Jumat, 18 Mei 2012

KECIL BERTUMBUH, SEDERHANA NAMUN BERGUNA


KECIL BERTUMBUH, SEDERHANA NAMUN BERGUNA
Matius 13:31-35


Mat 13:31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
Mat 13:32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
Mat 13:33  Dan Ia menceritakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Mat 13:34  Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
Mat 13:35  Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."


A.       
Kerajaan Allah ingin dijelaskan dari yang kecil, yang nampaknya tidak berarti, dapat menjadi sesuatu yang berarti. Dalam menggunakan perumpamaan Tuhan Yesus menjelaskan dengan singkat, Kerajaan Sorga seperti biji sesawi dan seperti ragi. Banyak penafsir menyatakan bahwa perumpamaan ini serupa seperti perumpamaan dua sisi koin. Tafsiran pertama, yaitu bahwa pekerjaan menabur pada zaman Perjanjian Lama dikerjakan oleh pria, dan membuat roti dilakukan oleh wanita, jadi mengarah kepada hal kerajaan sorga soal pria dan wanita harus terlibat dalam kerajaan sorga. Tafsiran kedua, pada umumnya adalah kerajaan sorga mulai dari yang kecil. Biji sesawi ada 4 jenis, sinapris miga (berwarna hitam). Kerajaan sorga pola dari kecil sampai besar. Yesus dan murid-muridNya melayani dari nelayan menjadi para rasul yang berkembang dalam pelayanan. Ragi itu sedikit namun dapat mempengaruhi 3 sukat adonan , maka adonan dapat berkembang dan menjadi roti yang enak. Walaupun tidak nampak namun membawa dampak. Aplikasinya adalah sesederhana apapun jemaat, kita membawa untuk mereka dapat berdampak bagi pelayanan.


B.
Seorang Kristen dapat mempengaruhi banyak orang. Ragi 1:1000 dengan tepung, ragi masuk dalam tepung, sehingga kita pun harus masuk dalam kehidupan untuk dapat berdampak. Bagaimana dengan roti tidak beragi? Ragi dapat mengubah struktur dari tepung dalam molekul gula, menjadi mudah dicerna dan enak. Ragi dapat mengubah menjadi sesuatu yang lebih baik. Sebagai orang Kristen, kita dapat menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam kehidupan.

C.
Berkaitan dengan persiapan minggu penginjilan: ukuran bukan soal, tapi pertumbuhan yang penting. 1) Dahan pohon sesawi menjadi keras dan dapat menjadi sarang burung, potensi bertumbuh dapat menjadi besar. Cth: bom atom yang 4 ton, dapat menghancurkan satu kota.  2) Ukuran bukan soal, daya tarik penting. Biji sesawi hitam itu menjadi daya tarik makanan burung. Orang Kristen harus punya daya tarik. 3) ukuran bukan soal, tapi manfaat yang penting. 4) Ukuran bukan soal, tapi tranformasi dampak yang dihasilkan, adonan tidak berubah, namun ketika diberikan ragi maka dapat berkembang. (ragi dapat mempengaruhi 3 sukat = 27 atau 30 kilo). Minoritas bukan berarti tidak berpengaruh.

D.
Sebelumnya dijelaskan perumpamaan ilalang dan gandum, ilalang dan gandum digambarkan sebagai anak Tuhan dan anak si jahat yang bersama-sama bertumbuh. Meskipun bersama-sama bertumbuh, kecil atau minoritas harus memberikan dampak dan semakin besar. Sebagai anak Tuhan kita bertumbuh dan berjuang bersama-sama juga, diantaranya ada orang yang tidak kenal Tuhan, namun pertanyaannya adalah apakah kita sudah memberikan dampak bagi pelayanan.

E.
Fokus pada ayat 31-32. Biji bukan biji yang terkecil dari biji di dunia, namun merupakan biji yang terkecil yang hari itu ditaburkan di Palestina. 1) Biji sepertinya tak berarti, namun biji istimewa, karena ada kehidupan. Kecil, hidup, menimbulkan pergerakan. 2) Biji itu dipersiapkan untuk menjadi tempat burung bersarang, memiliki tujuan khusus. 3) Biji di tabur di ladang, menerima perhatian khusus, dijaga, dilindung, dituntun untuk mencapai tujuan. 4) Biji dapat memberikan dampak yang besar jika berani ditanam menjalani proses, bertumbuh dan menghadapi tekanan di sekitarnya.
Aplikasi:
1)      Ketika Tuhan Yesus membimbing murid-muridnya, dimulai dari kelompok yang kecil di sekitarnya, orang-orang yang penuh dengan kelemahan bahkan memiliki iman kecil, orang-orang yang tidak terpandang, namun orang-orang ini berani dipanggil keluar dari dunia dan berani diutus ke dalam dunia.
2)      Biji itu kecil namun berdampak. Keselamatan diberikan sehingga dapat menjadi panutan konsep hidup orang2 percaya. Gereja harus dapat menjadi petunjuk arah apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam dinamika kehidupan.
3)      Anak-anak Tuhan diutus dalam pengawasan Tuhan, tantangan pasti ada, namun itu resiko dari pelayanan.
4)      Biji harus berani di tanam, setiap yang mengamini Kristus harus berani hidup tertanam dan menjalani proses menjadi semakin besar dan berdampak.  Biji itu kecil namun kalau berani dibentuk oleh Tuhan, maka akan sangat berdampak dalam kehidupan.

Jangan menganggap remeh/rendah anugerah keselamatan yang Tuhan berikan, namun juga jangan terlalu sombong, harus menaklukan diri menjadi seorang murid yang taat.


F.
Kita tidak mengetahui cara Allah, yang berfokus pada Roh Tuhan dan bukan diri sendiri. Orang yang mengerti baru dapat bertumbuh (dalam tanah yang baik, pengertian itu diberikan oleh Roh Kudus itu sendiri). Banyak orang Kristen mengira sudah mengerti, sebenarnya belum.  Semangat kekristenan adalah mati atas diri sendiri dan membiarkan Tuhan berkarya.

G.
Ada yang lebih penting dari biji sesawi, yaitu adalah Kerajaan Allah.

H.
Roma 14:17 menekankan definisi Kerajaan Allah. Kerajaan yang dipimpin oleh Allah, mengenai kebenaran. Yoh 14:6, Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup. Kerajaan Allah adalah berita tentang Kristus itu sendiri, dan yang dipimpin oleh Kristus. Kerajaan Allah memberikan damai sejahtera dan sukacita surgawi (Gal. 5:22)

I.
Bagian ini menggambarkan suatu kenyataan dalam kerajaan Allah, khususnya gereja sebagai bagian kerajaan Allah. Seluruh sejarah umum menyimpulkan bahwa mengapa orang-orang Galilea menjadi orang yang menaklukan dunia. Orang Galilea itu stereotipe orang rendahan, tidak ada kebanggaan. Namun ketika Romawi runtuh, kekristenan berdiri dan berkembang. Secara kalkulasi yang dihitung dalam kekristenan abad pertama, tidak ada fasilitas, tidak ada finansial, tidak ada kekuatan yang mendukung. Namun natur dari kerajaan Allah harus berkembang, tanpa gereja, tanpa dukungan apapun, harus berkembang. Kerajaan Allah termasuk gereja di dalamnya, pemerintahan di dalam Kristus akan terus dinyatakan dan berdampak. Dari keduabelas murid Yesus, ada 11 orang Galilea, artinya orang-orang yang dianggap kecil, lemah, nelayan, namun dari orang-orang kecil mereka menaklukan dunia.   

J.
Sesuatu yang kecil jangan diabaikan karena Tuhan dapat bekerja dengan luar biasa.

Pertanyaan Refleksi (Kesimpulan: Pdt. Hendra Rey)
Apakah yang kita kerjakan bertumbuh?
Apakah yang kita berikan untuk sekitar kita?
Yang sedikit diserahkan ke tangan Tuhan, Tuhan dapat memberikan pengaruh yang luar biasa.
·         Jika memulai pelayanan, mulailah dengan yang kecil. Disitulah mental kita bertumbuh.
·         Jika melayani, tidak perlu kelihatan menonjol namun pengaruhnya besar. 


K.
Di dalam Matius 13:31-35, Tuhan Yesus mengajarkan soal Kerajaan Allah dengan perumpamaan biji sesawi dan ragi. Mengapa Dia memberikan perumpamaan? Tujuannya adalah untuk memperjelas isi pengajaran-Nya khususnya bagi para murid-Nya. Selain itu, Dia hendak menyembunyikan kebenaran soal kerajaan sorga bagi mereka yang tidak percaya dan menolak kebenaran. Apakah makna dari perumpamaan Yesus tentang biji sesawi dan ragi itu?
1.   Kerajaan Allah itu dimulai dari hal yang kecil yang tidak terlihat, tetapi itu terus bertumbuh dan berkembang ke luar menjadi besar (outward growth). Iman itu memang tidak terlihat tetapi jangan lupa bahwa Tuhan Yesus menginginkan Kerajaan Allah itu haruslah menjadi suatu tanda yang sangat nyata bagi dunia. Artinya iman yang kecil, yang tidak terlihat itu, haruslah terlihat dari perbuatan-perbuatan kita sehingga kerajaan-Nya menjadi nyata. Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah garam dan terang dunia dan melalui perbuatan kita yang baik maka nama Allah dipermuliakan (Mat. 5:13-16). Karena itu, mari kita bersaksi dan beritakan Injil agar kerajaan Allah semakin bertambah luas menguasai hati semua manusia yang beriman dan bertobat.
2.   Kerajaan Allah itu bertumbuh dari dalam menuju keluar (inward growth). Iman kita harus bertumbuh dari dalam orang percaya dan pertumbuhan itu dapat terjadi jika kita rajin, tekun membaca firman, merenungkan Firman dan melakukan Firman Tuhan (Mzm. 1:2-3; Yos. 1:6-8; Rm. 10:17; bdk. 1Ptr. 2:2). Kita sebagai orang beriman tidak boleh memisahkan diri dari orang-orang yang tidak percaya, Karena justru kita ini diharapkan menjadi ragi yang menghamilkan adonan dunia yang bengkok, berdosa dan terbalik ini. Selamat menjadi tanda nyata Kerajaan Allah bagi semua orang.


L.
Perumpamaan hari ini ingin mengajarkan kepada kita semua apa artinya menjadi warga negara kerajaan Sorga. Hal-hal yang bisa kita amati adalah kemiripan dari bentuk dua macam biji ini, biji sesawi dan ragi, kedua-duanya begitu kecil, sederhana, remeh, akan tetapi begitu ditebarkan, dimasukkan ke dalam tepung terigu, mulai memberi pengaruh. Meski kecil, tapi pengaruhnya sangat besar. Hal-hal yang kecil di dalam hidup kita, apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, seringkali kerajaan Sorga dinyatakan. Sepertinya tidak kelihatan, begitu remeh, seperti biji sesawi yang bentuknya hampir tidak kelihatan oleh mata, akan tetapi begitu dia tumbuh, dia akan tumbuh besar menjadi pohon yang paling besar.

