Selasa, 06 September 2005

APA YANG HARUS KUBALAS?

7 September 2008

APA YANG HARUS KUBALAS?
Mazmur 116:11-19


§ Mazmur 116 ini tidak disebut siapa penulisnya. Kebanyakan mazmur bersifat umum, tetapi mazmur ini bersifat pribadi. Pada umumnya bersifat teratur, tetapi mazmur 116 ini tidak teratur. Tetapi ada tiga hal, pertama: ini adalah keadaan dan kondisiku. Dalam keadaan butuh pertolongan, aku sedang menuju maut (8), aku sangat tertindas (), aku bingung. Dalam kondisi yang sulit, ada dua kemungkinan: pertama, mengasihi diri sendiri. Kedua, cenderung cari pertolongan yang keliru, membius diri. Dalam keadaan sulit kita perlu belajar dari pemazmur yaitu berpikir positif, kedua cari solusi yang benar, yaitu datang kepada Tuhan. Hal yang kedua, betapa luar biasanya perbuatan Allah kepadaku (Ay.5,6,7,8,9&16). hanya orang percaya yang bisa melihat perbuatan Allah yang luar biasa. Seperti Ayub, Yusuf. Hal yang ketiga, apa yang harus kubalas. Ay.12. ada niat saja sudah bagus, apa lagi bisa mewujudkan. Tetapi apa yang bisa kita lakukan tidak sebanding, yang penting kita sudah di dalam Tuhan. Terakhir, 15&16 menempatkan diri sebagai hamba. Namun, tidak semua yang ingin kita lakukan untuk Tuhan berkenan kepada Tuhan. Daud dalam pembangunan bait suci, salomo lah yang membangun.

§ Sama seperti orang tua yang telah memberikan segala sesuatu, tetapi sering kali kita tidak bisa membalas semua itu. Seprti tukang parkir, dia adalah orang yang paling kaya, ada BMW, Mercy di depannya, tetapi tidak bisa memilikinya. Apa yang diberikan Tuhan adalah suatu titipan yang harus kita jaga sebaik-baiknya, hanya dititipkan supaya diperlihara. Lakukan dengan setia, hikmat. Di sebelah rumah sedang ada yang membangun, ketika tidak ada majikan dia tidak bekerja, tetapi ketika majikan datang dia baru bekerja. Kedua, dia memang hobinya adalah nembok, yang ketiga, dia hanya ingin memberikan yang terbaik. Ini adalah orang yang benar-benar bekerja untuk yang terbaik. Kol 3:23 “perbuatlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia, yang terbaik.”

§ Setiap manusia akan merasakan rasa takut dalam dirinya, yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa takut akan kematian. Rasa takut akan kematian, tidak dapat dielakkan menajdi krisis hidup yang paling besar yang biasa dialami orang usia tengah baya, yang mengguncang seluruh segi kehidupannya. Takut mati adalah wajar karena dia memiliki tanggung jawab isteri, anak. Mazmur 116 merupakan mazmur yang mengungkapkan secara jujur perasaan tersebut. Pemazmur kemudian menggumulinya bersama Tuhan (ay.4,13,17.), dan akhirnya dia mendapat jawaban, tidak diketahui kegentaran akan kematian itu karena dia sendiri itu takut mati atau dia melihat kematian orang yang dikasihi. Dia mendapat jawaban bahwa hidup dan mati itu adalah anugerah Tuhan. Ternyata itu berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinya ay.16. dan sebagai ekspresi dari imannya ia mengucap syukur diulangi dalam ayat 14,18. Jika orang Kristen menemukan jawaban itu dia akan dihindarkan dari rasa takut akan kematian. Orang Kristen akan lebih bersyukur akan anugerah Tuhan.

§ Saya akan membawa jemaat kembali pada panggilan Tuhan. Keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan berarti dia ada di ruang tunggu, tapi di ruang kerja. Setiap kali orang percaya punya relasi yang baik dengan Tuhan, puncaknya adalah dia ingin menikmati bersama dengan Tuhan dan pasti punya kerinduan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Di eropa, gereja bisa mempengaruhi masyarakat. Tetapi gereja ditinggalkan Tuhan karena tidak mempengaruhi masyarakat. Tertapi di Asia, gereja disertai Tuhan tetapi tidak punya dampak bagi masyarakat.

§ Apa yang harus kubalas?
1. bersyukur senantiasa. Bersyukur adalah sesuatu yang gampang-gampang susah.
2. setia sampai akhir. Disini dikatakan, “berharga di mata Tuhan” frase ini berlawanan dengan kata “sia-sia”. Mati untuk negara mungkin hanya sebatas kata2 saja. Tetapi apa bila kita bandingkan dengan mati untuk Tuhan lain nilainya.
3. Rela berkorban.

