Jumat, 23 November 2007

Yesus Juru Selamat Dunia

Jumat, 23 November 2007

Yesus Juru Selamat Dunia

Nats : Mat. 1:18-25


Ev. Freda Adjan
Ada beberapa point:
a. Yesus Juru Selamat adalah rancangan janji Allah sendiri; terbuktinya adanya rencana janji, ada penegasan janji, dan penggenapan janji. Demikian juga dengan Maria, yang dikatakan dalam Lukas dikatakan mendapat “kasih karunia Allah”.
b. Pilihan Allah didasarkan oleh kasih karunia. Respon Maria sendiri ketika mendapat kasih karunia, ia katakan “aku adalah hamba Allah”. Demikian juga Yusuf dipilih oleh Tuhan berdasarkan kasih karunia Allah.
c. Penetapan Allah. Dengan penetapanNya, Ia mengutus Gabriel untuk menyampaikan berita ini. Tidak luput Roh Kudus juga hadir dalam rahim Maria sebagai wujud
d. Kasih Allah. Berhubungan dosa, dimana Tuhan benar-benar murka akan dosa manusia. Selain itu di dalam kasih Allah ada “Immanuel”, di mana Tuhan selalu menyertai orang percaya dalam kasihNya.
Nb:
Mimpi Yusuf merupakan mimpi pertama yang pernah di catat di PB, dan itu hanya terdapat di Injil Matius.
Kenapa namanya Yesus? Tentu tidak lain karena Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa.

Sdri. Iin
Ketika Maria dan Yusuf diberitahukan bahwa mesias akan hadir, itu berarti penggenapan akan harapan-harapan bangsa Israel.

Ev. Novi Harsono
Di dalam manusia mencari way out (jalan keluar), sering didapati tiga hal: tidak tuntas, ada sesuatu yang dikorbankan, tidak sesuai dengan kehendak Allah. Peristiwa kelahiran Kristus merupakan solusi akhir dari berbagai persoalan dosa manusia; tuntas, dengan korban paling berharga, dan sesuai dengan kehendak Allah.

Ev. Chang Kui Fa
Seberapa sadar jemaat butuh juru selamat? Harus ditekankan dampaknya pada dosa. Ini menjadi titik tolak jawaban mengapa jemaat Tuhan butuh seorang juru selamat.
Exp: Ilustrasi Roy Martin didapati sangat ironis, datang ke surabaya untuk menandatangani konfrensi anti-narkoba tetapi dua hari kemudian tertangkap basah sedang pesta narkoba di hotel Novotel Surabaya.

Ev. Meilia
Ada tiga poin:
a. Rancangan nubuatan ini berdasarkan kasih Allah.
b. Rancangan ini bertujuan untuk membebaskan manusia dari dosa
c. rancangan ini sebagai penyertaan pada manusia.

Ev. Agus Susanto
Ada dua ekstrim: (1). Yesus hanyalah guru selamat, (2) Yesus hanya menyelamatkan sebagian orang saja. Hal ini diangkat untuk mempertegas siapa itu Mesias.
Isu siapa itu Mesias? Di dalam kebudayaan kuno, yang dianggap sebagai Mesias adalah Tammuz anak dari Nimrod dan Semiramis, dan Hercules anak dari Zeus dan Hera. Pada jaman Modern, Pangeran Charles dianggap sebagai mesias karena katanya, dan Paus Benekditus ke 16 dianggap juga sebagai Mesias.
Perlu diperhatikan bahwa juru selamat saat sesungguhnya tidak identik secara (1) Emosional, maksudnya memberikan simpati pada penderitaan manusia, (2) Sosial, maksudnya juru selamat yang menjadi teman baik buat kita (3) Fisik, maksudnya juru selamat yang memberikan makanan serta kesembuhan, (4) Politik, maksudnya juru selamat yang memberikan kebebasan bangsa.
Akan tetapi Juru selamat itu sebenarnya:
a. Membebaskan kita dari kuasa dosa
b. Merekonsili orang kepada Bapa
c. Mengubah temperament dan karakter
d. Melepaskan orang dari perangkap Iblis

Ev. Danny Boy
Perlu ditekankan bahwa Yesus adalah juru selamat kita, dalam beberapa poin.
a. Allah taat pada janjiNya sendiri,
b. Kelahiran Allah merupakan ketegasanNya
c. Dosa bukan merupakan hal yang sepele

Sdr. David Tampubolon
Juru selamat dunia adalah Allah sendiri. Juru selamat Dunia bernama Yesus. Juru selamat dunia akan selalu senantiasa
“UmatNya” = adalah orang-orang pilihan. Hal ini tidak pernah diketahui oleh akal manusia orang-orang pilihan ini.

Pdt. Samuel Wahyudi
Dalam buku “Luther The early theology of Work”, ada beberap poin penting.
a. Coram Deo, dimana Tuhan yang mencari manusia bukan sebaliknya
b. Christo Promi, Kristus datang untuk aku
c. "An", di dalam orang percaya ada perjuangan dan pergumulan terus menerus
d. Sola Fide, dibenarkan oleh Iman
e. Predistinasi, orang-orang pilihan.
f. Sola Scriptura, Keselamatan disampaikan dalam berita Firman Tuhan
g. Communio Santorium, kumpulan orang-orang kudus atau invisible Church
Nb:
Dari ketujuan poin ini, kira-kira tiga poin awal yang dapat dikaitkan.

Pdt. Christiadi Cohen dan Ev. Bong San Bun
Allah beserta kita, dalam terjemahan Inggris “God With Us”. Frase ini tidak dapat dibalik, karena dilihat dalam konteks bahwa tidak ada manusia yang tidak mencari Allah pada jaman itu mau pun jaman Yesaya. Kedua konteks itu (Yesaya-Yusuf) terdapat beberapa relasi kontekstual
§ Konteks manusia bebal tidak ada inisiatif, Allah berinisiatif
§ Konteks manusia terhilang, Allah mencari manusia
§ Konteks kehancuran dan penderitaan, Allah mengunjungi manusia
§ Konteks ketidak mungkinan, Allah menyatakan kemungkinan
§ Konteks kesetaraan/kerusakan manusia, Allah merendahkan diri