M.
Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk melihat suatu pergumulan yang sangat berat, yakni hidup menjadi seorang Kristen bukanlah sesuatu yang sifatnya besar di titik pertama, namun  dimulai dari sesuatu yang kecil. Sebagai contoh dapat kita temukan pada biji sesawi yang memiliki ukuran paling kecil dari antara aneka ragam bibit tumbuh-tumbuhan di bumi, yang meskipun awalnya itu kecil, tapi bisa menghasilkan sebuah pohon yang besar. Demikianpun halnya dengan ragi. Ketika ragi bercampur dengan adonan kue atau roti maka, sulit untuk melihatnya tapi kita dapat melihat dan merasakan adanya ragi di akhir proses memasak adonan tersebut. Dari sini, Tuhan Yesus mau mengajarkan bahwa KeKristenan itu harus dimulai dari hal yang kecil, sederhana dan penuh kerendahan hati. Yesus memulai pelayanan-Nya di dunia ini melalui hal-hal yang sederhana dan kecil (jumlah murid yang kecil/ sedikit), tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Dari proses awal yang kecil  Inilah keselamatan yang besar terlaksana untuk kita. Inilah cara kerja Kerajaan Sorga.

Jumat, 11 Mei 2012

Beautiful Women -Mother’s Day- (I Petrus 3:1-6)

