Rabu, 14 November 2007

Tiada yang Mustahil Bagi Allah

“Tiada Yang Mustahil Bagi Allah”
Pembahasan Firman Tuhan
09 November 2007

Ev. Herty P
Perkataan “sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah”, sepenggal percakapan malaikat Gabriel dan Maria yang sangat mengejutkan dan mustahil terjadi (mengandung dari Roh Kudus dan Elizabeth yang mengandung).
Allah bisa memakai siapa saja (30-33)
Allah bekerja dalam seseorang yang berhati hamba (38) keputusan untuk tunduk kepada kehendak Tuhan, supaya memperoleh kedamaian dan kuasaNya.
Percaya sepenuhnya kepada Tuhan

Pdt. Agus G
Ketidakmungkinan itu berlaku bagi manusia, kemungkinan itu hanya bagi Allah. Mengajak jemaat untuk melihat kemungkinan sejauh yang diijinkan Allah, khususnya untuk pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan.

Ev. Bong San Bun
Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah, yaitu hanya sebatas firman Allah, yang sudah difirmankan oleh Allah tidak ada yang mustahil
Orang yang beroleh kasih karunia (mujizat terjadi karena kasih karunia Allah dan juga bukan karena tuntutan manusia)
Maria adalah seorang yang rendah hati (terj. lain Maria gelisah karena merasa dirinya hanyalah seorang hamba)
Percaya dan taat (38)

Sdr. David T
Ay. 37: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (tidak ada yang mustahil dalam penggenapan firman Allah), ayat ini dapat menjadi “cek yang dapat diisi dan dipergunakan sesuai kehendak personal kita”. Karena itu, kita harus menafsirkan ayat ini dalam konteks dari perikop ini, dimana ayat 31, 32, 33 dan juga 38 memberi penjelasan untuk ayat 37.
Tidak mustahil bagi Allah untuk memakai seorang perawan dan belum bersuami (Maria) untuk menjadi “ibu seorang bayi yang nantinya sempurna Allah dan sempurna manusia” (ay. 31).
Tidak mustahil bagi Allah untuk melahirkan Anak Allah Yang Mahatinggi dalam inkarnasi seorang manusia bernama Yesus (ay. 32a).
Tidak mustahil bagi Allah untuk melahirkan seorang pewaris tahta Daud – Sang Mesias yang telah lama dinantikan oleh banyak orang (ay. 32b-33).
Dan tidak mustahil pula, jika jemaat-domba2 Allah punya iman dan permohonan layaknya permohonan Maria: “aku ini hamba Tuhan; jadilah menurut perkataan Tuhan” (ay. 38).


Pdt. Samuel W
Ayat yang berkaitan Yes 7:14, Kej 3:15, Gal 4:4, topik yang sama yaitu ketika Maria didatangi oleh malaikat Gabriel merupakan sebuah nubuatan. Jadi mujizat yang terjadi bukan terjadi on the spot tetapi merupakan sebuah peristiwa yang berkesinambungan untuk rencana keselamatan (nubuatan dari PL sampai penggenapannya di PB)

Sdr. Candra Wijaya
Terdapat perbandingan (persamaan-perbedaan) respon antara dua tokoh dalam pasal ini. Persamaannya ialah mereka sama-sama mempertanyaan pernyataan Malaikat tentang mujizat yang akan terjadi bagi mereka. Elisabeth dan Maria sama-sama bertanya dalam sudut pandang natural manusia akan ketidakmungkinan perkataan Malaikat bagi mereka. Pertanyaan ini didasari oleh kondisi riil saat itu dimana seseorang wanita tua tidak mungkin akan mengandung dan seorang gadis muda tidak mungkin akan mengandung tanpa suami. Selain itu pertanyaan kedua tokoh di atas sangatlah wajar mengingat selama +/- 400 th di dalam masa antara PL dan PB tidak ada satu nubuatan pun atau tindakan manifestasi Allah dalam sejarah bangsa Israel.
Perbedaannya ialah bahwa keduanya ialah tanggapan akhir mereka. Zakharia dikatakan dalam ayat ke-20 malah menjadi tidak percaya atas penjelasan Malaikat, sedangkan Maria menanggapi penjelasan Malaikat dengan hati percaya (ay. 38). Beranjak dari respon-respon inilah kita semua dapat memperhatikan sejenak bagaimana seseorang melihat mujizat dari sudut pandangnya masing-masing.