§ Tuhan dikatakan baik karena 2 hal;
1. karena Tuhan memang baik: Tuhan meluputkan.
2. Tuhan baik karena siapa Dia. Pengertian seperti ini ada kalau hatinya telah disentuh oleh Tuhan. Sebenarnya tidak mungkin kita membalas apa yang Tuhan buat. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan :
i. mengangkat piala
ii. membayar nazar.
Rick warren said: salah satu metode penginjilan yang baik adalah kesaksian pribadi kita bagaimana Tuhan itu baik kepada kita.

§ 15 tahun lalu, saya menggumuli ayat ini dan ditantang oleh ayah saya, lalu saya bertanya: pih, bagaimana caranya membalas kebaikan Tuhan? Ambil secarik kertas dan tuliskan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Tapi ternyata, tidak cukup menulis kebaikan Tuhan dalam secarik kertas. Terus papih berkata, carilah apa yang bisa kamu balas untuk Tuhan, tapi kenyataannya tidak bisa saya balas. Jika demikian, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk Tuhan.

§ Saya melihat mazmur ini merupakan nyanyian personal. Apa yang harus kubalas?
1. hidup penuh ucapan syukur ay.12. mengapa pemazmur bersyukur? Karena pembebasan Tuhan dari berbagai marabahaya yang Tuhan kerjakan atas pribadi pemazmur. Menjadi alasan ucapan syukur.
2. Memiliki hati yang tetap setia kepada Tuhan. Ini adalah komitmen untuk hidup tetap setia dalam mengikut Tuhan meski hidup ini ada tantangan.
3. ay.12.13 menyaksikan karya penebusan Allah kepada orang yang tidak percaya supaya orang lain mengalami berkat Tuhan, keselamatan itu bukan kita nikmati sendiri tetapi kita bagikan kepada orang lain supaya orang lain juga mengalami keselamatan dari Tuhan.

§ Ada seorang pemikir dan usahawan terkenal: jika bintang muncul dalam sekali setahun pasti akan terkagum dan mengabadikan serta membagikan kepada keturunannya. Jika muncul setiap malam, maka kita cenderung untuk mengabaikannya. Mazmur 116 ini tergolong pengucapan syukur, dia mengutarakan ucapan terima kasihnya atas penyelamatan Tuhan atas dirinya. Dari mazmur ini terbagi dalam tiga bagian besar:
1. 1-4 mengingat kesedihan yang mendalam dalam hidup, namun dalam situasi demikian pemazmur mengatakan akan tetap setia kepada Tuhan. Kehidupan pemazmur tidak berbeda dengan kehidupan kita. Tetapi Dia tetap mengasihi kita.
2. 5-11 mengingat akan kasih karunia dan anugerah Allah, seperti “suatu bantal yang lembut” (penghiburan) dalam keadaan penderitaan.
3. 12-19 pengucapan sykur yang mendalam. Dengan suatu nazar atau janji, sebagai persembahan sykur, karena Tuhan begitu baik.

§ Orang ini diwawancari untuk menceritakan pengalaman mereka, George ... buku itu membahas pengalaman orang yang mati suri dan melalui pengalaman itu membuat orientasi hidup dia berubah, dari Near Death Experience menjadi Near God experience. Itulah yang sebenarnya terjadi dalam hidup pemazmur. Tetapi, kita tidak perlu menunggu Near Dead Experience melainkan jadikanlah setiap hari di dalam hidup kita menjadi pengalaman bergaul dengan Tuhan.

§ Untuk menghitung berkat itu bisa sulit atau mudah. Bagaimana seseorang dapat menghitung berkat Tuhan kalau orang itu tidak percaya kepada Tuhan, Tuhan itu baik, Tuhan itu memelihara, Tuhan itu mendengar, Tuhan itu sayang sama manusia. Tetapi kalau manusia itu percaya, dalam keadaan apapun, orang itu tetap dapat menghitung berkat Tuhan, kuncinya adalah percaya. Setelah percaya, baru dia dapat mengungkapkan syukur kepada Tuhan.

§ Ada dua kata kunci;
1. aku mengasihi Tuhan, itu adalah syema israel adalah ajaran taurat ajaran yahudi.
2. aku percaya, itu adalah suatu deklarasi kepada Tuhan.
3. Dari dua kata kunci itu muncul pertanyaan “bagaimana kubalas kebaikan Tuhan”?
i. mengangkat piala keselamatan atau korban syukur. Korban seperti ini adalah korban yang dipersiapkan oleh dirinya sendiri. John Calvin bukanlah mempersembahkan korban, karena sifatnya rohani maka ibadah yang rohani adalah mempersembahkan hidup kita.
ii. menyerukan nama Tuhan, dikaitkan dengan doa. Karena doa sebagai sentralitas ibadah kepada Tuhan. Doa adalah usaha untuk mendapatkan Tuhan sendiri, inilah yang menajdi kerinduan pemazmur. Tuhan adalah hidupku, matiku.
iii. membayar Nazar kepada Tuhan karena nazar adalah tanda kejujuran iman yang punya komitmen yang punya kesungguhan. Ini adalah tekad dari pemazmur Yang Allah tuntut dari kita adalah respon. Karl barth, mengatakan bahwa inti Alkitab “God love me cause the bible told me so.”