PENDAHULUAN Peringatan Mother’s Day dirayakan hampir diseluruh dunia … tetapi dengan waktu yang beragam,…. Sebenarnya di Indonesia dirayakan tgl 22 Desember … di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, peringatan Mother’s day diperingati bulan Maret …. Tetapi di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, dan lain-lain.. peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei … karena pada tahun 1870, seorang aktivis sosial di Amerika yang bernama … Julia Ward Howe … memproklamasikan “Mother’s Day --- hari ibu” … Tahun 1869, John Stuart Mill mempublikasikan “Perempuan sebagai Subyek” … publikasi yang bergerak dari Eropa ke Amerika … apakah ini menandai kelahiran feminism gelombang pertama? … Kalau feminimisme untuk memperjuangkan kesetaraan dalam politik, pekerjaan, hak-hak hidup itu harus didukung … tetapi kalau arahnya kepada Teologi Feminim itu harus diwaspadai …. ----000------- Stimulus dengan mengambil prinsip-prinsip Firman Allah yang ada pada teks… dan menyebrangkan prinsip-prinsip Firman Allah itu pada konteks sekarang … Penulisan teks 1 Petrus ini ditujukan kepada orang-orang pendatang yang tersebar diseluruh propinsi Asia kecil …beberapa diantara mereka adalah orang bertobat yang menanggapi khotbah Petrus pada hari Pentakosta dan yang telah kembali ke kota mereka masing-masing … dan banyak diantara mereka yang Istrinya sudah bertobat tetapi suami belum bertobat Tetapi, Petrus menasehatkan agar para Istri itu tunduk (prinsip) … kepada suami … tunduk bukan menanduk .. karena Istri adalah penolong … bukan perongrong atau penodong … tetapi penolong … Istri harus bertindak menuntun suami yang belum bertobat dengan berkelakuan yang saleh (prinsip) bukan dengan kata-kata … (tidak sedikit ibu-ibu yang bersemangat ingin memenangkan suaminya sampai kalau bicara itu seperti … senapan mesin … ratatatata)… si suami bukan TOBAT malah tambah KUMAT…. Juga Petrus menasehatkan agar jangan memakai perhiasan secara berlebihan … (pada waktu itu kepang-kepang itu diikat oleh Emas … itu jadi satu kebanggan dan tanda bahwa seberapa kayanya dia) …. (kalau sudah pamer itu pasti ada yang iri) .. (jangan Pamer itu adalah prinsip) Jelas kalau meneliti Teks ini … bahwa istri itu harus … inner beauty … percakapan … bill Clinton dan Hillary … Apakah benar … dibalik kesuksesan Pria ada seorang wanita yang hebat? -----------000----------------- ….. sebenarnya Petrus merujuk setiap wanita kristiani itu berlaku seperti Sarah yang taat kepada Abraham …. Dalam buku “arti dan makna keberadaan” … dijelaskan bahwa kedudukan wanita dalam kebudayaan babilonia 1775 Bc.. dimana Abraham hidup pada jaman itu ( 1800 BC) … dan berlaku hukum kode Hamurabbi … dan menurut kode Hamurabbi tidak ada indikasi wanita direndahkan oleh masyarakat … bahkan Janda dan pendeta wanita yang tidak menikahpun mendapat kebebasan dan hak hukum istimewa daripada wanita biasa dalam masyarakat … A. Beautiful Woman tergantung sudut pandang ketika melihat makna ini, biasanya secara lahiriah dan rohani. Mana yang lebih baik? Semuanya baik, karena Tuhan menciptakan dua-duanya. Namun Tuhan memberikan kemampuan kepada wanita untuk merias diri. Apakah Petrus anti dengan kecantikan?? Tidak, sebab latar belakang surat ini, Rasul Petrus melawan spirit zaman yang hanya mementingkan lahiriah semata. Bagaimana menjadi beautiful woman? Pertama, dalam keluarga, menempatkan suami yang pertama (hormat, respek, menghargai). Kedua, berhubungan dengan diri sendiri, dimana keindahan yang sejati itu bukan yang nampak. Kecantikan yang sesungguhnya adalah ketika hati kita hormat kepada Tuhan dan berhiaskan kekudusan. B. Ayat 3 dan 4, Lahirian dan Batiniah. Pada saat itu, kedudukan wanita sudah menanjak. Dalam budaya Yahudi kedudukan wanita tidaklah terlalu rendah. Kita bisa melihatnya dalam hubungan Sarah dan Abraham, dimana peran Sara dalam keluarga tidaklah kecil. Bahkan Abraham bisa taat kepada Sara. Mengapa pada bagian ini Petrus menyinggung untuk tidak mengutamakan perhiasan lahiriah? Sebab perhiasan yang dikenakan itu ingin dinilai oleh orang lain. Bagi suami, yang menghargai istri tidak lagi dinilai melalui penampilan lahiriah tapi karena kemurnian dan kesalehan istrinya. C. Memulai dengan mengemukakan kecantikan wanita, bahkan kecantikan seorang Mama. Bagaimanapun keadaan Mama mereka saat ini, namun tidak perlu dibandingkan, melainkan bersyukurlah kepada Tuhan karena Mama kandungnya yang telah mengandung dan membesarkannya. Remaja juga harus berani untuk mengekspresikan cinta kasihnya kepada Mamanya. D. Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Seringkali banyak orang yang melihat bahwa tugas seorang ibu lebih mudah dibandingkan dengan seorang pria. Pada bagian ini, Petrus menekankan mengenai perhiasan yang bisa dilihat orang?? Tapi berapa banyak seorang wanita mengurus keluarga, mementingkan kerohanian anak, jalan-jalan (shoping)?? E. Usia remaja adalah masa dimana mereka tidak begitu cocok dengan orang tuanya. Namun perlu ditekankan bahwa meskipun ibu kita memiliki kekurangan dan kelemahan tapi harus disyukuri sebab Tuhan menganugerahkan seorang ibu yang cocok untuk dirinya. F. Apa itu cantik? Setiap wanita mendambakan kecantikan, makanya banyak klinik kecantikan. Petrus tidak alergi dengan kecantikan (lih. Amsal 31), tapi ia ingin menekankan bahwa wanita yang cantik adalah wanita yang takut akan Tuhan yang menghormati Tuhan dan memiliki kecantikan batiniah dan karakter yang terpancar dalam sikap dan perilakunya (tunduk kepada suaminya). Bagaimana seorang istri dapat menjaga batiniahnya agar tetap cantik secara batiniah? Menjaga kesalehan hidup, kerohaniannya dihadapan Tuhan. G. Petrus ingin berbicara mengenai istri dan ibu yang menjadi kesaksian dan berkat. Dimana membatasi diri, membawa diri dan memperindah diri bukan hanya lahiriah saja tapi juga batiniah. H. Wanita itu seperti cermin, bila Anda memperhatikan cermin itu maka hidup akan menjadi rapi, dan baik, sebaliknya akan menjadi berantakan dan tak terurus. Perikop ini berbicara tentang teladan hidup. Semenjak pernikahan seringkali yang terjadi dalam rumah tangga adalah pemanfaatan, dan sebagainya, seharusnya bertanya kepada istri, bagaimana cara untuk mengasihinya. I. Kecantikan selalu menjadi kedambaan kaum wanita, banyak wanita berupaya dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan kencantikan. Bahkan, mereka rela mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan kecantikan. Krisdayanti pada masa kepopulerannya dikabarkan, mengeluarkan budget 75 juta perbulan untuk perawatan di salon-salon kecantikan. Banyak kaum hawa mengejar kecantikan dari sisi luarnya saja tetapi tidak membangun kecantikan dari sisi dalam dirinya. Sehingga, cukup banyak kaum hawa yang berparas cantik secara penampilan tetapi sangat buruk dari sisi karakter atau sikap. Firman Allah, mengingatkan kepada kaum wanita agar tidak membangun kecantikannya dari sisi penampilan (lahiriah) tetapi dari sisi batiniah. Sebab sisi lahiriah bisa menipu (tidak ada kejujuran) tetapi sisi batiniah bisa memberikan kehomatan bagi suami serta kemuliaan bagi Allah. Dalam peringatan hari ibu international kali ini, sekali lagi diingatkan para wanita kristen untuk menjadi wanita yang saleh dalam kerohanian serta membangun sikap dan karakter yang berkenan bagi Allah serta menghormati suami. Sehingga kaum wanita menjadi berkat bagi suami dan keluarganya. J. Tindakan (tingkah laku) bisa berbicara lebih keras dari pada perkataan, namun seringkali wanita berbicara lebih keras daripada tindakan. Momen hari ibu ini penting sekali para ibu intropeksi diri “apakah hidupku mempengaruhi suami dan anak-anakku” sehingga kehidupan mereka lebih bahagia dan hidup dalam kebenaran. Seorang hamba Tuhan pernah berkata; kalau suami adalah kepala keluarga maka istri adalah “leher”; karena dengan leher yang berfungsi dengan baik maka kepala dapat rileks dan melakukan semua dengan baik. K. Pada event the mother’s day ini kita berbiacara tentang kecantikan para wanita, khususnya para istri Kristen. Perikop 1 Petrus 3:1-6 ini sangat kontekstual berbicara tentang Christian conduct as wives. Kecantikan seorang wanita Kristen tidak mutlak diukur dari penampilan luar (outer beauty), seperti kecantikan fisik, wajah, rambut, perhiasan yang mewah dan mahal, dll. Tetapi kecantikan yang terpancar keluar dari dalam (inner beauty). Namun hari ini justru yang ditonjolkan para wanita Kristen adalah outer beauty-nya, bukan inner beauty. Bagaimana dengan anda sebagai istri Kristen? Kecantikan apa yang anda tonjolkan dari hidupmu? Apakah kecantikan batiniah yang harus dimiliki setiap wanita Kristen supaya hidupnya menjadi berkat? 1. Dia memiliki sikap tunduk dan hormat kepada suaminya (ay. 1,5,6; Ef. 5:22; Kol. 3:18). Petrus menegaskan kecantikan batiniah seorang istri yaitu memiliki jiwa yang mau tunduk dan hormat kepada suaminya. “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu,….” (1Ptr. 3:1; bdk. Ayat 5 dan 6). Hidup di zaman posmo ini, pertanyaan yang mesti dijawab setiap istri/wanita Kristen adalah: jika anda lebih pintar, lebih kaya, lebih hebat, lebih terkena, lebih terpakai dalam masyarakat dibandingkan dengan suamimu, masihkah ada rasa hormat dan tunduk kepada suami? Petrus selanjutnya mengangkat perilaku Sara istri Abraham sebagai teladan dalam hal ketaatan dan kehormatan kepada suaminya. 2. Dia memiliki sikap yang lemah lembut dan penuh kasih mesra (ay. 4a). Manusia batiniah berikutnya yang harus dimiliki istri Kristen adalah berupa sikap yang lemah lembut (a meek). Para istri Kristen lebih mudah bersikap lemah lembut kepada suami yang baik, sabar, mengasihi, bertanggung jawab dalam keluarg, dll. Namun pertanyaan yang harus dijawab ialah: Bagaimana sikap anda terhadap suami yang kurang dan tidak baik sikapnya (mis. yang pemarah, pemabuk, penjudi, malas, tidak bertanggung jawab, dll), apakah anda masih menunjukkan sikap mengasihi dan lemah lembut melayani suami anda? 3. Dia memiliki jiwa yang tenang dan sabar (ay. 4b). Manusia batiniah yang terakhir yang harus dimiliki istri Kristen adalah memiliki jiwa yang tenang dan sabar (and quiet spirit). Sikap tenang dan sabar harus diimplementasikan setiap wanita Kristen whenever and wherever, agar suami yang belum percaya dapat dimenangkan dan Kristus dimuliakan. Amin. L. Kalau lihat konteks ini mereka tinggal di Asia kecil. Petrus memberikan pengajaran khusus bagi kehidupan suami istri. Ternyata pada waktu itu budaya bahwa kalau wanita menikah dengan pria berkewargaan Romawi maka mereka mempunyai hak lebih dari pada yang menikah dengan orang non Romawi. Beberapa hal yang penting bagi istri: 1. Action ay 1-2 perlu menonjolkan tentang tindakan. 2. Addorment ay 3 Petrus menekankan tentang inner beauty 3. Atitude ay 4 sikap dalam hidup 4. Attention ay 5-6 Perhatian Beberapa hal bagi para suami: 1. Live with Your wife Ay 7 Hiduplah bijaksana dengan istri (relationship) 2. Know Your Wife (Kenalilah istrimu) 3. Honor your wife (hormatilah istrimu) M. Bagian ini ditulis oleh Petrus kepada para wanita. Pada umumnya jumlah wanita lebih dominan wanita di Gereja. Petrus ingin ada keseimbangan antar pria dan wanita. Maka ia menasehati agar mereka saling mempengaruhi dalam hal-hal indah. I Timotius 2:9-11; Titus 2:4 . N. 1. Teladan KRistus sebagai dasar. Ay 1 – “demikian” psl 2:1-22 sama dengan Kristus yang tunduk demikian juga suami istri harus tunduk. 2. Istri harus tunduk. a. Tunduk adalah suatu keharusan, bukan berarti istri dianggap lebih rendah, tetapi merupakan teman pewaris. Berhubungan dengan tata tertib dn wewenang karena Allah menetapkan sebagai ordo wewenang itu. Kristus tunduk kepada Allah, istri tunduk kepada suami. b. Tunduklah adalah satu kesempatan untuk memenangkan suami yang belum percaya kepada Kristus. Tuhan menggunakan ini sebagai suatu hal rohani untuk memenangkan jiwa. c. Tunduk adalah suatu perhiasan bathiniah, jangan focus pada perhiasan duniawi. Namun bukan berarti perempuan Kristen mengabaikan dirinya. 3. Nasihat bagi para suami. Untuk selalu memberikan perhatian kepada istri. Mengenal suasana hati, perasaan dan kebutuhan dari istrinya. O. Dunia modern itu mementingkan perform, penampilan dan bungkusnya. Tetapi sejak zaman dulu perempuan telah mengenakan dandanan yang mahal dan serba wah. Tuhan mau supaya manusia mengadakan perubahan dalam hati manusia. Seperti Tuhan Yesus mengecam para ahli Taurat. Mat 23:27. I Sam 16:7 Tuhan berkata “jangan melihat apa yang dilihat manusia karena Tuhan melihat hatinya” Penekanan ini Agar para istri2 memenangkan suami lewat kesalehan hidupnya. Melalui surat ini juga Petrus memperhadapkan satu situasi sulit: 1. Perempuan sama sekali tidak punya hak 2. Kalau istri percaya tetapi suaminya tidak percaya maka ia bisa diceraikan 3. Istri pada zaman itu tidak punya hak. Dalam kondisi yg sulit maka Petrus menasihatkan para istri untuk tetap bertahan dalam situasi sulitpun untuk tinggal bersama suami kafirnya selama ia tidak diceraikan dan memangkan suaminya bagi KRistus. P. 1. Indah itu bukan hanya dari luar tetapi dari dalam karena itulah keindahan yang sejati. 2. Pengaruh istri terhadap kesuksesan suaminya sangat besar: a. Ay 1-2 respek terhadap suaminya karena seorang istri memiliki kedekatannya dengan Tuhan. Respek dapat memenangkan suami yang jahat. b. Memiliki kecantikan yang bathiniah, roh yang lemah lembut dan tentram. Keteguhan diri yang tidak dipengaruhi oleh apapun juga. c. Memiliki pengharapan yang teguh kepada Allah. Bukan hanya dalam perkataan dan itu Nampak dalam kesehariannya. Yang mendatangkan ketenangan bagi seorang istri. Karena respect adalah nilai diri. Q. Petrus tidak menentang perempan untuk berdandan tetapi yang berlebihan itu yang tidak benar. Ia menasehati agar jangan memperhatikan penampilan luar saja tetapi bathiniah. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh perempuan: 1. Hidup murni/tulus ikhlas dan saleh ay 1-2 2. Perlu memperhatikan perhiasan2 bathiniah bukan hanya lahiriah ay 3-4 3. Perlu mencontohi perempuan PL dalam ibadah ay 5-6 R. Seorang perempuan sebagai istri diberikan perintahkan untuk tunduk kepada suaminya. Tujuan tunduk itu adalah untuk memenangkan suaminya bagi Kristus. Memenangkan suami : 1. Melalui kelakuannya bukan melalui perkataan 2. Melalui kemurnian dan kesalehan hidupnya 3. Melalui perhiasan batiniah yaitu lemah lembut dan tentram Bila ada suami yang terus jahat terhadap istrinya, Firman Tuhan mengajarkan agar seorang istri tetap hidup menghormati dan berharap untunk memenangkan suaminya. Ia melakukan semua ini bukan karena suaminya tetapi karena ia tahu bahwa itu berharga di mata Allah dan Allah merupakan pengharapan yang sejati ditengah-tengah ketiadaan harapan tersebut. S. Pada dasarnya, penampilan memang penting bagi seorang wanita. Terlihat rapi, cantik dan menarik, tetapi yang terpenting adalah karakteristik seorang wanita karena, kecantikan yang berasal dari kemurnian hati dan jiwa, lebihmuda menjadi pusat kekaguman banyak orang. Kecantikan seorang wanita berasal dari panduan dari berbagai karakteristik yang indah misalnya; sikap, etika, sopan santun, kemandirian, kecerdasan, humor, kemampuan bersosialisasi, kepekaan dan kasih sayang, religious, hidup benar dan lain sebagainya. Satu hal penting untuk diperhatikan bahwa, kecantikan itu terpancar dari dalam hati yang damai. Aura kecantikan tidak dapat timbul dari dalam jiwa yang kosong dan hampa, tetapi hati yang damai tidak dapat tergantikan oleh kekayaan, kemolekan tubuh dan wajah, ketenaran, posisi dan lain sebagainya. Bersyukur dan beribadah/ melayani Tuhan merupakan aktifitas yang sangat menjanjikan untuk seorang wanita di dalam menjalankan aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari. T. Kecantikan diri adalah idaman setiap kaum perempuan di muka bumi ini. Itulah sebabnya, untuk memperoleh kecantikan diri tersebut, rata-rata kaum perempuan rela merogoh kocek dan membayar berapapun harganya. Sebagian besar alasan yang mendorong kaum perempuan rela melakukan perawatan diri tersebut adalah agar terlihat cantik, manis dan mempesona. Nah…., bagi para gadis, hal ini dilakukan agar bisa menjadi pusat perhatian bagi kaum lelaki pujaan hatinya.Tapi bagi kaum Ibu, biasanya hal tersebut dilakukan agar bisa semakin diperhatikan, semakin disayang dan dicinta isuami. Ironisnya; semakin tubuh atau wajah mereka dipoles, semakin saja perasaan kurang menghantui kaum Hawa ini, sehingga sampailah mereka pada titik kejenuhan dan frustasi dalam hal mempertahankan kecantikan diri mereka karena, kenyataannya suami dan anak-anaknya melihatnya sebagai orang yang aneh. Pada dasarnya, kecantikan sejati seorang perempuan itu bukanlah terletak pada sisilah lahiriah (outer beauty), tetapi justru dari sosok terdalam sang perempuan tersebut (inner beauty). Meskipun kecantikan lahiriah itu penting, tapi ia tak mampu menandingi kecantikan batiniah, yakni kecantikan sejati seorang perempuan karena, kecantikan yang direduksir pada kecantikan lahiriah semata tidakakan bertahan lama. Semua kemolekan dan kemulusan tubuh, 1001 pesona cantik wajah akan sirnah ditelan waktu. Tidaklah demikian dengan kecantiakan dari dalam yang termanifestasi melalui sikap dan karakter yang penuh kesabaran, keramahan, kelemahlembutan, kemurnian dan lain sebagainya. Inilah yang akan memperkuat kehadiran seorang perempuan di tempat di mana ia berada. Kehadirannya akan sungguh terasa berbeda bahkan berdampak bagian akan anaknya, suaminya, keluarga besarnya bahkan lingkungannya.