Pdt. Unandi T
Ay. 38, “Saya ini hamba Tuhan…” Jemaat seringkali melihat mujizat yang terjadi dalam kehidupan merupakan sesuatu yang bisa dipaksakan. Maria adalah seorang hamba yang hanya berkata “Iya” kepada Tuhan, entah itu hal yang ia inginkan atau tidak. Mujizat bisa saja terjadi, tetapi yang paling penting adalah posisi kita dihadapan Tuhan, Tuhan menjawab atau tidak itu tidak penting, yang paling penting adalah posisi kita menjadi hamba Tuhan yang taat.

Sdr. Jan A
Zakharia meminta anak kepada Tuhan, tetapi Maria tidak meminta namun atas kasih karunia dan kehendak Tuhan, Maria mengandung dari Roh Kudus. Seringkali telunjuk kita mengacung lebih besar daripada kehendak Tuhan.

Sdr. Natanael H
Rencana Allah tidak tergantung kepada keterbatasan dan kelemahan manusia manusia
Rencana Allah tidak digagalkan oleh kondisi (bertentangan dengan tradisi Yahudi dan logika manusia)

Ev. Agus Susanto
Lukas yang adalah seorang dokter percaya kepada kuasa doa dan terlebih kepada kuasa Allah
Keajaiban melampaui kuasa manusia
Melampaui keterbatasan waktu, sejarah, politik. (karena telah berlangsung + 580 tahun sejak kejatuhan Yudea, waktu yang panjang dijajah terus menerus oleh bangsa lain)
Membawa manusia yang berdosa, memperoleh pengharapan dan akhirnya menuju keselamatan.

Pdt. Caleb Tong
Dalam misi Tuhan Yesus adalah Mission Impossible, melalui pribadi untuk umat pilihan dan seluruh dunia, sehingga yang diutus adalah Gabriel yang membawa kabar keselamatan.
Biru, Merah, Emas – janji Tuhan yang mengikat....
Allah tidak hanya hadir maha tahu, maha kasih juga maha kuasa (omnipotent of God) harus dimengerti oleh manusia yang penuh dengan kelemahan. Hal ini dialami pertama kali oleh Maria, ternyata dalam mazmur yang dinyanyikan oleh Maria, “Hatiku memuliakan Tuhan, hatiku bergembira karena Allah juruselamatku” Peristiwa Maria menjawab 2 agama besar dunia
Katolik
Yesus adalah salib yang kosong dan kuburan yang kosong, lahir dari perawan Maria dan dikandung dari Roh Kudus, sehingga tidak mewarisi dosa asal manusia. Dan Maria sendiri yang berdoa pada hari Pentakosta meminta pencurahan Roh Kudus.
Islam
Allah tidak mungkin punya anak

Allah menciptakan manusia laki-laki kemudian baru wanita, kemudian setelah laki-laki bersatu dengan wanita melahirkan manusia keturunannya. Adam yang pertama telah berdosa, sehingga Allah harus menciptakan seorang “Adam” yang bukan keturunan dari Adam yang pertama untuk menyelesaikan persoalan yang diakibatkan oleh Adam yang pertama. Maria menyerahkan diri menjadi alat untuk kemuliaan Allah, untuk menyelamatkan manusia yang telah berdosa, ini adalah hal yang mustahil bagi manusia tetapi sangat mungkin bagi Allah.

Pujian dari Maria (1:46-57), Tuhan menentang orang yang sombong, orang yang berkuasa, dan orang yang kaya. Kontras dengan diri Maria sendiri, Tuhan mengangkat orang dari kehinaan, kemiskinan, kepapaan. Bisa ditinjau dari segi politik, sosial, dan hukum.

Dalam konteks kerajaan Allah, perikop ini berbicara tentang kerajaan Daud, bukan dari kerajaan bumi ini, tetapi kerajaan Allah.
Dalam konteks rhema atau firman, For no word of God shall be avoid of power, God promise can never fail, Nothing With God is not able to do, To prove that nothing is impossible in God. Harus dikaitkan dengan janji Tuhan tetapi juga harus dikaitkan dengan bukti nyata. Allah membuktikan segala sesuatu tidak single line, tetapi multifunction, menjadi compound. Yesaya berkata, segala firman yang berasal dari Allah tidak akan kembali sia2. Kita selalu menjadi orang yang membuktikan Allah sanggup melakukan hal yang indah di luar kemampuan kita sesuai dengan kehendaknya yang mulia.
Yesus layak bertahta karena adalah mainstream dari raja Daud, sebagai penggenapan janji Allah kepada Abraham. Maria – lady of sorrow, Yesus – man of sorrow.
Mujizat terjadi hanya untuk memuliakan nama Tuhan dan membesarkan nama Tuhan lebih dari segala sesuatu yang kita alami karena kelemahan kita.