§ Bahasa Inggris sangat kaya, pemazmur bicara tentang dying bukan death. Sesuatu yang pada diri manusia yang secara natural adalah menakutkan. The art of dying, kaisar Tiongkok tahu bagaimana dia menghadapi kematian. Arkeolog berkesimpulan bahwa dia tahu bagaimana dia mempersiapkan kematian. Dalam the art of dying ada kasih, iman, pengharapan, self recognition, ada suatu pengenalan diri di hadapan Tuhan dan syukur. Di tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan.

§ “Menyerukan nama Tuhan” punya arti “hidup seperti Tuhan.” Tuhan dikatakan pengasih, penyayang. Tuhan itu baik, karena dia memang baik. Ketika dikatakan baik, artinya tidak terjebak fenomena perbuatan baik. Membayar nazar, harus merupakan sesuatu yang real dalam hidup kita. Kita harus mempersembahkan syukur, karena Tuhan itu sendiri konsisten. Itu semua dilakukan di hadapan semua umat, untuk meninggikan Tuhan. Mustahil kita melakukan semua itu jika Tuhan tidak mengkondisikannya.

§ Apa yang harus kubalas kepada Tuhan?
Pertama, Apa yang Tuhan kerjakan kita harus mengingatnya. Saya dan saudara mungkin pernah mengalami kejadian dying seperti halnya Daud. Kedua, menerima atau pengakuan atas kebaikan Tuhan, bukan sebagai suatu kebetulan. Ketiga, Merespon atas kebaikan Tuhan. Ay.9,10.11 menjadi bukti dia bisa berjalan dalam negeri orang hidup, banyak kejadian yang sederhana kita take it for granted, kita menganggap biasa saja. Dalam hal ini ada 7 hal:
1. Sikap sebagai hamba
2. Mengakui kebaikan Tuhan sebagai fakta bukan cuma sebagai atribut teologis
3. Menyatakan kasih kepada Tuhan
4. Dengan sumpah atau janji
5. Menyerukan nama Tuhan mengangkat piala keselamatan
6. Membayar nazarnya
7. Mempersembahkan korban

§ Mazmur 113-118 adalah himpunan mazmur pujian mazmur pujian disebut mazmur Halell. Biasa dinyanyikan pada hari-hari raya; paskah, pentakosta, dan pondok daun. Pada umumnya, lagu2 ini setahun 20 kali lebih karena merasa harus memberi pujian kepada Allah. Di dalam mazmur ini ada 30 kali mengungkapkan “aku” tetapi 1 x kata “kalian” itu berarti merupakan suatu kesaksian pribadi. Hidup kita menjadi bukti nyata kebaikan Tuhan. kekuatan terbesar kita bukan di mimbar tapi dalam hidup kita. Yang paling sulit adalah untuk memenangkan keluarga. Di dalam hal ini dia mempunyai tekad, aku mau 2 ay. 17-19 Itu mencakup :
berdoa
aku mau angkat cawan
aku mau berjalan sebagai orang benar
mempersembahkan yang indah

dalam kelima hal ini kita melihat dengan jelas :
i. aku mengasihi Allah. Dalam konsep PL semua anggap bahwa tuhan itu jauh. Tertapi penderitaan membawa kita dekat dengan Tuhan. Aku mengasihi engkau tidak pernah muncul dalam PL, ini akan mengajak jemaat untuk berkata kepada Tuhan “Tuhan aku cinta kepadaMu”
ii. membayar nazar dihadapan Tuhan. Dan aku akan memabayar nazar di hadapan umat. Ini bukan urusan pribadi tetapi menjadi kesaksian dan rahasia umum. Dengan demikian, lalu kalimatnya indah, 1 di depan Tuhan, di depan orang, berjalan di Yerusalem. Nazar ini juga dibayar di depan umum. Inilah pentingnya kebaktian keluarga. Ada satu hal indah. Aku akan angkat cawan, ada 4 macam:
a. angkat cawan untuk tidak diminum. Pertobatan tidak nyata, hanya bersaksi untuk mengagungkan diri sendiri.
b. angkat cawan untuk memberi minum, menjadi berkat.
c. Angkat cawan dan diminum bersama
d. angkat cawan sampai tidak satupun orang tidak kebagian. Susah sebelum orang lain susah, menjadi orang yang terakhir menikmati kebahagiaan. Disinilah mengapa dia bisa berkata demikian, karena dia bersikap sebagai hamba.

Aku lahir di rumah Tuhan, ayah seorang hamba, isteri seorang hamba, dan aku adalah anak seorang hamba, hamba dari seorang hamba. Artinya dia tidak dilahirkan dalam kesengsaraan, penderitaan tetapi doa dia didengar dan dia berjalan dalam jalan orang hidup, artinya setiap hari berjalan dalam bayang-bayang maut, tetapi Tuhan memperhatikan dia dan memberi dia hidup layak.