Jumat, 04 Mei 2012

RESPEK MAKIN LANGKA (1 Tesalonika 5:12-15)

A. Tujuan : Mengajar Jemaat bagaimana bersikap respek dalam berelasi dan bergereja, khususnya terhadap para pelayan-pelayan Tuhan PENDAHULUAN Bila kita melihat pada bagian sebelumnya, Rasul Paulus menjelaskan mengenai kedatangan Tuhan (4:13-18). Namun tidak ada seorang pun yang tahu apakah Tuhan akan kembali hari ini atau di masa depan yang jauh. Karena itu rasul Paulus pada bagian-bagian berikutnya mengajar jemaat Kristen di Tesalonika untuk hidup berjaga-jaga sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Salah satunya adalah pada bagian ini, di mana Jemaat di Tesalonika diajak oleh Rasul Paulus untuk selalu menghormati pemimpin mereka yang bekerja keras dalam pekerjaan Tuhan (12-13a). Para pemimpin dalam pekerjaan Tuhan mungkin adalah para penatua, yang memegang posisi kepemimpinan dan tanggung jawab agar semuanya berfungsi dengan lancar. Dimana tua-tua gereja bertugas memberikan pengawasan, perlindungan, disiplin, pengajaran, dan arah untuk orang percaya lainnya. Inilah alasan mengapa para pemimpin gereja perlu kita hormati. Hal ini jugalah yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada Timotius dalam 1 Timotius 5:17, “penatua-penatua yang baik kepemimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” Para pemimpin ini dihormati bukan karena rasa takut, tapi dengan cinta. Para pemimpin ini harus dihormati dan dicintai, bukan dengan rasa takut dan juga bukan hanya karena posisi dan tanggung jawab mereka. Tapi karena dedikasi pekerjaan atau pelayanan yang mereka lakukan. Ketika orang beriman menghormati para pemimpin, dan bergabung dalam kerajaan Allah, maka gereja akan bertumbuh. Perintah “menghormati pemimpin” ini muncul mungkin karena kekhawatiran Paulus mengenai kurangnya rasa hormat orang Kristen terhadap para pemimpin mereka. Kalau kita membaca buku “Pendetaku seperti Superman,” di sana dikatakan: Jika ia berusia muda, ia dianggap kurang berpengalaman; namun jika rambutnya telah memutih, ia dianggap terlalu tua bagi kaum muda. Jika ia dikaruniai lima atau enam anak, ia dianggap tidak tahu diri; namun jika ia tidak punya anak, ia dianggap memberi teladan yang buruk. Jika ia berkhotbah dengan catatan, maka dicap kurang persiapan namun jika ia tidak memakai catatan ia dianggap tidak persiapan. Jika ia memakai terlalu banyak Ilustrasi dalam khotbahnya, ia dianggap mengabaikan Alkitab; namun jika ia tidak memasukkan kisah nyata dalam khotbahnya, maka jemaat akan bingung dan tidak mengerti. Bagi Jemaat, pendeta yang ideal adalah: Ia harus seorang yang mengerti Mandarin, terutama mereka yang melayani di gereja berbahasa Mandarin. Ia harus fasih berbicara supaya kaum muda dapat merasa tertarik dan mengerti khotbahnya. Ia harus seorang yang mendalami Alkitab dengan sungguh-sungguh, penuh semangat dan kasih. Ia harus memiliki kepribadian yang menarik dan dan enak dipandang, supaya kalau khotbahnya membuat ngantuk, jemaat masih terhibur melihat kecantikan dan ketampanan hamba Tuhannya. BISS, tanpa melalui buku ini pun, kita menyadari bahwa kehidupan seorang hamba Tuhan begitu disorot dan seringkali menjadi sasaran kritikan jemaat. Tapi biasanya kritikan itu akan hilang ketika jemaat melihat dedikasi, kerendahan hati dan kelembutan kita di dalam pelayanan dan menghadapi jemaat. Namun yang patut kita renungkan melalui bagian Firman Tuhan ini adalah mengapa banyak jemaat saat ini yang kurang memberikan penghormatan kepada pemimpin jemaat? Dan bagaimana kita sebagai pemimpin-pemimpin jemaat menyikapi hal tersebut? B. Penghormatan bukan hanya karena yang ada di luar orang tersebut, tetapi juga karena yang ada di dalam diri seseorang. Harus ada integritas, karena ketika seseorang respek ada syarat untuk dipenuhi untuk seseorang dapat respek. C. Orang akan respek ketika seseorang bekerja keras, bekerja keras melakukan firman Tuhan, menjadi teladan. Orang yang tidak menghormati hamba Tuhan, biasanya hidupnya tidak diberkati. Tuntutan jemaat terhadap hamba Tuhan sangat tinggi sekali. Paulus ingin membawa jemaat bahwa sekalipun hamba Tuhan tidak sempurna, namun tetap harus dihormati. Kita perlu menjaga diri kita, namun jangan sampai menyenangkan manusia. D. Yang paling penting bagaimana jemaat menghormati kita, tetapi kita bagaimana kita saling menghormati. Roma 12:10, tujuan saling menghormati agar membangun suasana jemaat yang kondusif. Supaya dalam gereja ada suasana yang kondusif, menggairahkan jemaat untuk beribadah. Jika daa seseorang yang tidak respek, mereka perlu ditegor. Sebagai pemimpin harus memiliki kesabaran. Usahakanlah senantiasa yang baik terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. Gereja membutuhkan keteladanan dari pemimpin. E. Hormatilah mereka, dalam terjemahan aslinya adalah “your leader”, pemimpin ada di mana-mana, bukan hanya ada di gereja, tetapi juga ada di rumah tangga, dll. Seringkali seseorang respek kepada orang yang kaya, punya kuasa, dll. Paulus mencoba membangun respek di dalam konteks yang luar biasa. Ketika kita hidup, bagaimana kita hidup dihadapan Tuhan. Ketika kita hidup di hadapan Tuhan, respek itu akan muncul, orang yang hidup di hadapan Tuhan pasti dia akan: 1. Bekerja keras (memiliki etos kerja melebihi pekerja-pekerja biasa), 2. Hidup benar 3. Menghibur hati yang tawar 4. Mengusahakan yang baik (ay. 15)  berhubungan dengan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. F. Respek bisa datang dari diri hamba Tuhan sendiri, jemaat, dll. Berdasarkan nats ini respek bisa muncul dari beberapa hal. Saling menasihati, saling membangun, saling menghormati yang bekerja keras, saling menegur, saling menghibur, dll. Bagaimana kita membawa diri, sehingga itu bisa membawa respek dari orang lain. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu, kita harus menyenangkan hati Tuhan bukan menyenangkan manusia. Jangan menjadi rata-rata, tetapi harus lebih dari rata-rata. G. Yang penting itu bukan menuntut orang untuk menghormati kita, tetapi pikirkanlah bagaimana agar orang lain menghormati dan menghargai kita. H. Respek itu datang dari diri sendiri. Yaitu dengan disiplin terhadap diri sendiri. Seorang pempin juga harus memiliki compasion. Ay. 15 mengatakan bahwa seorang pemimpin harus tulus. Seorang pemipin jika ingin orang lain respek maka harus datang dari diri sendiri terlebih dahulu. I. Kita harus membedakan antara 2 ekstrem: disukai dan ditakuti. Jadi respek tidak sama dengan disukai dan ditakuti. Tetapi bagaimana seseorang respek itulah yang sulit. Respek itu muncul ketika seseorang memiliki integritas, memiliki prinsip hidup, teladan hidup. Respek itu muncul mungkin bukan hari ini, tetapi nanti ketika kita menghasilkan sesuatu J. Jemaat akan menghormati hamba Tuhan jika memiliki beberapa aspek utama : 1. Vocation is not vacation. Vocation adalah kata dari bahasa latin voco = I call = saya memanggil. Panggilan Tuhan akan memberi arah yang jelas bagi hidupnya. Vacation = berlibur atau mencari kesenangan. Sebaliknya, pergumulan dan perjuangan yang berat dapat dilalui karena berpijak pada panggilan. 2. Intergity makes Character. Kepribadian yang serupa dengan Kristus, lembut namun tegas, kemana Ia pergi akan selalu menjadi berkat. 3. Comitment makes concistency. Menunjukkan mau bekerja keras dan tanggung jawab dalam penggembalaa, fokus pada rela bayar harga bukan pasang harga. Improvement makes Development. Di tengah tantangan hidup yang selalu berubah dan berkembang, maka hamba Tuhan harus mampu menjawab tantangan itu dengan meng “up date” diri dan selalu menjadi berkat dalam konteks kekinian. K. Paulus mengatakan “kami minta kepadamu”, tetapi paulus mengatakan bahwa “kami minta untuk mereka”. Minta kepada mereka supaya menghormati mereka yang bekerja keras. Minta itu berarti dalam satu posisi sepertinya lemah, tetapi ini permintaan yang kudus. Kita perlu merenungkan Paulus lebih dalam, sehingga dia berani mengatakan hal ini. Begitu juga dengan kita semua. L. Setiap manusia memiliki sifat alamiah ingin dihargai atau dihormati. Keinginan mendapat penghormatan atau penghargaan didorong oleh perasaaan untuk mendapat pengakuan. Merasa diakui, keberadaannya diperhitungkan, merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dalam menjalin hubungan antar pribadi di rumah, tempat kerja, atau organisasi. Ada lima kategori pribadi yang harus kita hormati: 1. Allah; 2. Orangtua jasmani; 3. Pemerintah; 4. Atasan/majikan; 5. Gembala/pemimpin rohani. Perikop ini ditujukan kepada orang Kristen di gereja. Pemimpin-pemimpin gereja dimaksud di sini adalah para tua-tua (elders) gereja. Mereka bekerja keras menyediakan pelayanan penggembalaan (pastoral care) bagi para umat. Mereka adalah para pemimpin rohani (spiritual leaders) di gereja dan mereka bertanggung jawab kepada Allah atas apa yang dipercayakan (Ibr. 13:7). Ada tiga nasihat kepada jemaat gereja terkait dengan sikap mereka terhadap para pemimpin gereja. 1. Mereka harus menghormati pemimpin rohani (1Tes. 5:12). Istilah “eidenai” artinya to know, termasuk apresiasi dan respek kepada pemimpin dan pekerjaan mereka. 2. Mereka perlu menjunjung tinggi pemimpin rohani demi pekerjaan mereka (Ibr. 13:17) (hold them in the highest regard). Mengapa memberi respek? Karena mereka melakukan pelayanan yang baik kepada jemaat; ingat pengajaran (teaching) mereka; ingat tanggung jawab mereka kepada Allah; ingat tugas penggembalaan/pastoral care mereka. Karena itu, mereka perlu dihargai dan dikasihi. Paulus tidak katakan berikan beberapa respek, tetapi berikan respek yang tertinggi kepada pemimpin rohani. Itu berasal dari hati yang mengasihi mereka, karena pekerjaan mereka. 3. Hidup damai satu dengan yang lain (1Tes. 5:13). Ini adalah buah atau hasil dari ketaatan kepada instruksi terdahulu. Intinya memelihara damai lebih penting daripada mengusahakan damai itu. Kondisi yang damai terdapat di jemaat di Tesalonika, namun mereka tetap harus memelihara dan melanjutkan damai itu agar tidak hilang. Ini adalah perintah. Banyak perselisihan yang terjadi digereja sekarang terjadi karena jemaat tidak mentaati perintah ini. M. Pada bagian ini, Rasul Paulus mengajak jemaat Tesalonika menghormati para pemimpin yang telah berjerih payah membimbing mereka mengenal Kristus. Para pemimpin itu tidak selalu tampil simpatik. Kadang mereka harus menegur jemaat yang hidup tidak tertib (ayat 12,14). Sebuah teguran bisa menyakitkan, mendorong, atau Membuka aib. Yang ditegur bisa terpancing untuk balas melukai hati pemimpinnya. Paulus melarang sikap itu. Ia meminta jemaat terus mendukung pemimpin mereka dalam kasih dan damai (ayat 13). Kalau ada hati untuk saling memaafkan, mengampuni maka akan muncul damai dihati satu dengan lainnya. Paulus meminta jemaat untuk menaruh hormat bukan karena pribadi sang pemimpin, melainkan karena mereka melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepadanya. Sudahkah Anda menaruh hormat pada mereka yang telah memimpin Anda mengenal Kristus? Bagaimana Anda bisa menunjukkan rasa respek dan dukungan secara nyata? Mana yang lebih sering Anda lakukan: menghargai atau mencela mereka? N. Paulus menasihati jemaat Tesalonika agar menghormati para pemimpin yg telah bekerja sesuai dengan jabatannya. Karena tugas mereka adalah membimbing dan memberi nasihat kepada jemaatnya. Selain itu, tugas mereka adalah membaw kesejahteraan bagi jiwa jemaat. Karena itu, para jemaat harus bidup dalam damai sejahtera, memberi spirit kepada mereka yg lelah dan tawar hati, membela yg lemah & melakukan hal yg baik. O. Kehidupan para hamba Tuhan diwarnai empat hal: kesepian, rasa terisolasi, rasa tidak aman, dan rasa tidak mampu. Penyebabnya, mereka dituntut banyak, tetapi dihargai terlalu sedikit. Mereka harus terlihat “tanpa dosa”. Sedikit berbuat kesalahan membuatnya jadi bahan omongan. Sebaliknya, kerja keras dan pengorbanannya kerap dianggap biasa. Sudah lumrah. “Miskinnya pujian dan penghargaan membuat 80% pendeta pernah berpikir pindah dari gerejanya,” ujar Jane Rubietta, penulis buku Bagaimana Memperhatikan Pendeta yang Anda

