bangganya jadi orang Kristen, krn romawi bangsa yang besar dan kuat.
Dunamos dlm konteks bangsa-bangsa saat itu dlm kondisi militer. Tapi ini adl kekuatan bukan dari manusia tapi dari Allah.
Dlm kalangan Betany ada istilah: co (memperdagangkan) gereja, co kebaktian, co Yesus. Injil yang murni sekarang adl prestisius utk mendapatkan hal-hal materi.
Kebenaran Allah: righteousness of God. From faithfulness to faith. Keselamatan itu adalah bermula dari kesetiaan Allah.
Habakuk berbicara soal umat Israel yang keras kepala, self sufficient. Iman kepada iman bukan sesuatu yang mudah, tp sangat sulit. Dlm konteks Habakuk: org yg membusungkan dada tdk lurus hatinya, tp yang benar hidup oleh percayanya.


Pdt. Jahja Santosa
Allah yg menganugerahkan, memelihara dan menyempurnakan iman. Tembok Ratapan> Yahudi adl umat pilihan dan masih mengharapkan Mesias, melihat Bait Allah dihancurkan dan dibangun mesjid. Padahal ada bekas Fondasi Bait Allah dibawah mesjid mereka sangat serius untuk semakin menantikan Mesias. Jumlah yang seperti ini sangat besar, Org Yahudi kristen hanya 5 % adl sesuatu yg tragis. Mengakui bahwa objek iman ..
Iman secara negatif. Abraham bapak org beriman tapi tdk semua keturunan Abraham adl org beriman, juga bukan melalui tradisi, bukan jabatan sentral dlm dunia rohani, bukan juga secara lahiriah dlm akitivitas pelayanan yang spektakuler.
Iman secara positif: suatu kepastian, kemantapan, dlm percaya kepada objek yang benar. Mau mengasihi, taat pd kehendak Allah. Bukan fanatisme tapi seharusnya militan. Org Kristen bisa menjadi fanatik kalau tdk memahami iman yang sejati.


Pdt. Ling Hie Ping
Ayat 17 diambil dr Hab 7: 4. Pasal 1-4 bersangkut paut dgn keadilan yang muncul terbalik, kejahatan, kelaliman bahkan yg melakukan adl umat Israel, Habakuk sering teriak: keadilan, penindasan tp tetap tdk ada perubahan yang terjadi. Akhrnya makin parah karena Tuhan memakai bangsa Kasdim untuk menghukum Israel, jadi bagaimana harus hidup? Org benar hidup oleh percaya. Bukan pecaya kepada keadilan mns, bangsa Kasdim, tp hanya percaya kpd Tuhan.
Kekuatan (dunamis) melahirkan kata dinamit, dinamis, ada kekuatan yang mampu meledakkan. Yg bisa meledakkan, menggerakkan, menghidupkan adalah kekuatan Injil dari Allah sendiri.


Pdt. Agus Gunawan
Injil adl kekuatan yang mampu mengubah, tp di dalam pengamatan pribadi secara fenomena ternyata sepertinya tdk ada kekuatan itu. Kalau kita lihat dlm konteks Kisah Para Rasul, injil itu luar biasa tp dibandingkan dengan hidup kita saat ini bahkan sebagai hamba Tuhan kita masih bergumul dgn perasaan2 negatif yg menguasai.
Iman dari perspektif subjektif pandangan Paulus dia yakin, kokoh, stabil, firm, tp iman banyak org tdk stabil, tdk kokoh seringkali berubah tergantung musim.
Juga ada tension dlm hal pertumbuhan, ada org yang bertumbuh dan ada yang tidak, ada juga yang tumbuhnya agresif. Seharusnya tumbuh secara agresif. Pdt. Agus tahun ini ketua Bid. Pembinaan, apa yang akan terjadi dlm tahun ini? Apakah ada pertumbuhan atau stagnan saja pada tahun ini? Sampai ada perubahan sampai hidup kita tdk lagi bisa disangkal, krn kuasa Injil itu begitu nyata dlm hidup kita. Kalau iman ini nyata dalam kehidupan berjemaat maka ada sesuatu yang luar biasa terjadi di gereja kita karena jemaat kita begitu banyak.


Pdt. Caleb Tong
From faith to faith ada beberapa arti:
Faith first & faith last. Org melayani rendah hati, sampai akhir juga rendah hati.
Start from faith & ends in faith.
Spring from faith & faith receives. Hidup terpancar dari iman dan terus menerima penyegaran terus menerus dlm iman sehingga subur.
A process begun & continued by faith. Sesuatu yg terjadi dalam hidup harus dipelihara sampai terus bersandar pada
Resulting from faith & leading by faith, hasil dari iman
The way of faith that leads to greater faith. Pola tata cara hidup org beriman selalu hidup kearah yg lebih baik, sempurna, bertumbuh.

Ada saving, living, growing, sharing faith tapi harus juga ada conquering faith, iman yang mematahkan, iman yang meraih kemenangan.

Penjelasan org benar akan hidup oleh iman, 4 kali diangkat dlm alkitab, Rom 1: 17, Gal 3: 17, Hab 2: 4, Ibr 11: 38.
Keselamatan iman itu jelas bagi kita.
Rom 1: 17 Selamat karena iman. Iman yang hadir mengubah hidup Agustinus dari gelap menjadi terang. Tdk lagi berpesta pora, pergumulan benci dengki iri tapi mengenakan Kristus dan hidup aktif, inisiatif positif bagi Tuhan.

Gal 3: 13 Berkat dalam iman. Membicarakan Abraham, berkat kita diwarisi dari Abraham, beriman menerima Roh Kudus. Tidak hanya punya hidup tp hidup dlm kelimpahan.

Hab 2: 4 Iman yg beri kekuatan. Bangsa Kasdim membanggakan kekuatan mansuia, tp org percaya hanya bisa banggakan iman. Iman menjadi kuat krn kita sukacita dlm Kristus walau keadaan sekeliling gelap.

Ibr 11: 38 iman memberi kemenangan. Perikop ini berbicara menghadapi peperangan, fitnahan org, tontonan, ejekan, cemooh. Rantai ikatan belenggu terampas harta kekayaannya. Penulis Ibrani katakan harus punya hati yg berani dan bertahan menghadapi tantangan krn kehendak Tuhan pasti nyata: sebentar lagi Dia datang. Dlm jaman akhir ini bagaimana kita harus maju terus pantang mundur dan raih kemenangan.
Berkat dari kemenangan:
Menerima buah hidup firdaus
Menerima mahkota hidup
Menerima hak istimewa batu putih
Menerima tongkat memerintah bitang fajar
Menerima pakaian putih tdk tercemar hidup dlm kesucian
Menjadi stulos, tiang sokoh guru bait Allah,
Bertahta dgn Kristus di negeri baka di surga kala Tuhan menjadi raja segala raja.

Dari iman lemah jadi kuat, kecil jd besar, ragu jadi iman yg teguh, tipis jadi tebal.
Musa keluar dari Mesir tdk masuk Kanaan, krn marah. Tdk beriman bahwa Allah yang atur bukan dia yang atur.
Janda Sarfat beriman buat satu roti untuk Elia. Setelah janda itu buat untuk Elia dan kemudian buat untuk keluarga maka roti itu tdk pernah habis.