Jumat, 27 April 2012

PEKERJAANKU ADALAH MISIKU (Titus 2:6-10)

Tujuan: Memotivasi jemaat agar menjadikan pekerjaan, profesi, karir sebagai bagian hidup untuk bermisi dan bersaksi bagi Kristus. Pendahuluan Surat Titus merupakan surat Paulus yang secara khusus dan pribadi ditujukan kepada pengikutnya yang setia bernama Titus. Sebagaimana informasi pada 1:5, Paulus menempatkan Titus dalam perjalanan misinya guna mengatur dan melayani jemaat di Kreta. Tugas pertamanya ialah menetapkan para penatua-penatua dengan syarat jelas dari Paulus yang berperan sebagai “penilik” jemaat mengajar, membina, dan memimpin kehidupan jemaat Kreta agar hidup baik dan benar di hadapan Allah dan juga sesama manusia. Mengapa hal ini begitu penting? Sebagaimana yang Paulus amati, kehidupan orang-orang Kreta saat itu sudah tidak tertib lagi (ay. 10). Bahkan yang tidak tertib tersebut adalah orang-orang yang berpegang pada “hukum sunat”; pengikut fanatisme hukum taurat. Apa yang mereka lakukan? Dikatakan mereka mengajarkan hal yang salah dengan motivasi mendapat untung (ay. 11). Dan masih mengikuti hukum manusia yang berpaling pada kebenaran (ay. 14). Akibatnya, bagi mereka semua yang ada di dunia ini tidak ada yang suci sebab kedegilan dan kenajisan hati mereka (ay. 15). Di tengah persoalan seperti ini, Paulus rindu Titus sebagai hamba Tuhan yang setia tetap mengajarkan sesuai dengan ajaran yang sehat, dimana ia mengajak setiap jemaat Tuhan di Kreta tetap hidup tertib (ay. 1-5). Secara khusus Paulus ingin Titus pun menjadi teladan hidup yang berbicara secara nyata dan jelas bagi orang-orang di Kreta sehingga tiap mereka “dalam segala hal memuliakan Allah” (ay. 10). Jika ditanya, apakah konteks permasalahan jemaat di Kreta juga dialami oleh jemaat Tuhan saat ini? Tentu saja iya. Tidak sedikit diantara orang Kristen pun menganut “ajaran-ajaran hukum sunat” ini yang berusaha memisahkan antara apa yang rohani dan apa yang duniawi (profan). Bagi mereka bekerja adalah hal duniawi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal rohani (baca: sekuler). Akibatnya mereka tidak lagi menikmati dan menganggap pekerjaan sebagai anugerah Tuhan bagi setiap orang percaya. Tulisan Paulus kepada Titus mengajak setiap orang percaya menikmati anugerah Tuhan yang begitu luar biasa. Anugerah Tuhan sebagaimana dijelaskan Paulus (2:11) merupakan dasar bagi tiap orang percaya untuk hidup benar di hadapan Tuhan, serta melakukan apa yang baik dan berkenan bagi semua orang, sehingga setiap pekerjaan mereka pun dapat dikatakan sebagai wujud melayani Tuhan. Dengan demikian, setiap pekerjaan apa pun setidaknya merupakan kesempatan bagi tiap orang percaya menyatakan kesaksian yang benar, dimana Kristus benar-benar hadir dalam hidup setiap mereka. A. Berbicara mengenai etos kerja sebagai kesaksian hidup. Di dalam ayat 9 ditekankan bagaimana seharusnya seorang pekerja itu melakukan tugasnya di dalam Tuhan dan memuliakan Tuhan. Di dalam ayat 2 pekerja harus menjaga integritas diri. Mengupas beberapa bagian etika Kristen di dalam pekerjaan . B. 1. Remaja memiliki 2 ekstrim : yang sadar akan Tuhan dan yang tidak sadar akan Tuhan. 2. Tuhan ingin memakai remaja di dalam kehidupannya untuk menjadi alat di tangan Tuhan. Banyak tokoh di alkitab yang dalam usia remaja mereka dipakai oleh Tuhan untuk menjadi teladan bagi orang – orang di sekitarnya. 3. Kehidupan remaja khususnya di sekolah dapat dipakai menjadi tempat dimana Tuhan akan menjadikan mereka menjadi saksi untuk Tuhan. C. Remaja menyadari bahwa pelayanan mereka tidak hanya di gereja, tetapi di sekolah juga adalah sebuah pelayanan. D. Manusia terkadang memisahkan kerja dan pelayanan, sebagai suatu yang rohani dan tidak rohani. Tetapi harus mempertahankan identitas hidup sebagai umat Tuhan. Sehingga di tempat pekerjaan pun harus dapat menjadi orang yang tidak bercela, dan memuliakan nama Tuhan. E. Standard hidup kerajaan sorga ( ayat 10 ) harus jelas dan tegas. Integritas hidup orang Kristen harus nampak, untuk membayar harga bagi Tuhan. F. Situasi, keadaan waktu surat Titus ditulis tidak berbeda jauh dengan keadaan hari ini, hidup dalam kemalasan, kesombongan, dan lain – lain, dan hari ini juga banyak orang berjalan didorong oleh situasi arus dunia. Bagian ini adalah agar Titus dapat menjadi saksi Kristus. (1) Penguasaan diri. Napoleon : “apabila orang tidak bisa memimpin dirinya sendiri maka dia tidak akan bisa memimpin orang lain.” (2) Teladan mampu menggerakkan dunia, untuk mengubah apapun. Teladan remaja akan membawa teman mereka hidup di dalam Kristus. (3) Ketaatan, remaja seringkali menghadapi ajaran-ajaran yang tidak benar, dan mereka seharusnya tetap taat di dalam Firman Tuhan untuk dapat dilihat oleh dunia sebagai sebuah kesaksian. G. (1) Di dalam misi kita sebagai orang percaya, adalah penguasaan diri ( ayat 5 ) (2) Menjadi teladan ( ayat 9 ) Dari penguasaan diri maka akan memunculkan sebuah keteladanan. Banyak hal yang tidak terbentuk dalam ketertiban ( pasal 1 : 10 ), mengajarkan yang tidak benar ( ayat 11), kebohongan, iman mereka tidak sehat. Orang percaya harus tertib, dan mengajarkan yang baik, tulus, tidak curang, dan memiliki iman yang sehat. H. (1) Tuhan tidak meminta Dia yang nomor satu tetapi satu – satunya (2) Tuhan ingin kita melakukan panggilan kita sebagai orang percaya yang memiliki integritas sebagai umat Tuhan, untuk menunjukkan pada orang lain bahwa kita memuliakan Tuhan I. Memotivasi jemaat agar menjadikan pekerjaan, profesi dan karir sebagai bagian hidup untuk bermisi dan bersaksi bagi Kristus. Kekristenan bukan sekedar embel-embel rohani. Juga bukan sekadar filsafat yang bagus. Kekristenan adalah kehidupan. Sesuatu yang dijalani 24 jam sehari dan 365 hari setahun. Iman seorang Kristen mempunyai relasi dengan pekerjaannya sehari-hari. Kadangkala ada jurang pemisah yang lebar yang memisahkan antara kebaktian gereja pada hari minggu pagi dari kegiatan ditempat kerja dari hari senin sampai sabtu. Gereja ya gereja dan pekerjaan ya pekerjaan. Dalam PB, Tuhan tidak menggambarkan kehidupan Kristen sebagai sesuatu yang terbagi dua menjadi kudus dan sekuler. Sebaliknya menyatakan bahwa kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang utuh, yang dapat dipakai untuk melayani Tuhan tanpa mendua hati sekalipun dalam pekerjaan kita sehari-hari. Dalam Titus 2:9-10, Paulus berbicara mengenai kewajiban seorang hamba terhadap tuannya. Peran seorang hamba Kristen di gereja pada abab pertama sangat signifikan sebagai bentuk tanggung jawab memuliakan dan menghormati Allah melalui hidup mereka. Di 1Tim. 6:1-2, Paulus juga berbicara soal peran seorang hamba terhadap tuanya. Dalam konteks hidup menjadi berkat itulah Paulus mendorong Titus agar menasehati jemaat yang dilayaninya yang ada di daerah Kreta, khususnya yang menjadi hamba agar hidup menjadi berkat. Ada lima kualitas karakter orang Kristen yang melayani sebagai hamba. 1. Mentaati tuannya dalam segala hal (tobe subject to their servan in everything). Tanggung jawab seorang hamba adalah tunduk kepada tuan mereka. Paulus menasehati para hamba dan tuan saling mengasihi dan bertanggung jawab atas sikap mereka (Ef. 6:5-9). 2. Mencoba menyenangkan hati tuannya (to try to please them). Sebagai hamba Kristus; dengan segenab hati lakukan kehendak Allah (Ef. 6:6). Tidak hanya ketika dilihat tuannya, tetapi sekalipun tidak dilihat. Apakah anda memperlakukan karyawanmu sebagai manusia bukan mesin? 3. Tidak membantah perintah tuannya (not to talk back to them). Pada zaman kekaisaran Romawi ada jutaan budak di sana. Sebagian budak dan para tuan sudah menjadi Kristen. Paulus menekankan akan relasi yang harmonis antara para hamba dengan tuan mereka. Paulus ajarkan soal integritas dan dan tanggung jawab dalam pekerjaan. 4. Rajin dan suka Bekerja keras. Tugas seorang hamba atau karyawan yang adalah menunjukkan sikap yang rajin dan suka bekerja keras. Ini adalah tanggung jawab seorang karyawan kepada majikannya. Pekerja Kristen harus melakukan pekerjaan mereka seperti untuk Kristus. Bos Kristen harus memperlakukan karyawan mereka dengan adil dan hormat. Salomo mengajar kita agar belajar kepada semut yang meskipun kecil, tetapi rajin dan kerja keras (Ams. 6:6-11). Paulus ajarkan kita jika mau makan, maka harus bekerja (2Tes. 3:10). Apakah anda tetap bekerja keras dan tetap antusias, tetkala majikan tidak melihat anda? 5. Menunjukkan sikap jujur dan dapat dipercaya (2:7) (they can be fully trusted). Seorang hamba harus menjauhkan diri dari kebiasaan mencuri (2:10). Apakah anda orang yang dapat dipercaya untuk melakukan pekerjaan yang baik, ketika tidak ada bos di sana? Alkitab berkata bahwa siapa setia dalam perkara yang kecil, maka kepadanya akan dipercayakan perkara yang besar (Mat. 25:21,23). Dari perspektif Kristen (kerajaan Allah), seorang hamba Kristen melayani tuannya di duniawi, harus dipahami sebagai bentuk pelayanan yang ditujukan seperti melayani Kristus (Kol. 3:23-24). Karena itu, harus memiliki sikap yang setia, rajin, jujur, kerja keras, miliki loyalitas yang tinggi kepada majikan kita. J. Kita tidak bisa memiliki pola hidup secara ganda (seperti bunglon), dimana antara kehidupan rohani dan sekuler kita pisahkan. Banyak orang, khususnya orang Kristen, yang memiliki peran ganda dalam hidupnya, ketika dalam lingkungan Gereja atau pelayanan memiliki pola hidup yang baik, tetapi di dalam kehidupan umum berubah secara total, hidup bebas tanpa ada aturan. Sehingga kita menjadi orang munafik, penuh dengan kepura-puraan dalam menjalankan hidup. Bahkan terlalu banyak topeng-topeng yang kita kenakan dalam hidup kita. Ayat 6, mengingatkan kepada setiap kita untuk menguasai diri dalam segala hal. Artinya tidak ada ruang dalam diri kita yang tersembunyi, tertutupi oleh dosa atau tabiat dosa. Kita harus memiliki integritas di dalam hidup kita sehingga menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita. K. Pola pikir seseorang biasanya akan mempengaruhi pola hidupnya. Paulus mengingatkan Titus agar menguasai diri, bisa menjadi teladan dan hidup dalam keindahan. Dengan demikian Titus akan menjadi hamba Tuhan yang dihormati dan dihargai oleh jemaat yang dilayaninya. Paulus sangat mengaharapkan Titus melayani dengan hati dan hidupnya, sehingga pekerjaannya menyatakan kemuliaan Allah. L. Dunia kerja adalah panggilan ilahi untuk kita menjadi terang dan garam. Orang Kristen suka terbalik. Untuk itu, ada 3 hal 1. Ayat 6 menguasai diri dalam segala hal untuk membangun kualitas hidup. Kita akan belajar banyak, kalau kita bisa menguasai diri untuk tidak melakukan apa yang kita mau. Itu yang banyak kali terjadi. Kita tidak belajar karena yang kita lakukan adalah yang kita mau dan yang kita suka. Seorang yang akan menjadi pekerja yang baik dapat bekerja dengan maksimal kalau dia memperlengkapi dirinya untuk belajar dalam segala hal menjadi orang yang berkualitas. 2. Ayat 7 menjadi teladan dalam berbuat kebenaran. Untuk menunjukkan kualitas hidup. Jadi seorang yang bekerja, dimanapun, hal yang mutlak adalah menjadi teladan di dalam kebenaran, sebagai suatu kualitas hidup yang ada pada dirinya. Jadi kualitas hidup seseorang ditunjukkan melalui teladan hidup. 3. Ayat 9 taat pada pimpinan. Ini menunjukkan wujud kualitas hidup. Taat pada pimpinan bukan karena takut kepada pimpinan, tetapi karena takut kepada Tuhan. kalau ternyata apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan pimpinan, itu bukan urusan kita, yang harus kita perdulikan adalah bagaimana menyenangkan Tuhan. kualitas hidup yang kita miliki itu adalah sesuatu hal yang tidak bisa ditutupi dan tidak bisa dikelabui atau dimanipulasi oleh siapapun juga. Jadi pekerjaanku adalah misiku, jadi dengan pekerjaan bisa bersaksi dan memperkenalkan kristus. M. Hidup kita kadang-kadang sama seperti lingkaran, yang diulang tidak ada habis-habisnya. Pagi-pagi bekerja. Tetapi bekerja untuk apa? Untuk dapat uang. Untuk dapat uang untuk apa? Untuk beli makanan, dst. apakah kita bekerja hanya untuk mencari makan? Atau kita makan untuk bekerja? Apa sich bekerja itu? untuk siapa kita bekerja? Kata bekerja di dalam PL artinya sama dengan beribadah. Jadi kita bekerja ya, kita beribadah. Seringkali ada pemisahan-pemisahan yang rohani itu yang dilakukan di dalam gereja, atau yang tidak sehari-hari. Dan yang sehari-hari bagi kita adalah duniawi. Kalau duniawi, maka kita tidak bisa berjumpa dengan Allah. Calvin menekankan bahwa tiap jenis pekerjaan adalah penetapan dan panggilan dari Allah. jadi Tuhan menetapkan tugas-tugas bagi setiap orang menurut jalan hidupnya masing-masing. tidak ada pekerjaan apapun betapa pun kecil dan hinanya itu berharga di mata Tuhan. jadi di dalam ajarannya Calvin mengatakan bahwa pekerjaan itu adalah penetapan dari Tuhan. itulah sebabnya, melalui pekerjaan kita harus mendatangkan faedah bukan hanya bagi keberlangsungan hidup bagi diri kita sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. jadi melalui pekerjaan kita membawa misi Allah. N. Ada ajaran agama tertentu yang membedakan jasmani maupun rohani. Yang masing-masing tidak tercampur seperti air dan minyak. Demikian juga ajaran Gnostik membedakan yang jasmani maupun rohani. Bahkan ada orang Kristen yang juga membedakan jasmani maupun rohani, ada pekerjaan jasmani ada pekerjaan rohani. Hal tersebut tidak sesuai dengan jaran Alkitab. Dimana tidak ada perbedaan antara jasmani dan rohani. Semuanya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada pemisahan antara pekerja jasmani maupun rohani. Kolose 3:17, 23 menjelaskan tentang apapun yang dilakukan lakukanlah untuk Tuhan. jadi, kita sebagai orang percaya, harus menjadi saksi bagi Tuhan dalam pekerjaan kita dan harus menjadi misi kita. Dalam pekerjaan dan misi kita, kita harus menguasai diri dalam segala hal. Menjadi teladan dalam berbuat baik, jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaran, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaan, taat, tidak curang, selalu tulus dan setia dalam segala hal untuk memuliakan Allah. O. Jadi kita kalau bekerja, bukan hanya untuk menyenangkan bos kita, tetapi kita bertanggungjawab kepada Tuhan. P. Berpikir tentang spiritualitas dan kerja. Spiritualitas biasanya terlepas dari kerja, dan biasanya hanya dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya rohani, misalnya ibadah, pelayanan, dsb. Memang gereja sebelum reformasi itu memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang sifatnya duniawi. Tetapi harusnya spiritualitas bukan saja mewarnai kerja, tetapi harus mendasari kerja itu. sehingga spiritualitas itu bisa terintegrasi di dalam pekerjaan. Dan punya kaitan dengan yang sangat erat pekerjaan. Orang yang punya spiritualitas yang semakin baik, harusnya punya pandangannya yang semakin baik tentang pekerjaan. Jadi tempat kerja adalah tempat kita menaruh pelita kita, untuk menjadi garam dan terang dan memuliakan Tuhan melalui pekerjaan kita. Setelah reformasi, mengubah wajah dan seluruh dunia. Waktu itu terutama peradaban eropa, bahwa bekerja tidak lagi sebagai sesuatu yang duniawi, tetapi dihayati sama mulianya dan derajatnya. Pekerjaan dipandang sebagai panggilan Allah. spiritualitas yang teintegrasi harus menyangkut : 1. Head / Kepala – mendapat pengajaran Kristen yang benar dan sehat 2. Heart / Hati – punya kerinduan dan keinginan untuk menerapkan kebenaran yang sehat itu dalam kehidupan sehari-hari. 3. Hand / Tangan – punya kemampuan untuk memberikan teladan kepada orang lain. (Matius 5:16) Q. Pekerjaan adalah panggilan Allah bagi setiap pribadi manusia. sebab Allah juga masih juga bekerja dan terus bekerja. Tujuan pekerjaan menentukan bagaimana sikap seseorang dalam bekerja. Kalau hanya cari uang, ya curang. Para ahli psikolog pernah berkata : ukuran seorang yang normal akan nampak dari pekerjaan dan tanggungjawabnya. Untuk itu ada 3 hal : 1. Misi dalam pribadi. Tiap2 orang harus punya misi dalam pribadinya masing2, sehingga misi itu akan menjadi dasar dari seluruh hidupnya. Laki-laki tua, harus punya misi hidup sederhana, terhormat, sehat dalam kasih, bijaksana, sehat dalam iman, tekun. Ini harus ada seorang laki-laki yang dewasa. Perempuan yang dewasa harus hidup beribadah, jangan suka fitnah, jangan jadi hamba anggur, cakap mengajar, mampu mendidik perempuan muda supaya mengasihi suami dan anak, hidup bijaksana, suci, rajin atur rumah tangga, baik hati, dan taat kepada suami. Orang muda, supaya mereka hidup benar-benar dengan panggilannya. 2. Misi dalam pekerjaan. Menyangkut karakter. Dia harus menjadi teladan, hierarki atau organisasi sangat penting. Sebab dalam hal ini, jika kita punya sikap dalam hierarki ini, kita tenang. 3. Misi dalam memuliakan Tuhan. ayat 9-10. a. Tanggung jawab b. Relasi antara pribadi dengan pribadi, relasi dengan pekerjaan. R. Kita harus memikirkan keberadaan kita, bagaimana tingkah laku kita dalam bagaimana bekerja. Baik jadi tuan maupun sebagai karyawan. Kalau jadi tuan bagaimana memperlakukan karyawan kita, begitu sebaliknya. Jadi dalam pekerjaan kita, kita bisa menjadi saksi bagi Tuhan. jadi waktu orang melihat, mereka melihat bahwa kita berbeda dengan orang-orang di dunia dan ini menjadi daya tarik bagi mereka. Ayat 8 dengan jelas mengatakan. Jadi pekerjaan kita bisa menjadi suatu daya tarik bagi mereka. S. Rasul Paulus meninggalkan Titus di pulau Kreta dengan tujuan supaya mengatur apa yang masih perlu diatur dan menetapkan penatua di setiap kota (Titus 1:5). Mereka haruslah memiliki kedewasaan rohani di dalam jemaat. Untuk menetapkan aturan di dalam gereja, Paulus memberikan instruksi kepada Titus untuk memperhatikan tingkah laku dari jemaat. Titus diinstruksikan untuk menantang supaya jemaat memiliki gaya hidup yang suci. Realita kehidupan kota Kreta : Titus 1:10-16. Kreta adalah kota yang sangat buruk. Lalu apa yang harusnya dilakukan oleh orang yang mengenal Kristus? Realita hidup orang Kristen dalam pekerjaan : apa yang membedakan orang Kristen bekerja dengan orang yang tidak Kristen dalam bekerja. - Menjadi orang yang baik tidaklah cukup. - Menjadi orang yang bermoral tidaklah cukup. - Menjadi orang yang beragama tidaklah cukup. - Haruslah mengalami hidup yang baru alias lahir baru. Bdk. Yoh 3:3 - Lalu bagaimana supaya hidup sebagai ciptaan yang baru itu menjadi sesuatu yang berguna? Live it. Hidupilah itu di dalam hidupmu sehari-hari. Bdk. Matius 12:33 dari buahnyalah pohon itu dikenal. Lalu apa yang harus dilakukan secara praktis : 1. Exhortation / memberi nasihat (ayat 6) – perkataan 2. Example / memberi contoh (ayat 7) – perbuatan C. H. Spurgeon : Hidup seseorang akan selalu lebih berbicara dibandingkan apa yang sedang dia bicarakan. Ketika seseorang memperhitungkan dia, maka mereka akan menghitung perbuatannya seperti uang satu dollar, dan perkataanya seperti uang satu sen. Jika hidup dan pengajaranya tidak seimbang, maka orang akan menerima apa yang dilakukan dalam hidupnya dan menolak pengajarannya. 3. Effect / memberi dampak (ayat 8) – perubahan. Dampak ini bisa terwujud jika hidup seseorang baik perkataan dan perbuatan itu terintegrasi dengan benar.

Jumat, 20 April 2012

Cuma Satu di Dunia (Kis 4:12)

Kis 4:12
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
A.
Konteks ayat ini adalah Rasul Petrus diminta pertanggung jawaban karena telah menyembuhkan orang sakit. Keberatan ini dimulai dengan pandangan yang tidak bisa menerima kebangkitan Yesus, yang Petrus utarakan.
Ada hubungan antara nama dan kuasa. Di dalam konteks ini Tuhan Yesus dikatakan manusia yang hidup di dalam sejarah, tetapi dikatakan Tuhan Yesus bukan saja berkuasa untuk menyembuhkan orang sakit tetapi berkuasa menyelamatkan. Cara Dia menyelamatkan menarik yaitu harus disalib. Nama-Nya berbeda dengan nama-nama lain.
Keunikan Kristus begitu penting, jika di dalam pandangan agama-agama mengatakan tujuannya kepada Allah. Tetapi agama-agama ada ketidaksesuaian satu dengan yang lain maka kemungkinannya hanya dua 1. Semua salah 2. Satu benar, yang lain salah. Kalau semua salah maka sia-sia iman kita, tetapi kalau 1 yang benar maka sangat penting yang satu itu. Yang bisa menyelamatkan hanya yang punya status (tidak berdosa), rela dan kuasa.

B.
1. Menjelaskan siapakah Yesus dan karyaNya, ay. 12-13,
2. Finalitas karya Kristus
3. Efeknya bagi hidup kita.
Petrus dan Yohanes org biasa yang memiliki pengalaman bersama Yesus, hidup berubah karena Yesus sudah bangkit.
a. S : Sambutlah Yesus dalam hidup kita
b. A : Anugrah Allah yang terindah
c. T : Tinggalkanlah dosa
d. U : Ucapkanlah syukur
C.
1. Orang Kristen dipenuhi oleh Roh Kudus, ay 8, 31, pengalaman pribadi dengan Allah.
2. Keseriusan Allah dalam menyelesaikan dosa manusia, sehingga menganugrahkan AnakNya yang tunggal.
3. Keselamatan seharusnya memotivasi kita untuk masuk dalam misi Allah. Keselamatan tidak hanya untuk kita miliki, namun harus dibagikan kepada orang lain. Karena misi Allah harus diatas segalanya; budaya, keinginan manusia, visi misi manusia.
4. Harus ada seorang tokoh/figur yang berani membayar harga.
5. Apa yang telah kita peroleh menjadi komitmen hidup.
D.
Kis 3:6, emas dan perak tidak dipunyai, namun apa yang dimiliki diberikan semuanya. Maka dalam hal ini, marilah kita totalitas dalam pelayanan sehingga semangat yang ada menular kepada orang lain, dan menjadi teladan bagi orang lain.

E.
Kebenaran itu bersifat eksklusif, kalau tidak eksklusif itu bukan kebenaran. Tuhan Yesus bukan merubah orang menjadi baik, tetapi merubah orang dari mati secara rohani menjadi hidup.

F.
Beranikah kita hidup untuk Tuhan? Sebuah kewajiban bagi orang yang telah diselamatkan.

G.
Mengapa nama itu berkuasa?
1. Tuhan Yesus ikut menciptakan langit dan bumi
2. Tidak ada nama lain di atas langit maupun di bawah bumi, berkuasa di Sorga dan di bumi.
3. Hakim yang agung
4. Yesus yang bangkit dan hidup selamanya
5. Kelayakan: hanya Dia yang layak menjadi korban.
6. PengakuanNya: Jalan dan Kebenaran dan Hidup
7. Dipuji Allah, “Anak yang Ku kasihi kepadaNya aku berkenan.”
8. NamaNya ajaib.
I.
Banyak jalan menuju Roma, adalah sebuah filosofi yang dipercaya hampir semua orang di dunia berkaitan dengan Allah. untuk masuk ke sorga bisa banyak cara yang di tempuh, tidak hanya dengan satu cara. Jadi orang bisa memilih agama apa saja atau kepercayaan apa saja pasti dapt masuk sorga. Konsep ini, banyak menjebak manusia untuk bisa masuk sorga. Sebab konsep ini adalah sebuah teori manusia, sebagai usaha untuk menemukan Allah, padahal belum tentu itu benar. Sebab yang memiliki sorga adalah Allah bukan manusia, maka Allah sendiri yang akan menentukan jalan apa yang harus dilakukan manusia agar bisa masuk sorga, jadi bukan menurut pikiran manusia.
Yesus adalah Allah, jadi Dia juga pemilik sorga. Yesus berkata hanya lewat Dirinya maka manusia bisa sampai ke sorga, tidak dengan cara yang lain. Maka, bagi kita manusia yang mau masuk sorga harus percaya dan beriman seperti yang Yesus katakan, sebab hanya itu satu-satunya cara untuk bisa masuk sorga.

J.
Keselamatan adalah sebuah hal penting yang harus di cari manusia. Manusia membutuhkan keselamatan dalam hidupnya sebab status manusia dihadapan Allah sudah rusak dan berdosa. Tetapi, banyak orang tidak tahu jalan mana yang harus dipilih untuk menuju keselamatan. Dan sebagian besar manusia memilih jalan keselamatan dengan cara yang salah dan tidak menemukan jalan yang benar. Yang benar ialah Yesus, satu-satunya jalan menuju keselamatan, hanya Dia jalan menuju pada sorga. Sebab Yesus adalah Allah yang empunya Kerajaan Sorga, tinggal manusia memutuskan untuk percaya kepada Yesus maka manusia akan di selamatkan.

K.
Ucapan ini dikatakan petrus dan Yohanes tatkala berhadapan dengan mahkamah agama. sesudah mereka menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahir dengan nama Yesus. Dan mereka diperintahkan untuk tidak memberitahukan nama Yesus lagi. Tetapi justru mereka menambahkan lagi fakta mutlak tentang pribadi dibalik nama itu. yaitu pribadi yang bukan hanya menyembuhkan, tetapi menyelamatkan. Dari ayat ini ada 3 hal
1. Keselamatan bukan sekadar prilaku hidup untuk menaati hukum dan kaitannya. Karena dibalik prilaku tersebut tersembunyi prilaku yang tidak menyenangkan Tuhan. mereka bisa saja bersaksi palsu dan semuanya.
2. Kristus adalah satu-satunya pribadi yang telah mengerjakan karya keselamatan penebusan dosa secara sempurna, melalui kematian, kebangkitan.
3. Kebutuhan akan manusia akan kristus adalah sesuatu yang mutlak. Karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa. dan itu nyata dari prilaku dibalik kesucian hidupnya.
Kesimpulan : nama Kristus adalah Pribadi yang sanggup menyelamatkan manusia dari dosa dan hanya Dia satu-satunya jalan penebusan untuk keselamatan manusia.

L.
Arti sebuah nama. Di sini disebutkan tidak ada nama lain dibawah kolong langit yang diberikan kepada manusia yang dapat menyelamatkan. Jadi nama itu diberikan. Tuhan berikan nama itu sebagai jaminan. Orang boleh tidak senang dengan nama Yesus, tetapi hanya nama itu yang memberi jaminan keselamatan.
1. Nama itu punya kuasa dan otoritas.
2. Nama itu mempunyai pengharapan yang tidak didapatkan di dunia ini selain di dalam Yesus Kristus.
3. Nama itu adalah pernyataan kasih Allah kepada manusia.

M.
Di amerika latin banyak orang yang menggunakan nama Yesus sebagai nama personal. Di dunia barat orang mudah sekali menggunakan nama Yesus sebagai bentuk kekaguman, tetapi bisa jadi cacian. Bahkan kalau dilihat berdasarkan perhitungan sejarah nama Yesus dipakai, seperti B.C – before Christ. Ada banyak orang terkenal, tetapi kenapa nama Yesus yang dipakai.
Lalu apa kaitannya dengan nama Kristus dalam keselamatan? Ternyata ada kaitan antara nama Yesus dan keselamatan. Jadi tidak ada keselamatan ditemukan di dalam siapapun juga. Karena, setiap agama memiliki konsep keselamatan menurut versinya masing-masing. tetapi keselamatan di dalam Yesus harus dikaitkan dengan pribadi dari nama itu sendiri. jadi kalau orang bisa memberikan keselamatan, pertanyaannya adalah siapakah Dia? ini berkaitan dengan apa yang dikatakan Yesus dalam Yoh. 14:6. Jadi jelas sekali Yesus berani mengklaim bahwa tidak ada orang yang bisa menuju ke Bapa kalau tidak melalui Aku. Klaim ini tidak ditemukan di dalam kepercayaan lain. lalu mulai menggali siapa Yesus itu sebenarnya.
Banyak orang Kristen hanya mengerti Kristus dalam proses kelahiran. Mengerti Yesus harus secara keseluruhan. Bahkan sebelum dunia dijadikan Dia sudah ada. Dia adalah Alfa dan Omega. Dan dia membatasi dirinya sebagai Tuhan dan menjadi manusia. jadi keselamatan dan nama Yesus itu harus dikaitkan sedemikian rupa bahwasanya bukan hanya sekadar nama. Tetapi dibalik nama itu ada karya Allah yang Allah nyatakan.

N.
Jika melihat bagian ini, Petrus dan Yohanes berani membela nama karena mereka sudah mengalami apa yang mereka rasakan melalui nama itu. kita melihat bahwa mereka diancam pun mereka tidak takut. Jadi kita melihat bahwa nama itu sungguh bisa menggetarkan mereka sehingga mereka tidak takut. Bagaimana dengan kita? Kita sudah mendengar nama itu dan percaya dengan nama itu. dan banyak orang yang sudah diberikan nama itu juga tidak gubris. Bahkan mereka pandang remeh dengan nama itu.

O.
Konteks : Petrus berkhotbah kepada Para pemimpin Yahudi, serta tua-tua dan ahli taurat, imam besar hanas dan kayafas, yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan imam besar. Pendengar dari khotbah Petrus notabene adalah orang-orang yang ikut ambil bagian dalam penyaliban Tuhan Yesus. Dan ironisnya mereka adalah orang-orang yang kenal dengan taurat. Tetapi yang menarik adalah ternyata Petrus dan Yohanes merupakan orang biasa yang tidak terpelajar. Pada Pasal 3 petrus berkhotbah di serambi salomo : pendengarnya adalah pendatang yang berkunjung ke bait Allah. alhasil melalui khotbah Petrus banyak orang yang percaya kepada Yesus (Kis 4:4). Pasal 4 Petrus berkhotbah di depan mahkamah agama dan tidak ada yang bertobat. Bahkan kejahatan mereka semakin menjadi-jadi. Sungguh ironis.
Adapun, khotbah yang disampaikan oleh Petrus dari teks ini menjelaskan beberapa hal :
1. Supremasi Kristus seringkali di salahartikan.
Zaman post modern prinsip relativisme sangat dijunjung tinggi. Tidak ada kebenaran yang mutlak. Apa yang dipandang sebagai kebenaran oleh seseorang bisa dipandang berbeda oleh orang lain. dengan demikian, tergantung dari subjek yang memandang hal tersebut. Hal ini pula yang kemudian membangkitkan semangat bahwa Yesus hanya salah satu dari jalan keselamatan. Mengapa demikian, karena mereka berpandangan bahwa di dalam agama lain pun ada kebenaran. Petrus dalam hal ini menegaskan kembali bahwa tidak ada keselamatan selain di dalam Dia.
2. Supremasi Kristus harus diberitakan.
Itulah sebabnya, dibalik maraknya paham-paham yang mendistorsi pemahaman tentang supremasi Kristus, Petrus kembali menyerukan pesan kepada manusia, baik kepada para petinggi-petinggi agama maupuan kepada rakyat jelata, bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan. Diluar itu semua orang tidak dapat selamat. Mengapa demikian? Oleh karena semua manusia sudah berdosa (Roma 3:23) dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. adapun juga bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi tuntutan kesempurnaan dari Allah, dan hanya Yesus sebagai anak Tunggal Allah yang sanggup untuk melakukan hal tersebut.
3. Supremasi Kristus dinyatakan melalui Firman.
Apa yang disampaikan Petrus bukan berdasarkan mitos ataupun pengalaman pribadinya. Melainkan berdasarkan pengetahuan akan kebenaran yang bersumber dari Firman Allah.

P.
Ayat ini merupakan klimaks dari pembelaan Petrus terhadap Sanhedrin di Yerusalem.Penulis KPR dgn tegas mengatakan bhw Petrus "penuh dengan Roh Kudus" ketika ia membuat pernyataan di atas. Petrus menceritakan tentang Yesus Kristus dari Nazaret yg bangkit dari antara orang mati dan memiliki kuasa. Dialah yg dinyatakan Petrus sebagai satu satunya pembawa keselamatan bagi Israel. Penekanan tentang sebuah nama di sini terus menjadi kultur sosio religi yang terus berkembang sampai jaman Tuhan Yesus lahir. Sebuah nama memainkan peran sangat penting yg menunjukan jati diri, reputasi dan implikasi orang tersebut, baik bagi dirinya sendiri maupun khalayak orang banyak.
Dalam KPR 4:12 ketika Petrus menunjukan nama"Yesus", ia menyatakan bahwa tidak ada nama lain (selI. Nama Yesus) yang olehNya kita diselamatkan. Perkataan Petrus ini menekankan signifikansi nama Yesus yg menjadi sebuah pengakuan fundamental iman Kristen, bahwa keselamatan hanya ada didalam Yesus saja. Mengapa Petrus berani mengatakan hal ini:
1. Yesus memiliki otoritas. Sebelum Petrus menyatakN pengakuan tersebut, sebuah peristiwa telah mendahuluinya yaitu, orang lumpuh disem uhkan dalam nama Yesus (KPR 3:6;4:10). Petrus tidak saja menunjukan otoritas nama Yesus atas penyamit fisik, tetapi juga atas dosa manusia dan me.datangkan pe.gampunan bagi yg percaya, bahkan di dalam nama Yesus, iblispun tunduk (KPR 19:17)
2. Yesus menyatakan reputasi dan jatidiriNya. Ketika Petrus menyebutkan nama "Yesus" ia tidak sedang memperkenalkan sebuah nama, yang barangkali juga dipakai oleh orang Yahudi lain pada masa itu. Petrus memakai nama ini sehubungan dengan pribadi, jati diri, dan reputasinyayang tahelah diberitakan para nab8 dan telah dibangkitkan dari antara orang mati serta menggenapkan janji Allah. Karena itu, sekalipun nama ini memiliki akar kata yg sama dengan nama "Yosua" yg berarti "Tuhan" (Yahwe) menyelamatkan", namun nama "Yesus" unik karena berasal dari Allah sendiri (Mat. 1:21), itulah sebabnya Petrus mengatakan "keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam dia". Jadi keunikan nama Yesus berasal dari Allah sendiri dan di dalam Yesus sajalah manusia berdosadapat diselamatkan/ memperoleh hidup kekal.

Q.
Kebenaran di KPR... disampaikan dalam konteks Petrus diadili oleh toko2 agama krn menyembuhkan orang lumpuh di depan bait Allah. Kemudian tokoh2agama menanyakan dengan kuasa dan nama siapa Petrus menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Kemudian Petrus menjawab bahwa org lumpuh itu disembuhkan di dalam nama Yesus.
Bahkan bukan sekedar disembuhkan dari kelumpuhan, namun juga menyelamatkan orang berdosa.
Penggunaan nama Yesus oleh Petrus menunjukan :
1. Nama itu memiliki kuasa yg menyelamatkan. Petrus melihat kebutuhan yg terdalam dari orang lumpuh ini. Ia bisa saja melewatinya dengan memberikan perak atau uang, namun ia menumukan bhw kebutuhan orang tersebut lebih dari sekedar emas dan perak, tetapi kuasa Tuhan Yesus yang mampu menyembuhkan dan menyelamatkan orang lumpuh tersebut. Itulah sebabnya Petrus berkata....
Mengapa Petrus menggunakan nama Yesus? Karena Petrus punya keyakinan bhw nama Yesus itu berkuasa.2. Nama itu menunjukan Yesus Kristus hidup. Memakai nama seseorang berarti menggunakan pribadi orang tersebut secara utuh. Baik otoritas, kuasa, jabatan dan karakter orang tersebut. Misalnya kepres yg dikeluarkan presiden adalah atas nama dan otoritasnya saat dia hidup dan menjabat. Ketika Petrus mengatakan "emas perak aku tak punya.... Dan keselamatan tidak ada di dalam nama lain...., ini menjelaskan bahwa Yesus dalah pribadi yang hidup dimana kuasa dan otoritasnya tetap ada. Itulah sebabnya orang lumpuh itu sembuh dan mengalami keselamatan.

R.
Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain(ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan. Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari nama Yesus Kristus. Tampak jelas bahwa kata 'sangkal' di sana benar-benar absolut, tanpa syarat, bahwa tidak ada orang lain, bahkan tidak ada nama lain itu mutlak. Yesus Kristus satu-satunya jalan bagi manusia untuk selamat.

S.
Kebutuhan terbesar manusia adalah keselamatan. Yesus kristus adalah satu satunya juru selamat manusia yg telah mati dan bangkit. Keunggulan Yesus sebagai juru selamat:
1. Satu satunya jalan keselamatan (Yoh 14:6)
2. Keselamatan tidak datang dari manusia manapun yg pernah hidup di dunia ini (Kis 4:12)
3. Dalam nama Yesus ada kuasa penyelamatan yg dhsyat (Fil 2:9-11)
4. Dalam nama Yesus ada kepastian pengampunan atas dosa dosa kita.
5. Kepenuhan Allah ada di dalam dia (Kol 1:19)
6. Dalam Yesus, Allah membuka jalan damai bagi dan kepada manusia.